Sukses

Virginie Viard Mundur dari Posisi Direktur Kreatif Chanel Usai Mengabdi Selama 30 Tahun, Siapa Penggantinya?

Pada Rabu malam, 5 Juni 2024, Chanel mengumumkan bahwa direktur kreatif mereka, Virginie Viard, akan mengundurkan diri dari posisinya saat ini. Siapa penggantinya?

Liputan6.com, Jakarta - Pada Rabu malam, 5 Juni 2024 Chanel mengumumkan bahwa direktur kreatif mereka, Virginie Viard, akan mengundurkan diri dari posisinya. Mengutip Harpers Bazaar pada Kamis (6/6/2024), Viard menjabat posisi tersebut selama lima tahun terakhir setelah menggantikan Karl Lagerfeld yang meninggal dunia. 

Perempuan kelahiran Dijon, Prancis, telah bekerja untuk Chanel selama tiga dekade. Dalam sebuah pernyataan, Chanel mengonfirmasi keputusan Virginie Viard untuk mundur setelah menjalin kolaborasi yang kaya selama lima tahun sebagai direktur artistik koleksi fesyen. Selama menjabat, Viard banyak berinovasi dengan tetap menghormati warisan kreatif Chanel. 

Tim Chanel juga berterima kasih kepada Viard atas kontribusinya yang luar biasa terhadap fesyen, kreativitas, dan vitalitas Chanel. Mereka menyebutkan bahwa penggantinya yang baru akan segera diumumkan.

Meski belum diumumkan, rumor pengganti Viard sudah beredar. Nama Hedi Slimane, desainer yang pernah bekerja untuk Dior dan Celine, mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Viard untuk memimpin tim artistik rumah mode ternama Prancis tersebut.

Ini akan menjadi awal baru yang menarik bagi Chanel. Meski begitu, bakat dan visi Viard yang luar biasa untuk masa depan Chanel tentunya sangat berarti. Memiliki seorang wanita yang memimpin Chanel kemungkinan besar akan membuat bangga pendiri merek tersebut. 

Viard dikenal sebagai orang kepercayaan dari desainer Karl Lagerfeld. Dia menjadi orang nomor dua yang sangat berperan penting dalam mengambil kendali kreatif di merek tersebut setelah Lagerfeld meninggal pada 2019. 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Jadi Orang Kepercayaan Karl Lagerfeld

Pada 2019, industri fesyen dunia diselimuti awan duka. Ikon fesyen legendaris merek fesyen Chanel, Karl Lagerfeld mengembuskan napas terakhir dalam usia 85 tahun di Paris Hospital, Prancis, pada Selasa, 19 Februari 2019.

Mengutip Harper Bazaar, 20 Februari 2019, Karl Lagerfeld telah membesarkan Chanel sejak 1983 hingga menutup usia. Sepeninggal Karl, banyak pertanyaan yang mencuat terkait siapa yang akan menggantikan posisi Karl di Chanel. Akhirnya rumah mode asal Prancis itu memilih Virginie Viard, tangan kanan Karl, didaulat menduduki posisi creative operations untuk Chanel sehingga warisan dari Gabrielle Chanel dan Karl Lagerfeld akan tetap hidup.

Selama masa jabatannya sebagai direktur artistik di Chanel, Viard berupaya untuk meneruskan warisan desain Lagerfel. Dia menanamkan pendekatannya yang berjiwa muda, serta memperkenalkan desain yang mewakili generasi baru pelanggan Chanel dengan desain yang lebih tajam dan koleksi pakaian yang lucu namun tetap terlihat sederhana.

Viard adalah orang penting di balik pemilihan Jennie BLACPINK sebagai wajah Chanel. Ia bahkan memakai gaun rancangan Viard di karpet merah saat debut di Cannes Film Festival 2023.

3 dari 4 halaman

Lahir dari Keluarga Fesyen

Viard lahir di keluarga fesyen. Kakek neneknya merupakan produsen sutra. Ia juga memulai kariernya sebagai desainer kostum dan membuat pakaian untuk Camile Claudel dan untuk film Plays hingga akhirnya Karl menawarkan untuk bergabung dengan Chanel dan Chloe.

Viard juga sangat sukses dan membuat gebrakan atas kreasinya pada film Real, dan kostum untuk aktris Isabelle Adjani dan director Bruno Nuytten. Selain itu, ia berkontribusi dalam sejumlah film seperti Three Colors: Blue di 1993, Three Colors: White di 1994, dan lainnya.

Melihat karyanya di industri fesyen dan bagaimana perjalanan karirnya serta kedekatannya dengan Karl Lagerfeld, tak perlu diragukan lagi bagaimana dirinya menjalani warisan dari Gabrielle Chanel dan Karl Lagerfeld. 

Pada sebuah dokumenter berjudul 7 Days Out, Karl juga mengatakan kedekatannya dengan Viard. Menurutnya, ia adalah sosok paling penting dalam hidupnya yang merupakan andalan Karl. Bahkan, ia berkata selalu meluangkan waktu untuk bertemu atau sekedar berbicara melalui telepon.

4 dari 4 halaman

Memulai Karirnya dengan Magang

Mengutip The Telegraph, Viard memulai karier di Chanel dengan magang sebagai haute-couture embroidery pada 1987. Hal itu bertepatan dengan Karl yang telah menjabat sebagai direktur kreatif rumah mode itu selama empat tahun. Karier Viard kian berkembang dan ia dipromosikan oleh Bendahara Pangeran Rainier dari Monako untuk pekerjaan ini.

Usai bekerja bersama Chanel, Viard bergabung dengan Karl Lagerfeld untuk merek fesyen Chloe di 1992 dan berkarir hingga 5 tahun, sebelum akhirnya ia kembali untuk Chanel sebagai koordinator I dan mulai bekerja untuk koleksi ready-to-wear pada 2000. 

"Saya membuat koleksi yang datang dari ateliers dan Métiers d’Art houses, berdasarkan dari sketsa yang dibuat oleh Karl Legerfeld. Saya juga berkoordinasi dengan tim, memilih supplier, mencari kain yang tepat dan melakukan fitting bersama Karl," ungkap Viard pada The Telegraph pada 2017.

Viard mengakui bahwa ia sering memberikan twist pada desain Karl sehingga karyanya kerap membuat Karl terkejut namun ia selalu puas. Bahkan Viard juga mengaku bahwa setiap harinya selalu meluangkan waktu untuk mengobrol bertukar pikiran dengan Karl. Tak jarang berbagi sketsa lewat foto yang dikirimkan melalui ponsel.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.