Sukses

Mengejutkan, Ini Kisah Tragis di Balik Victoria's Secret

Berikut sejarah di balik besarnya merek pakaian dalam perempuan paling populer di seluruh dunia, Victoria's Secret.

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tidak mengenal merek ternama yang satu ini? Selain karena dipresentasikan oleh para model kawakan dunia, Victoria's Secret juga dikenal sebagai salah satu merek pakaian dalam perempuan nomor satu di dunia. Satu pasang lingerie yang diperagakan Victoria's Secret harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah di Indonesia. Namun, tahukah Anda sejarah dari merek ini? Tahukah Anda bagaimana awal mula Victoria's Secret terbentuk?

Dilansir dari elitereaders.com, Senin (14/3/2016), pada pertengahan tahun 1970, seorang pria berumur 30 tahun bernama Roy Raymond pergi ke sebuah department store untuk memberikan hadiah beberapa lingerie kepada istrinya. Namun, di sana Raymond merasa dirinya dipandang sebagai seorang pria yang cabul.

Berangkat dari kejadian tersebut dan beberapa pengalaman teman prianya, Raymond memiliki ide untuk membuka sebuah toko lingerie yang akan membuat para pria merasa nyaman untuk berbelanja di sana. Yang ada di bayangan Raymond saat itu adalah era Victoria, di mana hal tersebut merupakan alasan dari nama Victoria's Secret yang ada sampai saat ini.

Pada tahun 1977 dengan uang sebanyak 80,000 Dolar AS, Raymond dan istrinya menyewa sebuah ruang di sebuah pusat perbelanjaan di Palo Alto, Calif. Dari sini, Victoria's Secret mulai mengubah pandangan banyak orang tentang lingerie. Lingerie tidak hanya tentang kesenangan, namun juga fungsi, praktis, dan daya tahan.

Bisnis Raymond berkembang dengan sangat baik. Katalog Victoria's Secret ditampilkan dengan wanita seksi yang memakai pakaian dalam berenda. Hal ini juga mampu membuat Victoria's Secret menarik pelanggan dari seluruh belahan dunia. Dalam 5 tahun bisnisnya dimulai, Victoria's Secret berhasil membuka 3 toko cabang lagi di San Fransisco. Pada 1982, perusahaan Raymod berhasil meraih omset sebesar 4 juta Dolar AS.

Mengejutkan, Ini Kisah Tragis di Balik Victoria Secret. Sumber : express.co.uk.

Namun, kesuksesan ini tidak berjalan lama. Menurut para ahli manajemen, saat itu Victoria's Secret mendekati kebangkrutan.

Datanglah Leslie Wexner, seorang pebisnis pakaian olahraga bernama The Limited, yang sedang naik daun saat itu. Saat mengunjungi beberapa toko di San Fransisco, Leslie juga datang ke toko Victoria's Secret dan melihat lingerie yang paling seksi yang pernah ia saksikan di Amerika.

Seketika itu juga, Leslie memahami kegagalan yang Raymond. Menurutnya, Raymond terlalu fokus terhadap pelanggan pria, sehingga ia kehilangan kesempatan untuk menarik minat dari para pelanggan wanita. Leslie berasumsi bahwa para wanita sama tidak nyamannya dengan yang dialami Raymod ketika membeli lingerie terdahulu.

Leslie yang melihat potensi dari merek ini, kemudian membelinya dengan harga 1 juta Dolar AS. Cita-cita Leslie adalah bahwa para pelanggan wanitanya dapat menggunakan lingerie sebagai bagian sehari-hari mereka, bukan lagi untuk acara khusus, seperti bulan madu. Dan Leslie mengakui dengan bangga bahwa para wanita Amerika menerima idenya cemerlang. Leslie ingin mencapai permintaan yang lebih besar dari para wanita dengan menciptakan kemewahan.

Mengejutkan, Ini Kisah Tragis di Balik Victoria Secret. Sumber : celebfamily.com

Dan keinginan ini terkabul. Para wanita berbelanja di toko dengan para pria yang melihat-lihat katalog. Pada tahun 1955, Victoria's Secret berhasil meraih omset sebanyak 1,9 juta Dolar AS dan 670 toko di seluruh Amerika.

Saat ini, Victoria's Secret telah menjadi merek pakaian paling populer di seluruh dunia, dengan pendapatan mendekati 5 juta Dolar AS setiap tahunnya.

Namun, di luar kesuksesan Leslie dengan Victoria's Secret, kehidupan Raymond berjalan semakin buruk. Setelah menjual perusahaannya kepada Leslie, Raymod masih menjabat sebagai presiden dari Victoria's Secret selama satu tahun sebelum akhirnya keluar untuk membuka perusahaan barang-barang mewah untuk anak-anak yang diberi nama My Child's Destiny di San Fransisco.

Namun karena strategi dan lokasi yang tidak tepat, Raymond mengalami kebangkrutan di tahun 1986. Tidak hanya itu, Raymond juga bercerai dengan istrinya pada tahun 1993. Karena hidupnya yang berantakan, Raymond memutuskan mengakhiri hidupnya dengan lompat dari Golden Gate Bridge, meninggalkan dua orang anaknya yang masih remaja.

Mengejutkan, Ini Kisah Tragis di Balik Victoria Secret. Sumber : nlcafe.hu.

Roy Raymond seakan mengajarkan dua hal. Ia berhasil menghapus semua rasa malu untuk membeli pakaian dalam di sebuah toko. Namun, kesuksesannya juga memberikan peringatan bahwa ambisi yang terlalu besar dan tidak tercapai juga bukan hal yang baik.
Sedangkan, Leslie memiliki visi dan kemampuan. Ia membayangkan dunia sebagai sebuah tempat di mana tidak ada satu hal pun yang tidak bisa disebutkan dan membuatnya menjadi kenyataan. Leslie mampu membuat pakaian dalam adalah suatu hal yang sama pentingnya dengan pakaian mana pun.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.