Sukses

Mengantisipasi Cedera Saat Mendirikan Moge yang Terjatuh

Liputan6.com, Jakarta - Mendirikan moge atau motor gede yang terjatuh tidak boleh sembarangan. Pasalnya, jika Anda tidak melakukannya dengan benar maka peluang bagian tubuh mengalami cedera terbuka lebar.

Ya, mengendarai moge tentu sangat berbeda dengan motor-motor kecil. Di samping tenaga yang besar, mengendarainya di jalan raya juga butuh kemampuan dan pengalaman.

Begitu pula ketika terjatuh di jalan. Bukan perkara mudah untuk mendirikan motor kembali. Pasalnya, rata-rata motor berkapasitas mesin di atas 400cc memiliki bobot jauh lebih berat dibanding motor sport yang hanya berkapasitas mesin 150cc.

Perlu trik khusus untuk mendirikan moge ketika terjatuh. Salah-salah malah membahayakan dirinya sendiri dan dampak terberat mengalami cedera pada otot punggung.

Karena itu bikers wajib tahu cara atau teknik khusu mendirikan motor besar untuk meminimalisir mengalami cidera yang dapat berbahaya bagi diri sendiri.

Menurut Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora (DAM), mengandalkan kekuatan otot tangan tidaklah atau punggung tidaklah cukup.

Sebenarnya porsi otot yang paling besar pada saat mendirikan motor yang memiliki beban yang sangat berat yaitu menumpu di kedua otot paha.

"Sangat berbahaya apabila kita lebih besar menggunakan otot punggung, ini bisa menyebabkan cedera pada bagian punggung. Sedangkan seharusnya otot tangan hanya untuk membantu saja," terang Ludhy.

Hal pertama yang dilakukan adalah pengendara harus tetap tenang, lalu memastikan kunci kontak dalam keadaan off. Jika moge terjatuh di tengah jalan pastikan motor benar-benar aman dahulu dari lalu lalang pengendara lain.

Apabila motor terjatuh ke sebelah kanan pengendara, turunkan standar samping dahulu yang berada di sebelah kiri sebagai tumpuan ketika mendirikan sepeda motor sudah dalam keadaan posisi 90 derajat dan selanjutnya masukan gigi satu untuk mencegah motor tidak bergerak atau bergulir.

 

2 dari 4 halaman

Motof Jenis Fairing

Jika motor tersebut jenis fairing, posisi setang motor ditekuk ke arah kanan dimana handle bar atau throttle bar melekat ke tangki.

Saat akan mendirikan motor, bagian punggung bawah menempel ke jok pengendara dalam posisi jongkok.

"Punggung pada bagian bawah ini hanya berfungsi untuk menyandar jok bukan digunakan untuk mendorong. Bila punggung bagian bawah sudah merapat ke jok, posisikan tubuh kita dalam setengah jongkok dan mata kita harus sejajar eyes level atau garis mata," kata Ludhy.

Lalu pastikan tangan kiri memegang handle bar dan tangan kanan mencari sisi jok belakang yang kuat, serta kedua siku tangan ditekuk kurang lebih sekitar 160 derajat dan mata pada posisi eyes level.

 

3 dari 4 halaman

Dirikan Secara Perlahan

Selanjutnya dirikan motor secara perlahan. Kekuatan saat mendirikan sepeda motor harus dirasakan dari kedua otot paha. Menjelang 90 derajat motor mulai berdiri, titik 90 derajat motor rebahkan ke sisi kiri.

Posisi kita sebagai pengangkat langsung berbalik memegang motor, dan melepaskan motor secara bertahap supaya motor bertumpu dengan standar yang ada di kiri, lalu stang motor kita ditekuk ke kiri ke arah gravitasi.

"Apabila sepeda motor terjatuh ke bagian sebelah kiri, secara garis besar sama dengan langkah sebelumnya. Hanya saja menjelang arah 90 derajat, posisi tubuh kita berputar balik dan bobot motor ditahan paha kanan. Pada saat putar kaki kiri mengungkit standar kiri," tutup Ludhy.

Sumber: Otosia.com

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: