Sukses

Eksploitasi Nikel Ancam Belantara Kehidupan Suku Pedalaman Halmahera

Eksploitasi tambang nikel menyebabkan deforestasi kian meluas di Halmahera Tengah, Maluku Utara, wilayah yang dulunya sebuah hutan alam tempat berlindung dan sumber penghidupan bagi suku asli Hongana Manyawa di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Data Global Forest Watch (GFW) menyebut bahwa dalam kurun 2001 hingga 2023, Halmahera Tengah kehilangan 27.900 hektar tutupan pohon, Halmahera Timur kehilangan 56.300 hektar dan di Halmahera Selatan 79.000 hektar. Proyek tersebut muncul di tengah upaya Indonesia mengeksploitasi cadangan logam yang sangat besar. Logam ini akan digunakan untuk berbagai hal, mulai dari kendaraan listrik hingga baja tahan karat. Ekspansi dan ekploitasi oleh perusahaan tambang, mulai dari pembukaan lahan atau deforestasi, pengerukan bumi, hingga peleburan, berdampak pada kerusakan alam. Ruang hidup suku pedalaman di hutan Halmahera Maluku Utara semakin terhimpit.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini