Sukses

Taylor Swift Jual Jet Pribadi di Tengah Skandal Kasus Pelacakan Penerbangan

Liputan6.com, Jakarta - Taylor Swift dilaporkan menjual salah satu dari dua jet pribadinya pada "pemilik yang terkait dengan perusahaan yang mengkhususkan diri pada mobil." Penjualan jet tersebut dilaporkan terjadi seminggu sebelum pengacaranya memberi surat penghentian pada seorang mahasiswa yang telah melacak penerbangan Swift dan mengunggah informasinya di media sosial.

Kuasa hukum mengatakan bahwa tindakan orang itu mengarahkan penguntit ke lokasi Swift. Bintang berusia 34 tersebut menjual Dassault Falcon 900 miliknya pada Januari 2024 setelah memilikinya selama lebih dari satu dekade, lapor CNA, dikutip Jumat, 9 Februari 2024.

Menurut catatan Administrasi Penerbangan Federal Amerika (FAA), pemilik baru jet pribadi itu adalah Perseroan Terbatas yang terkait dengan CarShield, sebuah perusahaan yang berspesialisasi dalam perbaikan mobil. Perseroan Terbatas dalam transaksi tersebut disebut Triangle Real Estate, dan berbasis di Missouri.

Perusahaan ini dibentuk pada 2006, dan Nicholas Hamilton ditunjuk sebagai mantan pejabat perusahaan tersebut, menurut TMZ. Alamat pemilik baru jet itu terdaftar sebagai pusat panggilan CarShield di St. Peters, Missouri dan Nick Hamilton adalah CEO CarShield saat ini.

Harga jual jet tersebut belum diungkap ke publik. Namun, Dassault Falcon 900 diperkirakan menarik tawaran sekitar 40 juta dolar AS (sekitar Rp625 miliar). Dengan demikian, Swift kini hanya memiliki jet Dassault 7X.

Sorotan terhadap perjalanan Swift dengan jet pribadi sebenarnya telah bermunculan di media sosial dalam beberapa minggu terakhir. Lewat sejumlah komentar online, tidak sedikit warganet yang menyindir emisi karbon yang dilepaskan dalam setiap penerbangan pribadi pelantun lagu Exile tersebut.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Disindir soal Emisi Karbon

Melansir AP, 6 Februari 2024, Swift berkencan dengan Travis Kelce, salah satu pemain NFL paling terkenal di Kansas City Chiefs. Tumbuhnya romansa di antara pasangan ini telah diawasi ketat, dengan Swift muncul di beberapa pertandingan, yang diduga kuat membuatnya bepergian dengan jet pribadi.

Obrolan semakin keras dalam beberapa hari terakhir setelah Chiefs mengalahkan Baltimore Ravens, pekan lalu, mengirim mereka ke Super Bowl, yang diadakan di Las Vegas pada 11 Februari 2024. Swift adalah yang terbaru dalam daftar panjang selebritas, pejabat pemerintah, dan pebisnis elit yang jadi sorotan terkait perjalanan jet pribadi.

Melihat perjalanan penyanyi itu, baru-baru ini, emisi karbon dioksida dari jet pribadi versus pesawat komersial yang jadi salah satu solusi paling umum, meski kontroversial, untuk mengatasi polusi tersebut pun disuarakan warga dunia maya. Jika Swift menghadiri Super Bowl, ia akan bepergian dari Tokyo, tempat perhentian terbaru dari tur dunianya.

Itu berarti menempuh jarak lebih dari 30,5 ribu kilometer dengan jet pribadi hanya dalam waktu kurang dari dua minggu. Berapa banyak karbon dioksida yang dihasilkan?

3 dari 4 halaman

Kontroversi Naik Jet Pribadi

Meski emisi karbon pastinya bergantung pada banyak faktor, seperti jalur penerbangan dan jumlah penumpang, perkiraan kasar masih mungkin dilakukan, kata Gregory Keoleian, salah satu direktur Pusat Sistem Berkelanjutan di Universitas Michigan.

Di sisi lain, seberapa realistis perjalanan komersial bagi Swift masih bisa diperdebatkan, menurut Keoleian. Sebagaimana diketauhi, ia sangat terkenal sehingga meski ia menginginkan terbang dengan penerbangan komersial, keputusan itu mungkin akan menimbulkan kekacauan bagi awak maskapai penerbangan dan bandara mana pun yang ia kunjungi.

Keoleian mengatakan, ada cara penting lain yang dapat dilakukan figur yang melakukan penerbangan pribadi untuk mengatasi perubahan iklim, seperti melalui pengaruh mereka terhadap sikap dan persepsi publik, investasi, dan siapa yang mereka pilih.

Kontroversi penggunaan jet pribadi oleh Swift menggambarkan "perbedaan besar" antara orang kaya dan masyarakat berpendapatan rendah dalam hal emisi gas rumah kaca yang dihasilkan setiap orang, kata Julia Stein, profesor di Fakultas Hukum Universitas California, Los Angeles.

"Anda melihat hal ini terjadi dalam skala mikrokosmik (dengan Swift), tapi hal ini juga berlaku di negara-negara industri yang secara historis menghasilkan emisi karbon," katanya.

4 dari 4 halaman

Tidak Hanya Taylor Swift

Swift adalah orang terbaru dari banyak orang terkenal yang disoroti terkait polusi yang mereka hasilkan saat menjelajahi dunia. Elon Musk, Bill Gates, Leonardo DiCaprio, dan banyak nama lainnya secara berkala mendapat perhatian karena perjalanan mereka dengan jet pribadi.

"Sangat mengejutkan bahwa Nona Swift mendapatkan begitu banyak kemarahan ketika pelanggan jet pribadi sebagian besar adalah laki-laki berusia di atas 50 tahun," kata Jeff Colgan, seorang profesor ilmu politik di Brown University. "Fokusnya harus ditujukan pada kelompok masyarakat yang lebih luas."

Acara-acara besar, mulai dari Olimpiade hingga pertemuan puncak iklim tahunan PBB, juga mendapat kritik karena ribuan orang datang yang menghadiri acara tersebut pun berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Semua perjalanan udara menghasilkan emisi, meski jet pribadi menghasilkan lebih banyak emisi per orang. Sebuah studi pada 2023 oleh Institute for Policy Studies menemukan bahwa jet pribadi mengeluarkan setidaknya 10 kali lebih banyak polutan per penumpang dibandingkan pesawat komersial.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini