Sukses

Aktor Taiwan Kris Shen Nyambi Jualan Ayam Potong di Pasar, Alasannya Bikin Haru

Liputan6.com, Jakarta - Sosok Kris Shen mendadak jadi sensasi di dunia maya setelah foto-fotonya sedang memotong ayam di pasar menjadi viral. Aktor Taiwan berusia 32 tahun itu populer berkat drama Spider Lilies (2007) dan Memory Love (2017). 

Lewat akun Instagramnya, pada 8 Januari 2024, ia menjelaskan kisahnya yang mendadak berjualan ayam potong di pasar. Shen memulainya dengan mengungkapkan kekhawatiran bahwa ceritanya itu memicu kontroversi dan mengalihkan perhatian masyarakat dari pemilu yang saat itu akan berlangsung di Taiwan.

Ia menerangkan bahwa kesempatan menjadi penjual ayam di pasar berawal dari keinginan kekasihnya, Bella, yang ingin berdagang. Belakangan, ia mencoba membantu pacarnya dan mendapat rekomendasi dari seorang teman pada Oktober 2023. Akhirnya, ia terjun langsung belajar berdagang ayam di pasar.

"Ketika aku kecil, ada pasar buah dan sayur di dekat kampung halamanku, tapi aku tak mengenal konsep pasar tradisional. Tapi mendapati model bisnis ini bisa bertahan begitu lama, pasti ada kebutuhannya, yaitu pangan untuk rakyat. Temanku juga berkata, 'Kaki ayam juga merupakan kebutuhan hidup masyarakat dan harusnya tak perlu khawatir, coba lihat saja'", tulisnya di media sosialnya.

Shen mengaku ingin belajar berdagang diam-diam. Karenanya, ia selalu menundukkan wajahnya saat bekerja menjual ayam potong. Hingga awal 2024, ia baru membagikan kisahnya secara pribadi di Facebook, membagikan fotonya saat di pasar bersama teman-teman. Namun, ceritanya itu diketahui oleh sejumlah teman wartawan dan artikel tentangnya menyebar luas.

"Aku di sini untuk mengklarifikasi, jika tidak, aku tak akan dicintai oleh semua orang bila melakukan ini. Aku tetap ingin berterima kasih pada kalian semua untuk sikap baik kalian," sambungnya.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Pengalaman 3 Bulan Jualan di Pasar

Selama hampir tiga bulan berjualan di pasar, banyak cerita yang ia dapat. Ia menjelaskan bahwa lingkungan pasar tradisional tidak sebaik yang dibayangkannya.

Para penjual senior berjibaku dengan kebutuhan hidup. Ia melihat bahwa pedagang di sekelilingnya bekerja dari jam 6 pagi dan pulang sangat larut malam.

"Menyaksikan mereka susah payah menghidupi keluarganya, mulai dari mengayun, bongkar muat, merobek kerongkongan ayam, dan lain sebagainya...Saya seorang pemuda dan pemula di pasar sayur, dan juga diajari dan dibantu oleh mereka, rasakan kehangatannya dari pasar sayur, saya sungguh terharu dari hati," sambung Shen lagi.

Ia merasa para pedagang di pasar begitu kekeluargaan dan saling mendukung. Di sisi lain, ia melihat para pembeli yang kebanyakan ibu-ibu melihatnya dengan tatapan penuh semangat dan kasih sayang, memberinya dukungan dan dorongan. Ia diterima secara positif karena dianggap masih muda tetapi mau bekerja.

"Kadang-kadang ada orang yang mengenaliku, meski belum tentu memanggil namaku, tapi menurutku itu tidak penting. Tentunya aku pasti akan memberikan diskon atau memberikan ceker ayam, tulang, dan lain-lain sebagai hadiahnya," ucapnya.

3 dari 4 halaman

Senyum Pelanggan yang Terpenting

Ia mengaku sebenarnya penasaran bagaimana reaksi orang-orang bila melihatnya berdagang ayam di pasar. Namun setelah dipikir-pikir, yang terpenting adalah ceker ayamnya terjual habis.

"Semua orang yang membeli ayam saya, baik utuh, tulang-belulangnya, atau yang sudah dipotong-potong, mereka semua pulang dengan puas, atau dalam proses tawar-menawar dengan ibu-ibu, saya merelakannya dengan senang hati," sahut Shen lagi.

"Membuat mereka tersenyum, menurut saya itu lebih bermanfaat," katanya lagi.

Ia menjelaskan pekerjaan sampingannya sebagai penjual ayam hanya berlaku 4--6 hari sebulan. Ia berdagang di pasar tradisional Shuangbei. Ia juga sudah membuka rekening pesanan dan mempersilakan konsumennya untuk memesannya darinya. "Bila teman-teman sedang lewat pasar, silakan menyapa saya," ucapnya.

Selain menjadi penjual ayam, ia mengaku juga memiliki klinik kecantikan medis dan kelas parasut sebagai usaha sampingannya yang lain. Bisnis itu ditekuninya sebagai cara untuk mendapatkan keterampilan hidup, selain sebagai aktor dan penghibur yang dijalaninya sejak usia 10 tahun.

4 dari 4 halaman

Pendapatan dari Jualan Ayam

Ia mengaku pekerjaannya sebagai aktor dan seniman membuatnya tak punya banyak kesempatan untuk bekerja seperti orang lain. Situasi pandemi membuatnya berpikir apa yang akan dilakukannya bila ia tak lagi berkarier sebagai seniman.

"Aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan pengalaman hiduku, belajar lebih banyak keterampilan untuk menghasilkan uang, kenapa tidak? Hal ini mungkin juga dapat memberikan diri masa depan, dalam perjalanan kinerja, untuk menambah sedikit kinerja," jelas Shen menutup kisahnya.

Mengutip Koreaboo, Senin (12/2/2024), meski bukan aktor yang sangat populer, Shen memiliki kelompok penggemar yang loyal. Bisnis kios ayam potong temannya itu cukup menjanjikan dengan penghasilan rata-rata 80ribu--120 ribu dolar Taiwan (sekitar Rp40 juta sampai Rp60 juta).

Sementara, bisnis ayam potong yang dijalankan Kris Shen selama lebih dari tiga bulan menghasilkan 20 ribu dolar Taiwan (sekitar Rp10 juta) per bulan. Ia tidak keberatan masyarakat menganggapnya sebagai seseorang yang kesulitan secara finansial, dan mengatakan bahwa ia terbiasa bekerja keras untuk mencari nafkah.

"Saya tidak pernah terlahir kaya. Jika ya, saya tidak perlu memasuki dunia hiburan pada usia 10 tahun," ujar Kris Shen.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini