Liputan6.com, Jakarta Cara membuat kandang kelinci sendiri pada dasarnya cuma tiga tahap: bikin rangka, pasang dinding dan alas, lalu tambahkan atap dan pintu. Bahannya gampang dicari, misalnya kayu, bambu, kawat ram galvanis, atau kawat loket.
Kuncinya ada di ukuran, ventilasi, dan alas yang aman untuk kaki kelinci. Kalau tiga hal ini sudah tepat, cara membuat kandang kelinci sendiri bisa jadi pilihan yang lebih hemat ketimbang beli kandang jadi.
Soal ukuran, standar lembaga kesejahteraan hewan ternyata cukup besar. Ruang hidup untuk dua ekor kelinci berukuran sedang sebaiknya tidak lebih kecil dari 3m x 2m x 1m, sudah termasuk tempat berlindung utama dan area bermain. Sebagaimana disampaikan RSPCA, lembaga kesejahteraan hewan asal Inggris, kandang tertutup saja belum cukup.
Advertisement
Cara Membuat Kandang Kelinci dari Kayu dan Kawat Ram
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377117/original/039092000_1792405860-01M59RZSS939X25VJ20P1D01ZM.jpg)
Model kayu plus kawat ram paling sering dipakai karena kokoh dan bisa dipakai di dalam maupun luar rumah. Untuk pemula, cara membuat kandang kelinci sendiri dengan model ini paling gampang diikuti, karena alatnya cukup gergaji, bor, dan staples tembak.
- Tentukan ukuran dan siapkan bahan: Siapkan balok kayu 5x5 cm atau 5x10 cm, triplek atau papan untuk dinding belakang, kawat ram galvanis, engsel, sekrup, dan kait pintu. Ukur ruang yang tersedia dulu, baru potong kayu sesuai rencana.
- Rakit rangka alas: Susun empat balok menjadi persegi panjang, lalu kencangkan dengan sekrup. Bor lubang pemandu dulu supaya kayu tidak retak.
- Pasang kaki kandang: Sekrup empat kaki di sudut rangka agar lantai kandang tidak menempel ke tanah. Kandang yang lebih tinggi dari tanah lebih aman dari lembap dan hewan pemangsa.
- Cek siku rangka: Rakit rangka utama terlebih dahulu, lalu pastikan siku sebelum memasang lantai triplek dan panel dinding. Pakai penggaris siku supaya hasilnya tidak miring.
- Pasang dinding belakang dan samping: Gunakan triplek atau papan untuk sisi belakang dan samping agar terlindung dari angin dan hujan. Sisi depan biarkan terbuka untuk kawat dan pintu.
- Pasang kawat ram di bagian depan: Mengacu pada panduan Small Pet Expert, kawat kasa dipasang pada rangka menggunakan staples dengan jarak sekitar 2 inci (5 cm) di sepanjang tepi. Setelah terpasang, ujung kawat yang tajam perlu dilipat atau ditutup dengan lis pelindung untuk mencegah kelinci terluka saat menyentuhnya.
- Buat atap miring: Tinggi bagian depan sekitar 2 kaki (kurang lebih 60 cm) dan bagian belakang 18 inci (kurang lebih 45 cm) akan membentuk atap miring untuk kandang luar ruangan. Atap miring bikin air hujan cepat turun dan tidak menggenang.
- Pasang pintu dan pengunci: Buat rangka pintu dari kayu kecil, tutup dengan kawat, lalu pasang engsel. Beri sedikit celah antara tepi pintu dan sisi kandang supaya pintu bisa berayun dengan mudah pada engselnya.
Tips: Kalau atap dipasang pakai engsel, kandang lebih gampang dibersihkan. Lapisi kayu bagian luar dengan cat atau pelapis yang aman untuk hewan, dan jangan mengecat bagian yang bisa digigit kelinci.
Advertisement
Cara Membuat Kandang Kelinci dari Bambu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/994502/original/043749900_1442662423-20150919-Pameran-Flora-dan-Fauna-Jakarta2.jpg)
Bambu banyak dipilih peternak di Indonesia karena murah, ringan, dan gampang didapat di daerah pedesaan. Kalau kamu cari cara membuat kandang kelinci sendiri dengan modal minim, bambu bisa jadi bahan rangka sekaligus lantai bilah.
- Pilih bambu yang tua dan kering: Bambu tua lebih keras dan awet. Sebelum dipakai, jemur bambu sampai benar-benar kering supaya tidak gampang berjamur.
- Potong bambu untuk rangka dan tiang: Pakai bambu berdiameter besar untuk tiang dan rangka utama, dan bambu yang lebih kecil untuk bilah dinding atau lantai.
- Rakit rangka dengan pasak atau paku: Ikat atau paku sambungan rangka. Bor lubang dulu sebelum dipaku supaya bambu tidak pecah.
- Buat lantai bilah berjarak: Susun bilah bambu dengan celah kecil supaya kotoran jatuh ke bawah. Di daerah beriklim hangat atau basah, lantai berlubang membantu kandang tetap kering dan mengurangi pertumbuhan bakteri. Pastikan celahnya tidak cukup lebar untuk menjepit kaki kelinci.
- Tambahkan alas istirahat yang padat: Menurut Waddle and Cluck, kelinci yang tinggal di kandang berlantai kawat perlu diberi alas istirahat padat berukuran minimal 12 × 12 inci (sekitar 30 × 30 cm). Bahannya dapat berupa papan pinus tanpa pelapis kimia, ubin keramik, anyaman rumput, atau papan plastik khusus untuk kelinci. Alas ini membantu mengurangi tekanan pada telapak kaki akibat kontak terus-menerus dengan lantai kawat sehingga risiko luka pada telapak kaki dapat diminimalkan.
- Pasang dinding kawat atau bilah bambu: Kawat ram dipasang di sisi depan untuk ventilasi, sedangkan sisi belakang bisa ditutup bilah bambu rapat atau papan.
- Pasang atap dan talang sederhana: Atap seng, asbes, atau rumbia bisa dipakai. Buat atap menjorok ke depan supaya tempias hujan tidak masuk kandang.
Tips: Di bawah lantai bambu, letakkan nampan atau alas penampung kotoran. Kotoran dan urine kelinci bisa dikumpulkan untuk pupuk tanaman di rumah.
Cara Membuat Kandang Kelinci Bertingkat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507930/original/079001400_1771558681-Untitled_design__1_.jpg)
Kandang bertingkat cocok kalau lahanmu sempit atau kelinci yang dipelihara lebih dari satu. Dalam cara membuat kandang kelinci sendiri model ini, yang paling penting adalah kerangkanya kuat dan setiap tingkat punya penampung kotoran sendiri.
Ada satu catatan penting sebelum mulai. Mengacu pada panduan RSPCA, kandang kelinci bertingkat perlu dirancang dengan cermat agar setiap tingkat tetap menyediakan ruang yang cukup bagi kelinci untuk berdiri tegak tanpa telinganya menyentuh atap. Kombinasi kandang dan area bermain yang terlihat luas belum tentu memenuhi kebutuhan kelinci jika ketinggian ruang di setiap bagian terlalu terbatas.
- Tentukan kerangka utama: Buat empat tiang tinggi dari balok kayu atau bambu besar. Tiang ini menopang semua tingkat, jadi pilih bahan yang paling kokoh.
- Hitung tinggi tiap tingkat: Sisakan ruang yang cukup supaya kelinci bisa berdiri tegak tanpa telinganya menyentuh atap. Kalau tinggi kandang terbatas, lebih baik kurangi jumlah tingkat.
- Rakit lantai tiap tingkat: Pasang rangka lantai pada tiang, lalu tutup dengan kawat ram galvanis atau bilah bambu, ditambah alas istirahat yang padat.
- Buat nampan kotoran geser: Mengutip Rogue Engineer, rangka nampan dibuat sedikit menjorok agar dapat digeser ke bawah lantai kandang. Desain ini memungkinkan kotoran jatuh melalui kawat ke dalam nampan tanpa mengenai kelinci di tingkat bawah.
