Liputan6.com, Jakarta - Kelahiran seorang anak adalah momen yang dinanti-nantikan sekaligus amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap orang tua. Islam mengajarkan agar kalimat pertama yang didengar bayi adalah kalimat tauhid, sebagaimana praktik Rasulullah SAW yang mengumandangkan azan di telinga Al-Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya.
Rangkaian doa untuk bayi setelah lahir menjadi fondasi awal bagi tumbuh kembang anak sekaligus harapan besar orang tua kepada buah hatinya.
Sayyid Muhammad bin 'Ali al-Tarimi dalam kitab al-Wasail al-Syafi'ah fi al-Adzkar al-Nafi'ah wa al-Aurad al-Jami'ah merangkum rangkaian dzikir dan doa yang dianjurkan saat bayi baru lahir. Rangkaian ini utamanya dilakukan oleh ayah, namun tetap dianjurkan bagi ibu dan keluarga yang hadir.
Advertisement
Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud menjelaskan bahwa rahasia azan adalah agar yang pertama menembus pendengaran bayi adalah kalimat kebesaran Allah dan syahadat, sehingga pengaruhnya meresap ke dalam hati meskipun bayi belum memahami maknanya.
Nur Laily Fauziyah dalam jurnal Pendidikan Pascakelahiran Bayi Perspektif Hadis Nabi menjelaskan pendidikan anak dalam Islam sesungguhnya dimulai sejak kelahiran, bahkan sebelum itu. Mengutip Abdullah Nashih Ulwan dalam Tarbiyatul Aulad fil Islam, orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini.
Rangkaian doa yang dibacakan di telinga bayi baru lahir menjadi sarana pendidikan akidah, akhlak, dan kesehatan yang menyeluruh. Setiap lafaz yang dibacakan mengandung makna mendalam yang akan membekas dalam jiwa anak sepanjang hidupnya.
Rangkaian Doa untuk Bayi Setelah Lahir
1. Adzan pada Telinga Bayi Sebelah Kanan
Azan dikumandangkan di telinga kanan bayi segera setelah lahir. Praktik ini berdasarkan hadis riwayat Abu Rafi' yang berkata, "Aku melihat Rasulullah SAW mengumandangkan azan pada telinga Al-Hasan bin Ali setelah Fatimah melahirkannya."
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 5105), Imam At-Tirmidzi (no. 1514), dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya. Imam At-Tirmidzi menilai hadis ini hasan sahih, dan Imam Al-Hakim juga mensahihkannya.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud menjelaskan bahwa rahasia azan adalah agar yang pertama menembus pendengaran bayi adalah kalimat keagungan dan kebesaran Ilahi.
Dalam azan terkandung syahadat yang merupakan jalan pertama menuju Islam. Dengan azan, seolah-olah bayi diajarkan tentang syiar Islam sejak ia memasuki dunia, sebagaimana kelak ia akan diajari kalimat tauhid ketika hendak meninggalkannya. Ibnu Qayyim juga menegaskan bahwa setan akan mendengar kalimat azan yang membuatnya lemah dan marah saat pertama kali hendak mendekati anak manusia.
2. Membaca Iqamah pada Telinga Bayi Sebelah Kiri
Setelah azan dikumandangkan di telinga kanan, iqamah dibacakan di telinga kiri bayi. Iqamah adalah seruan yang dikumandangkan sebelum shalat didirikan, dengan lafaz yang hampir sama dengan azan, namun ditambahkan kalimat qad qāmatish-shalāh setelah hayya 'alal-falāh.
Para ulama mazhab Syafi'i menganjurkan pembacaan iqamah di telinga kiri bayi, berdasarkan hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengumandangkan azan di telinga kanan Al-Hasan dan iqamah di telinga kirinya.
Meskipun hadis ini dinilai dhaif oleh sebagian ulama karena perawi Asim bin Ubaidillah, para ulama sepakat bahwa hadis ini dapat diamalkan untuk fadhail a'mal (keutamaan amal) selama tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadis yang lebih kuat.
Imam Malik dalam mazhabnya menghukumi makruh praktik ini, namun jumhur ulama tetap menganjurkannya sebagai bentuk penanaman kalimat tauhid di kedua telinga bayi.
3. Membaca Doa Kesalehan pada Telinga Bayi Sebelah Kanan
Doa ini dibaca pada telinga kanan bayi setelah azan dan iqamah. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami dalam kitab Al-Firdaus dari Sayidah Aisyah, bahwa Nabi SAW ketika menerima bayi yang baru lahir mengucapkan doa tersebut.
Sayyid Muhammad bin 'Ali al-Tarimi juga mencantumkan doa ini dalam kitab al-Wasail al-Syafi'ah (hlm. 269). Dalam kitab yang sama, disebutkan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari berkata bahwa Rasulullah ketika mengambil bayi, beliau meletakkannya di pangkuannya, kemudian mentahniknya dan mendoakan keberkahan padanya, lalu mengucapkan doa ini.
Adapun lafaz doanya adalah:
اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا
Allāhummaj'alhu bārran taqiyyan rasyīdan wa-anbit-hu fil islāmi nabātan hasanan
"Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik."
Doa ini mencakup tiga permohonan utama. Pertama, bārran yang berarti berbakti kepada orang tua dan Allah. Kedua, taqiyyan yang berarti bertakwa, menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.
Ketiga, rasyīdan yang berarti cerdas dan mendapat petunjuk dalam menjalani kehidupan. Ketiga sifat ini merupakan fondasi kepribadian Muslim yang sempurna, yang harus ditanamkan sejak dini melalui doa orang tua.
4. Membaca Surat al-Ikhlash pada Telinga Bayi Sebelah Kanan
Surat al-Ikhlash dibacakan setelah doa kesalehan. Surat ini mengandung inti tauhid yang menjadi fondasi keimanan seorang Muslim. Membacakannya di telinga bayi menanamkan benih ketauhidan sejak dini, sebagaimana tradisi membiasakan membaca surat al-Qadr sambil meletakkan tangan di atas kepala bayi.
5. Membaca Surat al-Qadr pada Telinga Bayi Sebelah Kanan
Surat al-Qadr dibacakan setelah surat al-Ikhlash. Surat ini mengajarkan tentang kemuliaan Al-Qur'an dan malam diturunkannya. Membacakannya kepada bayi menjadi doa agar kelak ia menjadi ahli Al-Qur'an dan mendapat keberkahan. Pembacaan surat al-Qadr sambil meletakkan tangan di atas kepala bayi.
6. Membaca Ayat QS Ali Imran (3: 36) pada Telinga Bayi Sebelah Kanan
Ayat ini merupakan doa yang dipanjatkan istri Imran ketika melahirkan Maryam. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur'an sebagai teladan doa perlindungan bagi anak dan keturunannya. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari gangguan setan sejak lahir hingga dewasa.
Lafaz ayat tersebut adalah:
وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: Wa innī u'īdzu bika wadzurriyyatahā minasysyaithānir rajīm
Artinya: "Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk."
Dalam konteks bayi laki-laki, lafaz doa dapat disesuaikan menjadi u'īdzuhu dan dzurriyyatahu. Doa ini telah dibaca oleh istri Imran ketika melahirkan Maryam, sebagaimana firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 36.
7. Membaca Doa Perlindungan pada Telinga Bayi Sebelah Kanan
Doa terakhir yang dibacakan adalah doa perlindungan dari segala gangguan. Doa ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW biasa membacakannya untuk melindungi Al-Hasan dan Al-Husain.
Sayid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar (Cetakan Al-'Aidrus, Jakarta) mencantumkan doa ini sebagai wirid perlindungan untuk anak-anak.
Lafaz doanya adalah:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ
Latin: A'ūdzu bikalimātiLlāhi at-tāmmati min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli 'ainin lāmmatin
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat."
Doa ini mencakup perlindungan dari tiga hal: gangguan setan, binatang berbahaya, dan 'ain (pandangan jahat). Doa ini dibaca dengan harapan Allah melindungi anak-anak dari gangguan makhluk halus, sengatan serangga atau binatang kecil, dan juga mata dengki orang-orang dewasa.
Fadhilah Membaca Doa untuk Bayi Setelah Lahir
Pertama, menanamkan kalimat tauhid sejak dini. Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud menjelaskan bahwa azan di telinga bayi memastikan kalimat pertama yang didengar adalah kalimat kebesaran Allah dan syahadat. Pengaruh adzan akan sampai ke dalam hati bayi meskipun ia belum memahami maknanya. Hal ini menjadi fondasi keimanan yang kokoh sepanjang hidupnya.
Kedua, perlindungan dari gangguan setan. Ibnu Qayyim menyebutkan bahwa setan yang mendampingi bayi akan mendengar kalimat azan yang melemahkan dan mengusirnya. Doa-doa perlindungan yang dibacakan menciptakan benteng spiritual bagi bayi. Dalam hadis riwayat Husein bin Ali, disebutkan bahwa bayi yang diadzankan di telinga kanan dan diiqamahkan di telinga kiri akan dijauhkan dari Ummush Sibyan, jin perempuan yang mengganggu anak-anak.
Ketiga, pendidikan akidah, akhlak, dan kesehatan. Nur Laily Fauziyah dalam penelitiannya yang berjudul "Pendidikan Pascakelahiran Bayi Perspektif Hadis Nabi" menyimpulkan bahwa rangkaian doa ini mengandung aspek pendidikan akidah keimanan melalui azan, pendidikan akhlak melalui pemberian nama yang baik, serta pendidikan kesehatan melalui tahnik dan mencukur rambut.
Keempat, mempererat ikatan sosial. Tahni'ah (ucapan selamat) dan akikah yang menyertai prosesi doa menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial antar umat Muslim. Penyampaian kabar gembira dan ucapan doa selamat dari khalayak merupakan tradisi yang bernilai sunnah.
Kelima, membangun fondasi kepribadian Muslim. Abdullah Nashih Ulwan dalam Tarbiyatul Aulad fil Islam menegaskan bahwa doa orang tua berpengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian anak di masa depan. Doa kesalehan yang dipanjatkan dengan penuh harap akan menjadi energi spiritual yang mengiringi pertumbuhan anak.
Keenam, melatih dan menguatkan bayi secara fisik. Tahnik, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian Abu Bakar Djafar dkk., dapat memperkuat otot-otot mulut dengan gerakan lidah menuju langit-langit dan kedua rahang. Rasa manis dari kurma yang dilumatkan akan cepat masuk ke dalam liver dan bermanfaat bagi bayi, serta menambah kadar glukosa yang sangat dibutuhkan bayi baru lahir.
Pertanyaan Seputar Doa Bayi Baru Lahir
1. Apakah doa bayi baru lahir harus dibaca oleh ayah saja?
Menurut Sayyid Muhammad bin 'Ali al-Tarimi dalam al-Wasail al-Syafi'ah, rangkaian dzikir dan doa ini utamanya dilakukan oleh ayah, namun tetap dianjurkan bagi ibu dan keluarga yang hadir. Perempuan juga dapat membaca azan, iqamah, surat al-Ikhlash, surat al-Qadr, dan ayat Ali Imran 36 pada bayi yang baru lahir.
2. Kapan waktu yang tepat membaca doa untuk bayi baru lahir?
Doa-doa ini dibaca segera setelah bayi lahir, idealnya sebelum atau sesaat setelah dimandikan. Namun jika ada keterlambatan, tetap dianjurkan untuk melaksanakannya. Tradisi NU Salafus Shalih membiasakan membaca surat al-Qadr sambil meletakkan tangan di atas kepala bayi.
3. Apakah hadis tentang azan di telinga bayi sahih?
Hadis ini dinilai dhaif dari segi sanad karena perawi Asim bin Ubaidillah, namun Imam At-Tirmidzi menilainya hasan sahih dan Imam Al-Hakim mensahihkannya. Para ulama sepakat bahwa hadis ini dapat diamalkan untuk fadhail a'mal karena tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadis yang lebih kuat.
4. Bisakah doa ini dibaca untuk bayi perempuan dan laki-laki?
Ya, doa dapat disesuaikan dengan kata ganti. Untuk bayi perempuan menggunakan *-hā* dan untuk laki-laki menggunakan *-hu*. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa doa perlindungan ini berlaku untuk keduanya.
5. Apa yang harus dilakukan jika bayi menangis terus tanpa sebab?
Orang tua dianjurkan untuk membacakan doa perlindungan A'ūdzu bikalimātiLlāhi at-tāmmati dan meletakkan tangan di atas kepala bayi. menyarankan agar orang tua melazimkan wirid setelah shalat lima waktu sebagai benteng spiritual bagi anak-anak mereka.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4652541/original/045164600_1700205994-Ilustrasi_ibu__bayi_laki-laki__Islami__muslim.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)