Liputan6.com, Jakarta - Ayat Al-Qur'an tentang doa memohon tambahan ilmu menjadi fondasi spiritual yang menegaskan bahwa pencarian pengetahuan bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan perjalanan transendental yang menuntut kesabaran, ketelitian, dan kerendahan hati intelektual.
Termaktub dalam QS. Thaha ayat 114, Allah SWT berfirman, yang artinya: “Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.'". Ayat ini adalah perintah, sekaligus deklarasi etika-epistemik bahwa manusia, setinggi apa pun pencapaian intelektualnya, senantiasa berada dalam posisi kekurangan yang membutuhkan limpahan ilmu dari Sang Maha Pemberi Ilmu.
Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menegaskan bahwa ini merupakan satu-satunya tempat dalam Al-Qur'an di mana Nabi Muhammad SAW diperintahkan memohon penambahan sesuatu, dan yang diminta adalah ilmu. Implikasinya jelas, yakni bahwa ilmu memiliki kedudukan tertinggi dalam hierarki nilai Islam.
Advertisement
Naila Amelina dkk dalam jurnal Etika Menuntut Ilmu dalam QS. Thaha Ayat 114: Analisis Pedagogi Qur'ani untuk Pendidikan Modern menegaskan bahwa ayat ini mengandung larangan tergesa-gesa dalam memahami ilmu, yang secara pedagogis berarti pembelajaran harus berlangsung secara bertahap, sistematis, dan menghargai proses pemahaman yang mendalam.
Buku Adab Thalib: Ringkasan Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu karya Abu Haura Asakir Kalimandani, yang merupakan ringkasan dari karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, menempatkan doa rabbi zidni 'ilma sebagai Adab Ke-3 dalam menuntut ilmu, yaitu "Memohon Ilmu yang Bermanfaat.".
Teks Ayat Al-Qur’an tentang Doa Memohon Tambahan Ilmu dan Artinya
Arab:فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰى اِلَيْكَ وَحْيُهٗۖ وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
Latin: Fa ta'ālallāhul-malikul-ḥaqq, wa lā ta'jal bil-qur'āni ming qabli ay yuqḍā ilaika waḥyuhū wa qur rabbi zidnī 'ilmā.
Artinya: "Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Janganlah engkau (Nabi Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur'an sebelum selesai pewahyuannya kepadamu, dan katakanlah, 'Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.'" (QS. Thaha [20]: 114).
Bacaan doa dari ayat tersebut cukup pendek:
رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
Latin: Rabbi zidnī 'ilmā
Artinya: 'Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku’
Tafsir dan Pandangan Ulama
Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk tidak tergesa-gesa dalam menerima dan menyampaikan wahyu. Allah menjamin bahwa Nabi tidak akan lupa terhadap ayat-ayat yang diturunkan, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Qiyamah ayat 16-19. Perintah rabbi zidni 'ilma menunjukkan bahwa ilmu adalah satu-satunya perkara yang secara eksplisit diperintahkan Allah untuk diminta tambahannya, yang mengindikasikan kemuliaan ilmu di atas segala perkara duniawi.
Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi menafsirkan larangan tergesa-gesa sebagai etika menerima pengetahuan: mendengar dan menunggu tuntas terlebih dahulu, baru kemudian mengulang, menyimpulkan, dan mengajarkan. Larangan ini tidak hanya terkait kecepatan membaca, melainkan etika agar tidak menyampaikan Al-Qur'an atau pengetahuan yang sedang diterima sebelum benar-benar dipahami.
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menegaskan bahwa doa ini mencerminkan kesadaran bahwa ilmu sejati bersumber dari Allah. Permohonan tambahan ilmu bukanlah pengakuan atas ketidaktahuan semata, melainkan ekspresi kerendahan hati intelektual bahwa setiap pengetahuan yang diperoleh hanyalah setetes dari lautan ilmu yang tak terbatas.
Hamka dalam Tafsir Al-Azhar (dikutip dalam jurnal Amelina dkk.) menjelaskan bahwa Nabi juga diperintahkan untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar dikaruniai tambahan ilmu. Ilmu tersebut tidak hanya berasal dari wahyu, tetapi juga muncul melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, urusan pemerintahan, maupun peperangan. Ath-Thabari menambahkan bahwa doa ini bertujuan memperoleh tambahan manfaat ilmu dari hal-hal yang sebelumnya belum diketahui.
Sahl bin 'Abdullah at-Tustari dalam Tadzkiratus Sami (dikutip dalam Adab Thalib) menyatakan bahwa hati yang masih mengandung sesuatu yang dibenci Allah haram dimasuki cahaya ilmu. Pembersihan hati dari penyakit seperti dengki, keyakinan buruk, dan sifat tercela merupakan prasyarat untuk menerima ilmu yang bermanfaat.
Kandungan Ayat tentang Doa Memohon Tambahan Ilmu
1. Pengakuan Allah sebagai Sumber Ilmu Sejat
Ayat ini dibuka dengan fa ta'ālallāhul-malikul-ḥaqq (Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya), menegaskan bahwa segala pengetahuan bersumber dari Allah. Pelajar harus menyadari bahwa ilmu adalah amanah dari Allah, bukan sekadar hasil usaha pribadi. Kesadaran ini melahirkan sikap tawadhu' dan menjauhkan diri dari kesombongan intelektual.
2. Larangan Tergesa-gesa dalam Menerima Pengetahuan
Wa lā ta'jal bil-qur'āni (janganlah engkau tergesa-gesa membaca Al-Qur'an) secara pedagogis berarti bahwa pemahaman mendalam hanya dapat dicapai melalui proses yang runtut, sistematis, dan sesuai kesiapan belajar. Pelajar tidak boleh langsung menelan informasi tanpa menelusuri kebenarannya terlebih dahulu.
3. Kewajiban Berdoa untuk Penambahan Ilmu
Wa qur rabbi zidnī 'ilmā (dan katakanlah, "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku") menunjukkan bahwa usaha manusiawi harus disertai dengan permohonan kepada Allah. Doa ini bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari adab kenabian yang harus diteladani.
4. Kerendahan Hati Intelektual sebagai Fondasi Pembelajaran
Kata zidnī (tambahkanlah kepadaku) berasal dari akar kata zāda yang berarti "menambah," sedangkan 'ilma adalah bentuk nakirah (indefinit) yang menunjukkan keluasan dan keterbukaan terhadap segala bentuk ilmu. Ini menegaskan bahwa penuntut ilmu sejati tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diketahui.
5. Komitmen Pembelajaran Sepanjang Hayat
Permohonan tambahan ilmu yang bersifat terus-menerus mencerminkan prinsip lifelong learning. Dengan setiap ilmu baru yang diperoleh, seseorang justru semakin merasakan kekurangan pengetahuannya dan terdorong untuk terus belajar.
Hikmah Memahami Ayat tentang Doa Memohon Tambahan Ilmu
1. Menumbuhkan Sikap Rendah Hati Intelektual
Kesadaran bahwa ilmu tidak pernah cukup melahirkan sikap tawadhu' dan menjauhkan diri dari kesombongan akademik. Pelajar yang memahami ayat ini akan selalu merasa haus akan pengetahuan dan tidak pernah menganggap dirinya paling benar.
2. Membangun Ketekunan dan Ketelitian dalam Belajar
Larangan tergesa-gesa mendorong pelajar untuk mengembangkan kebiasaan belajar yang bertahap, tidak melompat langsung ke kesimpulan, dan selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
3. Memperkuat Motivasi Intrinsik dalam Menuntut Ilmu
Doa rabbi zidni 'ilma menanamkan kesadaran bahwa belajar adalah ibadah dan bagian dari perjalanan spiritual. Motivasi belajar tidak lagi semata-mata untuk nilai atau gelar, melainkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memberi manfaat bagi sesama.
4. Menjaga Integritas Akademik dan Etika Ilmiah
Pemahaman bahwa ilmu adalah amanah mendorong pelajar untuk menjauhi plagiarisme, menyontek, dan segala bentuk kecurangan akademik. Integritas ilmiah menjadi manifestasi dari kejujuran spiritual.
5. Mengembangkan Kesadaran Belajar Sepanjang Hayat
Ayat ini mengajarkan bahwa belajar tidak berhenti pada bangku sekolah atau perguruan tinggi. Setiap pengalaman hidup, interaksi sosial, dan tantangan zaman menjadi sumber ilmu yang harus terus digali.
Pertanyaan Seputar Ayat Al Quran tentang ilmu
1. Apa bunyi doa memohon tambahan ilmu dalam Al-Qur'an?
Doa memohon tambahan ilmu terdapat dalam QS. Thaha ayat 114: "Rabbi zidni 'ilma" yang berarti "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku." Doa ini merupakan permohonan yang diajarkan Allah langsung kepada Nabi Muhammad SAW dan menjadi doa yang dianjurkan bagi setiap penuntut ilmu.
2. Siapa yang pertama kali membaca doa Rabbi Zidni Ilma?
Doa ini pertama kali diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW setelah Allah memerintahkannya dalam QS. Thaha ayat 114. Ibnu Katsir menegaskan bahwa ini adalah satu-satunya tempat dalam Al-Qur'an di mana Nabi diperintahkan memohon penambahan sesuatu, dan yang diminta adalah ilmu.
3. Apakah ada hadits yang menganjurkan membaca doa tambahan ilmu?
Rasulullah SAW mengajarkan doa: "Allahumma inni as'aluka 'ilman nafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbalan" (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amalan yang diterima). Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lainnya.
4. Kapan waktu terbaik membaca doa memohon tambahan ilmu?
Doa ini dapat dibaca kapan saja, namun waktu yang paling dianjurkan adalah sebelum dan sesudah belajar, setelah shalat fardhu, serta pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir. Membaca doa ini sebelum memulai aktivitas belajar membantu menata niat dan memohon keberkahan ilmu.
5. Apa perbedaan antara doa Rabbi Zidni Ilma dan doa belajar lainnya?
Rabbi zidni 'ilma adalah doa Qur'ani yang secara spesifik memohon penambahan ilmu, sedangkan doa belajar lainnya seperti "Allahumma infa'ni bima 'allamtani" mencakup permohonan manfaat dari ilmu yang telah dipelajari. Keduanya saling melengkapi: yang pertama untuk menambah kuantitas dan kualitas ilmu, yang kedua untuk memastikan ilmu tersebut bermanfaat dan diberkahi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342712/original/038739300_1757399162-PHOTO-2025-09-08-18-15-00__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362845/original/009810400_1790832367-cek_fakta_-_bibit_ikan_tawar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362823/original/015208400_1790831366-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-01T120806.334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241544/original/039258100_1528334197-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363078/original/040042500_1790839011-korban-km-virgo-768x432.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362028/original/019201300_1790755855-IMG-20260929-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362854/original/027610700_1790832834-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362859/original/048278600_1790833140-Id_rather_lie_xoxo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463465/original/075219600_1767615770-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362876/original/096743700_1790833732-017734300_1790833251-IMG-20261001-WA0018.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3445666/original/006882000_1619937312-ilustrasi-narkoba-140623-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362458/original/002168100_1790788531-1000650947.jpg)