Liputan6.com, Jakarta - Setiap manusia pasti pernah bimbang saat menghadapi situasi yang membingungkan. Pilihan yang sulit, keputusan yang berat, dan masa depan yang tidak pasti sering kali membuat hati gelisah.
Dalam kondisi seperti ini, seorang Muslim diajarkan untuk tidak mengandalkan akal dan kekuatannya sendiri, melainkan bersandar kepada Allah SWT yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Doa meminta petunjuk Allah menjadi ikhtiar batin ketika dihadapkan pada kebimbangan.
Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah, karena di dalamnya terkandung pengakuan akan kehambaan diri dan ketergantungan total kepada Sang Pencipta.
Advertisement
Dalam Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, al-Badr juga menegaskan bahwa doa adalah sarana paling ampuh untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya dalam segala urusan.
Al-Qur'an mengabadikan doa-doa para nabi yang memohon petunjuk dalam berbagai situasi, mulai dari Nabi Musa AS yang memohon kelapangan dada sebelum menghadapi Firaun, hingga Ashabul Kahfi yang memohon rahmat dan petunjuk ketika berlindung di dalam gua. Doa-doa ini menjadi pedoman spiritual yang dapat diamalkan oleh setiap Muslim yang mendambakan bimbingan Allah dalam kehidupannya.
Bacaan Lengkap Doa Meminta Petunjuk Allah
Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menyebutkan bahwa memperbanyak doa memohon petunjuk merupakan amalan yang diajarkan Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu.
1. Doa Istikharah (Memohon Pilihan Terbaik)
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي
Latin: Allaahumma innii astakhiiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal 'azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta'lamu anna hadzal amra khairun lii fii diinii wa ma'aasyi wa 'aaqibati amrii faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiih. Wa in kunta ta'lamu anna hadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma'aasyi wa 'aaqibati amrii fashrifhu 'annii, washrifnii 'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma ardhinii.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari keutamaan-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka tetapkanlah ia untukku, mudahkanlah bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya, dan tetapkanlah kebaikan untukku di mana pun ia berada, kemudian ridhailah aku." (HR. Al-Bukhari)
Doa ini diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya untuk digunakan dalam setiap urusan yang membutuhkan keputusan. Dalam hadis riwayat Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Jika salah seorang dari kalian memiliki kepentingan untuk melakukan sesuatu, hendaklah ia melaksanakan salat dua rakaat di luar salat fardhu, lalu membaca doa..." (HR. Al-Bukhari, Abu Daud, dan At-Tirmidzi).
Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa istikharah adalah doa yang paling lengkap untuk memohon petunjuk, karena di dalamnya terkandung pengakuan akan keterbatasan ilmu dan kekuatan manusia, serta penyerahan sepenuhnya kepada ilmu dan kekuasaan Allah.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mengandung tawassul dengan sifat ilmu dan kekuasaan Allah, yang merupakan cara terbaik untuk memohon petunjuk dalam mengambil keputusan.
2. Doa Memohon Hidayah, Ketakwaan, dan Kecukupan
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Latin: Allaahumma innii as-alukal hudaa wat tuqaa wal 'afaafa wal ghinaa
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan (kaya hati)." (HR. Muslim no. 2721)
Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud RA bahwa Nabi SAW biasa berdoa dengan doa ini. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mencakup empat permohonan yang sangat penting bagi kehidupan seorang Muslim: al-hudaa (petunjuk), at-tuqaa (ketakwaan), al-'afaaf (kesucian diri dari hal-hal yang haram), dan al-ghinaa (kecukupan sehingga tidak meminta-minta kepada manusia).
Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa al-hudaa berarti petunjuk kepada jalan yang benar, sedangkan at-tuqaa berarti menjauhi segala larangan Allah. Al-'afaaf berarti menjaga kehormatan diri dari meminta-minta, dan al-ghinaa berarti kekayaan hati yang membuat seseorang merasa cukup dengan apa yang Allah berikan.
Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menyebutkan bahwa doa ini termasuk doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Doa Nabi Musa AS (Memohon Kelapangan dan Petunjuk)
Arab: رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: Rabbi-syrah lii shadrii wa yassir lii amrii wahlul 'uqdatam min lisaanii yafqahuu qaulii
Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 25-28)
Doa ini dipanjatkan Nabi Musa AS ketika diperintah Allah untuk berdakwah kepada Raja Firaun. Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Nabi Musa AS memohon agar Allah melapangkan dadanya, memudahkan urusannya, dan menjaga perkataannya.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa kelapangan dada adalah nikmat terbesar yang memudahkan seseorang untuk menerima kebenaran, sedangkan sempitnya hati adalah sebab tersesatnya manusia.
4. Doa Ashabul Kahfi (Memohon Rahmat dan Petunjuk)
Arab: رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Latin: Rabbanā ātinā min ladunka raḥmatan wa hayyi' lanā min amrinā rasyadā
Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami." (QS. Al-Kahfi: 10)
Doa ini dipanjatkan oleh para pemuda Ashabul Kahfi ketika mereka berlindung di dalam gua untuk mempertahankan keimanan. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan rahmat dan petunjuk dalam menghadapi situasi yang sulit.
Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menyebutkan bahwa doa ini mengajarkan seorang hamba untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi situasi yang tidak menentu.
5. Doa Memohon Kelurusan Hidup
Arab: اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي
Latin: Allaahummah dinii wa saddidnii
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah aku." (HR. Muslim no. 2725)
Doa ini diajarkan Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib RA. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Ali, ucapkanlah doa: 'Allaahummah dinii wa saddidnii' (Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku dan berilah aku jalan yang lurus)."
Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengandung dua permohonan: petunjuk (hidayah) dan kelurusan (sadaad). Petunjuk berarti mengetahui kebenaran, sedangkan kelurusan berarti kemampuan untuk mengamalkan kebenaran tersebut.
6. Doa Memohon Rahmat yang Menghadirkan Petunjuk
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تُهْدِي بِهَا قَلْبِي وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِي وَتَرُدُّ بِهَا الْفِتَنَ عَنِّي وَتُصْلِحُ بِهَا دِينِي وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِي وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي وَتُبَيِّضُ بِهَا وَجْهِي وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ
Latin: Allaahumma innii as-aluka rahmatan min 'indika tahdii bihaa qalbii, wa tajma'u bihaa syamlii, wa taruddu bihal fitana 'annii, wa tushlihu bihaa diinii, wa tahfazhu bihaa ghaaibii, wa tarfa'u bihaa syaahidii, wa tuzakkii bihaa 'amalii, wa tubayyidhu bihaa wajhii, wa tulhimunii bihaa rusydii, wa ta'shimunii bihaa min kulli suu-in
Artinya: "Ya Allah, aku memohon pada-Mu curahan rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya hatiku mendapat petunjuk, terkumpul segala yang tercerai-berai dan terhimpun segala yang terpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diriku dan bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesuatu yang jauh dariku dan terangkat apa yang dekat denganku, disucikan segala perbuatanku dan dicerahkan wajahku, diberi ilham menuju petunjuk dan terpelihara diriku dari segala sesuatu yang jelek."
Doa ini disebutkan dalam Kumpulan Doa-Doa terbitan Kementerian Agama RI. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan yang sangat lengkap, mencakup petunjuk hati, terkumpulnya urusan yang berserakan, tertolaknya fitnah, perbaikan agama, perlindungan dari segala keburukan, dan ilham untuk mendapatkan petunjuk.
Doa ini dianjurkan untuk dibaca terutama setelah salat Subuh dan dalam rangkaian wirid salat sunnah fajar.
Tata Cara dan Waktu Terbaik Doa Meminta Petunjuk Allah
Tata Cara Berdoa
1. Bersuci dan Menghadap Kiblat
Sebelum berdoa, hendaklah berwudhu dan menghadap kiblat sebagai bentuk penghormatan dan keseriusan dalam memohon kepada Allah.
2. Memulai dengan Memuji Allah dan Berselawat
Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menjelaskan bahwa doa hendaklah dimulai dengan memuji Allah dan berselawat kepada Rasulullah SAW sebelum menyampaikan permohonan.
3. Berdoa dengan Penuh Kekhusyukan dan Keyakinan
Rasulullah SAW bersabda: "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian benar-benar yakin bahwa Allah akan memustajabkan doa tersebut. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak memustajabkan doa daripada hati yang lalai dan tidak khusyu." (HR. At-Tirmidzi)
4. Melaksanakan Salat Istikharah (untuk Keputusan Penting)
Untuk urusan yang membutuhkan keputusan penting, dianjurkan melaksanakan salat istikharah dua rakaat terlebih dahulu. Dalam hadis riwayat Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Jika salah seorang dari kalian memiliki kepentingan untuk melakukan sesuatu, hendaklah ia melaksanakan salat dua rakaat di luar salat fardhu, lalu membaca doa istikharah..." (HR. Al-Bukhari). Pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas.
5. Mengulang Doa dan Tidak Berputus Asa
Abdullah bin Mas'ud RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW suka berdoa dan beristighfar sebanyak tiga kali. Seorang hamba hendaklah mengulang-ulang doanya dan tidak merasa jemu memohon kepada Allah.
6. Disertai dengan Istighfar dan Taubat
Dalam Koleksi Doa dan Zikir, dijelaskan bahwa maksiat adalah penyebab utama penghalang mustajabnya doa. Maka hendaklah bertaubat dan beristighfar sebelum berdoa.
Waktu Terbaik Berdoa
1. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Sahur)
Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu paling istimewa untuk berdoa. Allah SWT turun ke langit dunia pada waktu ini dan berfirman: "Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Waktu sepertiga malam ketiga berlangsung pada pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB dan dianggap sebagai waktu paling mustajab untuk memanjatkan doa serta memohon petunjuk.
2. Setelah Salat Fardhu
Setelah menunaikan salat wajib adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk membaca doa-doa memohon petunjuk.
3. Antara Adzan dan Iqamah
Rasulullah SAW bersabda: "Doa tidak akan tertolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah." (HR. Tirmidzi)
4. Ketika Sujud dalam Salat
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekat-dekat hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)
5. Hari Jumat
Hari Jumat adalah hari yang penuh berkah, dan di dalamnya terdapat waktu-waktu mustajab untuk berdoa.
6. Setelah Salat Istikharah
Doa istikharah dibaca setelah selesai melaksanakan salat istikharah dua rakaat. Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin, salat istikharah dapat dilaksanakan kapan saja, namun waktu yang paling utama adalah pada malam hari sebelum tidur.
Hikmah Doa Meminta Petunjuk Allah
1. Mendapatkan Bimbingan Menuju Jalan yang Lurus
Hikmah pertama adalah mendapatkan bimbingan menuju jalan yang lurus. Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad mengatakan bahwa doa memohon petunjuk mengandung seagung-agung tuntutan seorang hamba, yaitu mendapatkan petunjuk menuju jalan yang lurus. Dengan meniti jalan itulah seseorang akan keluar dari berbagai kegelapan menuju cahaya serta akan menuai keberhasilan dunia dan akhirat.
2. Melatih Kesabaran dan Ketawakalan
Hikmah kedua adalah melatih kesabaran dan ketawakalan. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa memohon petunjuk mengajarkan seorang hamba untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar maksimal. Hasil akhir adalah milik Allah, dan tugas hamba adalah berusaha dan berdoa dengan sebaik-baiknya.
3. Menumbuhkan Optimisme dan Menjauhi Keputusasaan
Hikmah ketiga adalah menumbuhkan optimisme. Kisah para nabi yang tetap berdoa memohon petunjuk dalam kondisi sulit mengajarkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Nabi Musa AS tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah meskipun menghadapi tugas yang sangat berat.
4. Memperkuat Tauhid dan Kedekatan dengan Allah
Hikmah keempat adalah memperkuat tauhid. Doa-doa memohon petunjuk yang dipanjatkan para nabi menunjukkan bahwa hanya Allah-lah tempat bergantung dan memohon pertolongan. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa adalah ibadah yang paling mulia karena mengandung pengakuan akan keesaan Allah.
5. Meneladani Doa Para Nabi dan Orang Saleh
Hikmah kelima adalah meneladani doa para nabi. Al-Qur'an mengabadikan doa-doa Nabi Musa AS, Ashabul Kahfi, dan lainnya yang dipanjatkan untuk memohon petunjuk. Dengan mengamalkan doa-doa ini, seorang Muslim mengikuti jejak para nabi dan orang-orang saleh dalam menghadapi ujian hidup.
Pertanyaan Seputar Doa Meminta Petunjuk
1. Apa doa yang paling dianjurkan untuk meminta petunjuk Allah?
Doa yang paling dianjurkan untuk meminta petunjuk adalah doa istikharah: Allaahumma innii astakhiiruka bi 'ilmika... (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan ilmu-Mu...). Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk digunakan dalam setiap urusan yang membutuhkan keputusan (HR. Al-Bukhari).
2. Apakah ada doa singkat untuk meminta petunjuk?
Ya, doa singkat yang diajarkan Rasulullah SAW adalah Allaahummah dinii wa saddidnii (Ya Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah aku). Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan sangat mudah diamalkan setiap hari.
3. Kapan waktu terbaik untuk berdoa meminta petunjuk?
Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, setelah salat fardhu, antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam salat, hari Jumat, dan setelah melaksanakan salat istikharah. Waktu sepertiga malam ketiga (pukul 01.00-04.00) dianggap sebagai waktu paling mustajab.
4. Apakah salat istikharah harus dilakukan untuk setiap keputusan?
Salat istikharah dianjurkan untuk keputusan-keputusan penting yang membuat seseorang bimbang, seperti memilih pasangan hidup, pekerjaan, atau tempat tinggal. Untuk keputusan kecil yang sudah jelas baik atau buruknya, tidak perlu salat istikharah.
5. Apa yang harus dilakukan jika belum mendapatkan petunjuk setelah berdoa?
Hendaklah terus berdoa dan tidak berputus asa, karena Allah akan mengabulkan doa pada waktu yang Dia kehendaki. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa tidak pernah sia-sia; jika tidak dikabulkan di dunia, maka pahalanya akan disimpan di akhirat. Ulangi salat istikharah hingga tiga kali atau lebih, dan perhatikan kecenderungan hati serta kemudahan yang Allah berikan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4344696/original/048405500_1677815277-hands-women-who-raise-their-hands.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375795/original/082672100_1792226178-IMG_20261017_112958_365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4652541/original/045164600_1700205994-Ilustrasi_ibu__bayi_laki-laki__Islami__muslim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375734/original/006935600_1792214996-1000662092.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489087/original/010300600_1769820944-Doa_Membaca_Yasin_Nisfu_Syaban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375729/original/030756200_1792214818-000_33K83XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375700/original/017006900_1792210808-IMG_20261017_100110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375675/original/024616400_1792207272-WhatsApp_Image_2026-10-17_at_10.13.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375655/original/2203975-email-attachment_2026_10_17_hermawan-arifianto_krisis-bbm-kembali-terjadi-di-jember-pertamina-sebut-jadwal-kapal-tangker-yang-berubah_antre_BBM_Jember_Jatimnet_Atta.jpeg.2000x1333_q85_crop.jpg)