Sukses

6 Fakta Menarik Gunung Ringgit di Jawa Timur yang Bentuknya Seperti Wajah Putri Tertidur

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Ringgit adalah sebuah gunung yang terdapat di Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Gunung ini memiliki ketinggian 1.250 mdpl dan termasuk pendakian yang kurang populer.

Akan tetapi Gunung Ringgit menjadi salah satu puncak yang paling mencolok di Jawa dengan kumpulan tebing yang menarik dan lereng hutan yang curam. Meskipun ketinggiannya rendah, gunung ini harus didaki dari dekat permukaan laut di pantai utara Pasir Putih.

Masih banyak hal mengenai Gunung Ringgit selain lokasi dan ketinggiannya. Berikut enam fakta menarik Gunung Ringgit yang dirangkum Liputan6.com pada Kamis, 8 Februari 2024.

1. Terkenal dengan Nama Gunung Putri Tidur

Gunung Ringgit mempunyai nama terkenal lainnya yaitu Gunung Putri Tidur atau Gunung Putri. Hal ini lantaran menurut masyarakat setempat, pegunungan tersebut terlihat seperti wajah seorang wanita muda jika dilihat dari sisi timur Situbondo.

2. Terdapat Makam Bangsawan Muslim

Mengutip dari laman Gunung Bagging, di gunung ini pun terdapat sebuah makam seorang bangsawan muslim dari Situbondo, yaitu Raden Condro Kusumo. Di kalangan para peziarah ini, Gunung Ringgit lebih terkenal dengan nama Gunung Agung.

Peziarah ini mendaki sepertiga dari lereng gunung. Mereka datang untuk mengunjungi kompleks kuburan tempat mereka berdoa untuk kesehatan dan keberuntungan. Nama 'Agung' diambil dari puncak tertinggi kedua di pegunungan tersebut, untuk para peziarah di jalur pendakian juga terdapat anak tangga yang disiapkan menuju makam tersebut.  

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

3. Titik Awal Pendakian ke Gunung Ringgit

Jalur dimulai dari jalan utama pantai utara di SD Klatakan Pecaron di desa Pecaron (beberapa kilometer sebelah timur Pasir Putih dan sedikit di atas permukaan laut. Jalannya sangat jernih dan sangat lebar hingga ke kompleks keagamaan Agung (ketinggian 315 mdpl) dan mengikuti pipa air besar hingga ke atas lereng bukit.

Kurang dari satu jam Anda akan sampai di kompleks makam bangsawan Muslim kuno penting dari daerah Situbondo, Raden Condro Kudumo. Di sana Anda pasti akan disambut Pak Haji Taufik dan disuguhi rokok kretek dan kopi. 

Setelah Pak Haji memberikan restunya dan berbincang-bincang dengan Anda, beliau akan mempersilakan Anda melanjutkan perjalanan ke atas lereng bukit, satu-satunya puncak yang dapat diakses.

Walaupun ketinggian gunung ini hanya 1.250 mdpl, tetapi jalur pendakian gunung ket titik puncaknya bisa dikategorikan sulit. Hal ini lantaran para pendaki akan dihadapkan dengan tebing yang tingkat kemiringannya dapat mencapai 90 derajat. Oleh karenanya, keterampilan panjat tebing sangat dibutuhkan dalam pendakian ke puncak gunung ini.

3 dari 4 halaman

4. Didatangi Ratusan Peziarah Setiap Hari

Puluhan, bahkan ratusan, masyarakat lokal mendaki ke sini setiap hari dan jika Anda bukan orang Indonesia maka diharapkan untuk punya banyak pertanyaan menyenangkan yang diajukan kepada Anda dan banyak sekali foto yang diambil! Perhatikan juga banyaknya monyet yang tinggal di sekitar sini dan mencoba mencuri makanan dari para peziarah.

5. Pemandangan dari Gunung Ringgit

Ada beberapa pemandangan bagus ke arah Gunung Carron kecil dan lautan tepat di luar kompleks makam. namun perlu diketahui bahwa tidak ada sumber air di luar titik ini. Anda akan segera mencapai daerah datar yang luas di mana para pendaki sering beristirahat sejenak, setelah mencapai awal punggung bukit (765 mdpl).

Lebih jauh lagi, ada beberapa bagian yang curam dan berbatu-batu dengan potongan tali tipis yang melekat padanya. Satu bagian bahkan dilengkapi dengan tangga logam untuk membantu Anda mendaki medan yang mungkin cukup sulit, berhati-hatilah di sini.

4 dari 4 halaman

6. Puncaknya dinamakan Suunan

Anda akan segera mencapai punggung bukit di mana terdapat beberapa batu besar yang disebut 'Batu Ampar', pada ketinggian 936 mdpl. Jalur berlanjut di sepanjang punggung bukit yang curam dan menaiki beberapa bagian yang lebih menantang sebelum mencapai puncaknya dengan bagian akhir yang hanya bertali di bawah puncak Suunan (1.138 mdpl).

Terdapat sebuah gua kecil dan kuburan di puncaknya dan pemandangan ke bawah tebing curam sangat indah saat cuaca cerah. Ini diberi label Gunung Agung di peta Bakosurtanal dengan dua puncak 1.163 mdpl ( barat) dan 1.156 mdpl (timur).

Tidak ada akses lebih jauh ke arah barat menuju puncak lainnya karena kecuraman medan sehingga jalur berakhir di sini.Puncak tertinggi (hanya 1.201 mdpl di peta Bakosurtanal) terletak sekitar 1,8 km ke arah barat dan mungkin layak untuk diselidiki. dari sisi Kukusan ke arah tenggara gunung. Untuk pulang, kembalilah melalui jalan yang sama menuju jalan utama di Pecaron.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini