Sukses

Tetap Bisa Makan Cokelat dan Keju Meski Diet, Asal Ikuti Arahan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mungkin menggambarkan makanan tertentu seperti cokelat, keju, atau keripik kentang sebagai makanan lezat yang yang tidak menyehatkan. Namun, sebagai ahli gizi, Lauren Armstrong memiliki tujuan untuk membantu orang-orang menghilangkan rasa bersalah setelah memakan makanan favorit mereka.

Armstrong memberi tahu semua orang yang bekerja dengannya bahwa mereka dapat memakan semua hal yang mereka sukai sebagai bagian dari diet mereka.

Aturan utama Armstrong adalah berhenti mengkategorikan makanan sebagai "baik" atau "buruk". Sebaliknya, praktikkan kontrol porsi dan berusahalah untuk melihat makanan sebagai sumber bahan bakar netral bagi tubuh Anda.

Jadi, dari pada berfokus pada apa yang tidak boleh Anda makan, biarkan diri Anda makan makanan yang Anda sukai, dan nikmati kenikmatan memakannya. Ketika Anda mengadopsi pola pikir ini, Anda akan mendapatkan lebih banyak kepuasan dan mengurangi stres dalam hidup Anda.

Ini cara menikmati makanan favorit Anda tanpa rasa bersalah. Hal penting dari makan secukupnya adalah ukuran porsi. Jika Anda ingin satu porsi keripik kentang, misalnya, cukup satu sampai dua ons saja. Hal yang sama berlaku untuk keju dan cokelat.

Tentu saja, jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang serius, tanyakan kepada dokter Anda terlebih dahulu.

Jika memungkinkan, carilah bahan makanan dengan kualitas terbaik dan paling alami. Ada beberapa cara sehat dan lezat untuk menikmati makanan-makanan ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

1. Buah Lapis Cokelat

Buah yang dilapisi cokelat dapat memuaskan hasrat makan yang manis dan memberi Anda tambahan nutrisi.

Khususnya, buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberry. Buah beri mengandung serat, polifenol, dan antioksidan, dan mengonsumsi lebih banyak buah beri dapat membantu menurunkan risiko serangan jantung dan diabetes tipe 2.

Armstrong suka membuat blueberry cokelat sehingga dia bisa memakan sepotong kapan pun ia ingin makanan penutup atau camilan manis.

2. Kantung keripik satu porsi

Saat Armstrong membuka sekantong keripik berukuran penuh, Armstrong bisa lupa bahwa itu hanya satu porsi. Itulah mengapa dia beralih ke kantong keripik berukuran satu ons, karena biasanya mereka memiliki porsi yang pas untuk satu porsi.

Keripik ini juga biasanya tersedia dalam berbagai macam kemasan, jadi Anda bisa mengganti rasanya saat Anda menginginkan keripik yang renyah.

3. Makan keju secara terbatas

Kita semua telah tertipu dengan pemikiran bahwa keju tidak baik untuk kita, tapi sebenarnya tidak demikian. Keju memang asin dan bisa jadi tinggi lemak, tapi keju juga mengandung vitamin dan mineral penting seperti: Vitamin A, B6, B12, D dan Magnesium.

American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi 3 cangkir produk susu bebas lemak atau rendah lemak setiap hari, termasuk susu, yogurt, dan keju. Satu porsi keju alami, seperti cheddar, kira-kira seukuran sepasang dadu.

Anda bisa berkreasi dengan cara menambahkan keju ke dalam makanan Anda. Armstrong suka memarut sedikit di atas pasta atau salad saat makan malam, memakan keju sebagai camilan, atau mencampurkannya ke dalam telur untuk sarapan.

4. Sharing makanan saat makan di luar

Makan bersama orang lain adalah kesempatan yang sempurna untuk berlatih mengurangi porsi makan. Armstrong dan tunangan saya suka pergi makan malam untuk kencan malam, dan kami sering berbagi makanan pembuka atau makanan penutup.

Hal ini memberikan kepuasan tersendiri bagi Armstrong dan istrinya untuk menikmati burger keju dan kentang goreng, pizza, atau es krim sundae tanpa berlebihan.

Dan ketika Armstrong makan sendirian, Armstrong akan makan setengah dari hidangan pembuka dan membawa pulang setengahnya lagi dalam wadah untuk dibawa pulang. Pikirkan sisa makanan untuk hari berikutnya sebagai cara untuk menikmati makanan lezat dua kali lebih lama, dengan membaginya dengan diri Anda di masa depan.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini