Sukses

Studi: Kaya atau Miskin Bisa Terlihat dari Wajah

Liputan6.com, Jakarta Raut wajah memang dapat memberikan banyak gambaran tentang diri Anda. Baru-baru ini, sebuah studi yang baru saja dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology menyebutkan, Anda dapat menyebut seseorang kaya atau miskin hanya dengan melihat wajahnya saja.

"Hubungan antara kekayaan dan kelas sosial sudah dibahas dalam penelitian sebelumnya. Namun perbedaan kekayaan seseorang sebenarnya tercermin dari wajah setiap orang," ujar R-Thora Bjorsdottir, Autor penelitian tersebut seperti dilansir dari CNBC, Senin (2/12/2019).

Menurut lulusan University of Toronto tersebut, sebenarnya orang-orang yang beruang cenderung hidup lebih bahagia, lebih jarang merasa cemas jika dibandingkan dengan orang-orang yang berjuang mencukupi kesehariannya.

"Seiring berjalannya waktu, wajah Anda menjadi semakin permanen merefleksikan dan mengungkapkan pengalaman hidup Anda. Meski saat Anda merasa tidak berekspresi, guratan emosi tersebut tetap tergambar jelas," tuturnya.

 

 

2 dari 2 halaman

Studi

Bjornsdottir mengadakan studi dengan memilih 160 foto hitam putih, yakni 80 foto pria dan 80 foto wanita. Tak ada foto yang menggunakan tato atau tindikan.

Setengah dari foto tersebut adalah orang dengan berpendapatan tinggi dan masuk kategori orang kaya. Sementara setengahnya berpendapatan rendah atau masuk kategori orang-orang yang harus bekerja keras.

Foto-foto tersebut kemudian ditunjukkan pada objek penelitian yang harus menyebutkan kelas sosial orang-orang dalam foto tersebut. Sebanyak 68 persen menjawab dengan benar.

"Orang-orang hanya membuat penilaiannya begitu saja. Jika ditanya mengapa, mereka tidak tahu, tidak begitu menyadari bagaimana mereka dapat menebak dengan tepat," ujar Bjornsdottir.

Menurut Nicholas Rule, salah satu peneliti dalam studi tersebut, persepsi berdasarkan wajah mengenai kelas sosial mungkin memiliki dampak yang penting. Saat ini banyak orang berbicara tentang siklus kemiskinan, dan hasil studi ini bisa ikut berkontribusi dalam menggambarkan kondisi sosial di tengah masyarakat.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Jangan Salah Pilih Destinasi Berlibur, Begini Caranya
Artikel Selanjutnya
Pengusaha Sukses Tak Pernah Rasakan 5 Jenis Emosi Ini