Sukses

Raja Charles III Hadiri Kebaktian Gereja bersama Ratu Camilla, Momen Publik Pertamanya Usai Didiagnosis Kanker

Liputan6.com, Jakarta - Raja Charles III terlihat menghadiri kebaktian gereja bersama Ratu Camilla. Ini merupakan momen pertamanya di depan publik setelah didiagnosis kanker beberapa waktu lalu. Raja berusia 75 tahun itu hadir di Gereja St Mary Magdalene di Sandringham, Norfolk, pada Minggu, 11 Februari 2024.

Raja sempat melambaikan tangan ke para fotografer saat dia berjalan ke gereja bersama Ratu Camilla (76). Mengenakan jaket cokelat dan celana abu-abu, Charles memegang payung biru dan tersenyum saat dia berjalan bersama istrinya, yang mengenakan jaket putih dan topi hitam, dan Pendeta Canon Dr. Paul Williams.

Ayah dari Pangeran William menyampaikan responsnya atas diagnosis kankernya untuk pertama kalinya pada Sabtu, 10 Februari 2024, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Istana Buckingham sambil berterima kasih kepada masyarakat atas harapan dan dukungan mereka.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas banyak pesan dukungan dan harapan baik yang saya terima dalam beberapa hari terakhir," kata Raja mengawali. "Seperti yang diketahui semua orang yang terkena kanker, pemikiran baik seperti itu adalah penghiburan dan dorongan terbesar."

Raja Charles mengungkapkan perasaannya dan berbesar hati dengan dampak positif dari mengumumkan diagnosis kankernya kepada publik. Hal itu menurutnya bisa meningkatkan kesadaran akan penyakit ini dan kepada organisasi-organisasi yang mendukung pasien dan keluarga kanker di seluruh dunia.

"Kekaguman seumur hidup saya atas perhatian dan dedikasi mereka yang tak kenal lelah semakin besar berkat pengalaman pribadi saya," sambungnya menutup pernyataan itu. 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Detail Kanker Belum Diungkapkan

Pada Senin, 5 Februari 2024, istana mengumumkan bahwa Raja Charles telah didiagnosis menderita kanker. Pengumuman tersebut disampaikan seminggu setelah Raja dirawat di rumah sakit selama tiga hari untuk menjalani operasi pembesaran prostat.

Sifat pasti dari kanker tersebut belum diungkapkan saat ini. Istana mengatakan dalam pernyataannya pada saat itu, "Selama prosedur pembesaran prostat jinak yang dilakukan Raja baru-baru ini di rumah sakit, ada masalah terpisah yang menjadi perhatian. Tes diagnostik selanjutnya telah mengidentifikasi suatu bentuk kanker."

"Yang Mulia hari ini memulai jadwal perawatan rutin, yang selama itu beliau telah disarankan oleh dokter untuk menunda tugas-tugas publik. Selama periode ini, Yang Mulia akan terus menjalankan urusan negara dan urusan resmi seperti biasa," lanjut keterangan pihak istana.

Mereka juga mengungkapkan bahwa Raja berterima kasih kepada tim medisnya atas intervensi cepat mereka yang dimungkinkan berkat prosedur rumah sakit baru-baru ini. "Dia tetap positif mengenai perawatannya dan berharap dapat kembali menjalankan tugas publik sesegera mungkin," sambung mereka.

 

3 dari 4 halaman

Pilihan Raja Charles Mengumumkan Penyakitnya

"Yang Mulia telah memilih untuk membagikan diagnosisnya untuk mencegah spekulasi dan dengan harapan dapat membantu pemahaman publik bagi semua orang di seluruh dunia yang terkena dampak kanker," kata pernyataan itu.

Kunjungan Raja Charles III ke gereja terjadi beberapa hari setelah putranya Pangeran Harry terbang ke Inggris untuk melakukan perjalanan singkat untuk berbicara dengannya menyusul pengumuman diagnosis kanker yang diderita raja.

Setelah tiba di London pada hari Selasa dari Los Angeles, Harry dilaporkan mengunjungi Raja Charles dan Ratu Camilla di Clarence House, tempat mereka tinggal di London, untuk pertemuan pribadi. Sebuah sumber kemudian memberi tahu People tentang reuni keluarga tersebut, "Itu bagus. Mudah-mudahan (Harry) akan membawa cucu-cucunya juga suatu saat nanti, karena itu akan menyenangkan bagi mereka semua."

Berita Raja Charles didiagnosis kanker muncul hanya satu minggu setelah ia menjalani prosedur prostat di rumah sakit swasta London lebih dari seminggu yang lalu. Ini menjadi awal tahun yang sulit bagi Raja Charles III setelah dua diagnosis penyakitnya.

4 dari 4 halaman

Raja Charles Menderita Penyakit Lain

Mengutip dari Tim Citizen Liputan6.com, 11 Februari 2024, dalam film dokumenter BBC Charles III: The Coronation Year yang ditayangkan Boxing Day, penonton melihat Raja Charles tertawa tentang 'sausage finger' yang bengkak saat berbincang dengan putranya, Pangeran William.

Menjelaskan mengapa jari-jari Charles tampak begitu bengkak, dokter umum Chun Tang, Direktur Medis di Pall Mall Medical di Manchester mengatakan kepada Daily Mail, "Seringkali jari bengkak merupakan gejala retensi air yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan."

Kondisi ini muncul karena peradangan dan bisa jadi akibat radang sendi, infeksi bakteri ganda, atau bahkan TBC. Kemungkinan lain kondisi ini dipicu kadar garam yang tinggi, reaksi alergi, efek samping obat, cedera, dan penyakit autoimun. 

Istilah teknis untuk 'jari sosis' adalah daktilitis, mengacu pada pembengkakan parah yang menyerang jari tangan dan kaki seseorang. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Rheumatology, dactylitis terjadi pada 30 sampai 40 persen pasien dengan psoriatic arthritis.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.