Sukses

Gus Baha Kisahkan Sosok yang Diangkat Jadi Nabi sebab Lari

Seseorang lantaran berlari akhirnya diangkat menjadi Nabi. Lantas apa yang menyebabkan ia berlari?

Liputan6.com, Cilacap - Ulama kharismatik asal kota Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengisahkan seseorang yang sebab lari akhirnya mendapatkan anugerah agung dan mulia dari Allah SWT.

Anugerah yang dimaksud tidak tanggung-tanggung, yakni menjadi manusia pilihan dan panutan, yakni menjadi seorang nabi.

Kisah yang diceritakan santri kebanggan Mbah Moen ini tergolong unik dan menarik serta membuat rasa penasaran. Meski demikian, kisah ini merupakan kisah nyata dan bukan kisah fiksi.

Agar tidak salah paham, simak ulasan kisahnya yang disampaikan alumnus Ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang ini dalam salah satu kesempatan ceramahnya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Jadi Nabi sebab Lari

Gus Baha mengawali kisahnya dengan menukil kisah salah seorang Nabi, yakni Yusuf AS. KIsah ini penting disimak sebagai pembelajaran siapapun, terutama bagi kalangan pemuda.

“Cerita paling nyata itu Nabi Yusuf AS. Ini dengarkan ya, terutama yang muda-muda biar bangga,” kata Gus Baha mengawali kisahnya sebagaimana dinukil dari tayangan YouTube Short @Sudarnopranoto, Senin (17/06/2024).

“Nabi Yusuf itu Nabi, Nabi secara kaidah itu maksum, tidak punya dosa,” lanjutnya.

“Tapi ada kejadian wajar di mana Nabi itu didesain seperti manusia biasa,” tandasnya.

Dalam kisah masyhur ini, Yusuf merupakan pemuda yang tampan yang tinggal bersama dengan wanita paruh baya yang memiliki suami yang memiliki kekurangan 

“Ada anak muda gagah, belum pernah merasakan wanita, yang satu ada wanita paruh baya yang mempunyai suami impoten,” terang Gus Baha melanjutkan kisahnya.

Dalam kondisi seperti ini, secara manusiawi kata Gus Baha, potensi selingkuhnya sangat tinggi.

“Hidup satu rumah, potensi basyariyah selingkuh kan tinggi,” sambungnya.

Justru dengan ujian inilah di mana saat diajak selingkuh dan beliau menolak dan berlari, maka ia lantas diangkat oleh Allah SWt menjadi seorang Nabi.

"Secara naluriah basyariah Yusuf ya ingin merasakan Zulaikha, Zulaikha juga ingin merasakan Yusuf, tapi justru lewat keinginan itu dan bisa mengendalikan diri saat diajak lari, Yusuf langsung diangkat menjadi Nabi," terang Gus Baha.

"Modal lari saja, bisa jadi Nabi, paham?" sambungnya. 

3 dari 3 halaman

Hikmah di Balik Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha

Menukil NU Online, kisah penolakan Nabi Yusuf atas ajakan Zulaikhah untuk berselingkuh dapat dijadikan pelajaran berharga dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam masyarakat kita sekarang dimana nilai-nilai moral dan ketaatan kepada Allah SWT terus mengalami penurunan, perselingkuhan semakin sering terjadi di mana-mana seiring dengan meningkatnya kemajuan dalam segala bidang.

Terlebih sekarang dimana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan kemudahan-kemudahan yang luar biasa kepada semua orang. Maka kesadaran kita untuk selalu waspada terhadap godaan-godaan perselingkuhan harus terus ditingkatkan.

Namun dalam kasus Nabi Yusuf dan Zulaikhah tersebut, ajakan perselingkuhan barangkali tidak ada kaitannya dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Ajakan itu lebih disebabkan karena mereka hidup dalam satu rumah di mana kedudukan Zulaikah di rumah itu lebih tinggi, yakni sebagai istri majikan yang bernama Tuan Futhifar.

Sebagai majikan, Zulaikhah tentu sering berinteraksi dengan Nabi Yusuf dalam kehidupan sehari-hari di rumah itu. Kepribadian Nabi Yusuf yang sangat santun dengan wajah yang sangat tampan inilah yang membuat hati Zulaikhah secara diam-diam jatuh hati padanya.

Ketika ada kesempatan untuk menggoda Nabi Yusuf, yakni ketika sang suami tak ada di rumah, Zulaikhah benar-benar tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya, lalu secara terbuka menggoda Nabi Yusuf. Beruntunglah dan selamatlah mereka berdua karena Nabi Yusuf menolak untuk berzina.

Penulis: Khazim Mahrur/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.