Sukses

Wapres Ma'ruf Amin soal Film Dirty Vote: Itu Dinamika Politik Kita

Liputan6.com, Jakarta - Film dokumenter berjudul Dirty Vote menjadi polemik selama masa tenang Pilpres 2024. Film dokumenter berdurasi 1 jam 57 menit dan dibintangi 3 (tiga) pakar hukum tata negara yakni Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari ini, menghebohkan lantaran berisi ungkapan soal potensi kecurangan pada pelaksanaan Pemilu 2024.

Ditanya tanggapannya oleh awak media terkait film tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa film Dirty Vote itu merupakan salah satu bentuk dinamika politik pada perhelatan Pemilu 2024.

Menurutnya, film ini bisa saja menggambarkan keinginan agar pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan dengan baik, dan pemerintah akan merespons keinginan tersebut. 

“Masalah yang (Dirty Vote) saya kira itu dinamika dari politik kita. Saya pikir nanti tentu pemerintah kalau itu sasarannya pemerintah, tentu pemerintah akan memperhatikan suara-suara itu,” kata Ma’ruf  dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (13/2/2024).

Sebagai bagian dari aspirasi, menurut Ma’ruf, pemerintah akan merespons berbagai masukan yang terkandung dalam film Dirty Vote sebagai upaya mewujudkan Pemilu yang bersih dan bebas dari kecurangan. 

“Kita harapkan bahwa keinginan-keinginan yang lebih baik itu tentu harus direspons dengan baik pula,” tegasnya. 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Ingatkan Pelaksanaan Pesta Demokrasi Harus Berjalan Baik

Ma’ruf mengingatkan, yang terpenting saat ini memang bagaimana pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan permusuhan dan perpecahan di masyarakat. 

“Kita ingin bahwa Pemilu itu akan menambah kebaikan dan memperbaiki keadaan. Jangan sampai Pemilu itu justru malah menimbulkan masalah yang membawa kemunduran kita karena adanya permusuhan antara satu dengan yang lain,” pesannya. 

Oleh sebab itu, Ma’ruf menekankan kepada para pelaksana dan pengawas di lapangan agar terus menjaga proses Pemilu yang berjalan dengan jujur dan adil. 

“Saya kira semua pihak harus menjaganya, supaya Pemilu ini berjalan dengan baik, jujur dan adil (jurdil), dan di TPS-TPS kan sudah ada pelaksana, kemudian ada juga saksi-saksi, dan semua ikut mengawasi,” terang Wapres. 

“Mudah-mudahan tidak terjadi ketidakjujuran (yang digambarkan Dirty Vote) itu, mudah-mudahan tidak terjadi. Harapan kita semua seperti itu, supaya Pemilu ini berjalan dengan lancar,” tambahnya. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.