Liputan6.com, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo mengaku telah melakukan penyederhanaan struktur tim inti transisi. Penyederhanaan itu dilakukan agar tim dapat lebih efisien dan mampu bekerja cepat.
"Strukturnya ada yang usulin, itu sudah saya corat coret semuanya. Ada dua yang saya pilih Pak Hasto sama Bu Rini. Kalau strukturnya saya ubah-ubah kembali," ujar Joko Widodo ini di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta, kamis, (7/8/2014).
Menurut pria yang akrab disapa Jokowi, sebelum tim dibentuk, struktur tim yang diajukan terdiri dari kepala staf, sekretaris, juru bicara, dan wakil ketua. Struktur seperti itu dinilainya lebih kompleks dan membuat koordinasi lebih sulit. Ia pun lantas mengubahnya menjadi lebih simpel.
"Sekarang diganti dengan deputi. Kemudian deputi tersebut nanti yang membawahi tim kerja. Itu saja simpel mau apa itu. Goal-nya (tim transisi) itu hanya memberikan opsi kepada saya. Bukan memberikan yang pasti," ucapnya.
Jokowi menegaskan seluruh struktur di kantor transisi itu ditentukan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun. Struktur tim transisi dikepalai seorang kepala staf yang membawahi deputi-deputi itu merupakan bentuk tim yang dapat memudah koordinasi.
‎
"Kalau dulu tidak ada deputi dan sekarang juga ada deputi. Kalau orangnya 100 persen saya ya menentukan. Supaya lebih simpel, kalau saya kan senangnya yang simpel," tutur dia.
Jokowi mengungkapkan tugas para anggota tim transisi itu terbatas. Mereka hanya memberikan opsi menentukan kebijakan prioritas dan kebijakan strategis. Untuk menentukan siapa nama yang menempati kabinet pemerintahannya, Jokowi menegaskan tetap menjadi hak prerogratifnya.
‎
"Misalkan menteri itu 34 atau 35 atau hanya 15 misalnya. Saya yang menentukan. Saya yang memilih. Itu usulnya siapa pun, saya yang menentukan. Itu hak prerogratif presiden. Apalagi yang namanya kabinet, itu hak prerogratifnya presiden," jelas Jokowi. (Ans)
Ubah Struktur Tim Transisi, Jokowi: Supaya Lebih Simpel
Jokowi menegaskan seluruh struktur di kantor transisi itu ditentukan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/714735/original/z2.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
- Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
- Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548136/original/050648000_1775527655-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T090530.071.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366712/original/012753800_1759284886-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__79_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)