Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Mataram Motor selaku pemegang merek Audi di Indonesia meluncurkan Audi A8 yang menjadi sedan mewah dengan teknologi terbaik di kelasnya pada Rabu (18/6/2014).
Kendaraan saloon mewah yang dibanderol antara Rp 2,45 miliar-Rp 2,75 miliar ini ditargetkan dapat terjual sekitar 20 unit hingga akhir 2014.
Andrew Nasuri, Chief Executive Officer PT GMM merasa optimistis, penjualan dari Audi A8 sesuai yang diharapkan. Hal itu karena Audi A8 ini memberikan segala hal yang diinginkan oleh konsumen melalui program kustomisasi yang ditawarkan oleh Audi.
"Dari sejarah, kami biasa jual A8 sekitar 20-30 unit per tahun. Meskipun ada gejolak ekonomi atau segala macam, penjualan mobil premium cukup konstan," papar Andrew.
Terkait pajak penjualan barang mewah (PPn BM), Andrew mengatakan model Audi yang diluncurkan hari ini tidak terkena imbas PPn BM. Sebab, kapasitas mesin dari A8 tidak genap 3.000 cc.
"Kapasitas mesin yang tidak genap tersebut bukan untuk mengakali PPn BM, tapi memang konfigurasi silinder yang memang tidak bisa pas 3.000 cc," papar Andrew
Andrew tidak menampik ketika ditanya apakah PT GMM akan meluncurkan model lainnya setelah peluncuran Audi A8 ini.
Ia membocorkan kalau model terbaru Audi akan diperkenalkan pada gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) pada September 2014. Namun, Andrew tidak mau membocorkan model terbaru dari Audi yang akan diperkenalkan tersebut apakah mengusung jenis sedan atau sport utility vehicle (SUV) yang sedang naik daun pada saat ini. (Ysp/Ahm)
Audi A8 Diharapkan Dapat Terjual 20 Unit pada 2014
Kendaraan mewah ini dibanderol antara Rp 2,45 miliar-Rp 2,75 miliar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/693394/original/foto.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti14 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)