- Pasang tangga atau ram jika antartingkat terhubung: Kalau tingkatnya saling tersambung, buat tangga landai dari kayu. Lapisi permukaannya dengan bahan yang tidak licin agar kelinci tidak tergelincir.
- Tambahkan penguat silang: Pasang balok diagonal di sisi belakang atau samping supaya kandang tidak goyang saat kelinci melompat.
- Pasang pintu di setiap tingkat: Setiap tingkat sebaiknya punya pintu sendiri lengkap dengan kait pengunci, supaya mudah memberi makan dan membersihkan.
Advertisement
Hal Penting agar Kandang Buatan Sendiri Aman dan Nyaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7161026/original/043243100_1779950577-12843778776100654161.jpeg)
Kandang yang kelihatan kokoh belum tentu nyaman buat kelinci. Ada beberapa detail kecil yang sering terlewat, padahal pengaruhnya besar untuk kesehatan kelinci. Berikut perbandingan singkat bahan yang umum dipakai di Indonesia sebelum masuk ke poin-poinnya.
| Bahan | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Kayu | Kokoh, mudah dibentuk, relatif murah | Bisa lapuk jika sering basah, perlu pelapis |
| Bambu | Murah, ringan, mudah didapat | Bisa berjamur jika tidak dikeringkan dengan baik |
| Kawat ram galvanis | Tahan karat, sirkulasi udara baik | Ujungnya tajam jika tidak dirapikan |
| Kawat loket | Rapi, lebih kuat dan tahan lama | Biaya umumnya lebih mahal dibanding kayu |
Satu hal yang perlu diperhatikan khusus di iklim tropis adalah panas. Sebagaimana dijelaskan Agriculture Victoria, kelinci sangat rentan terhadap stres panas ketika suhu lingkungan meningkat. Saat suhu melampaui 28°C, kelinci perlu dipantau secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda gangguan akibat panas. Karena itu, kandang sebaiknya ditempatkan di area teduh dengan ventilasi yang baik serta dilengkapi akses air bersih dan sejuk.
- Gunakan uji tiga lompatan: Dilansir dari Rabbitip, ada tiga cara sederhana untuk memeriksa apakah kandang kelinci memiliki ruang yang memadai. Kelinci harus bisa melakukan setidaknya tiga lompatan penuh secara berurutan ke satu arah, berdiri tegak tanpa telinganya menyentuh atap, serta berbaring dengan tubuh terentang sepenuhnya. Ketiga indikator ini dapat menjadi panduan awal untuk menilai kenyamanan ruang gerak kelinci.
- Jangan pakai lantai kawat sepenuhnya: Mengacu pada MSD Veterinary Manual, kelinci yang terlalu lama berada di atas lantai kawat atau kayu berisiko mengalami sore hocks, yaitu luka atau peradangan pada telapak kaki yang dapat berkembang menjadi masalah kesehatan lebih serius. Untuk mengurangi risiko tersebut, sediakan area istirahat dengan alas yang lembut, kering, dan nyaman agar tekanan pada telapak kaki berkurang.
- Hindari kawat ayam biasa: Mengacu pada panduan Dial A Vet yang ditinjau oleh dokter hewan, kawat ayam tidak disarankan untuk kandang kelinci karena materialnya relatif mudah digigit hingga rusak. Sebagai gantinya, gunakan kawat kasa las (welded wire mesh) yang kokoh, dengan celah cukup kecil untuk mencegah kelinci meloloskan diri atau tersangkut. Pastikan juga seluruh ujung kawat terpasang rapi agar tidak melukai kelinci.
- Pilih bahan yang aman digigit: Kelinci punya kebiasaan menggerogoti. Gunakan kayu tanpa bahan pengawet kimia di bagian dalam kandang, dan hindari cat di area yang terjangkau giginya.
- Pastikan ventilasi cukup: Dinding kawat di bagian depan membantu udara bersirkulasi. Hindari menutup semua sisi dengan triplek, terutama untuk kandang di dalam ruangan yang pengap.
- Lindungi dari pemangsa:Â Mengacu pada panduan SPCA New Zealand, area tidur kelinci sebaiknya sedikit ditinggikan dari permukaan tanah serta dirancang agar tahan terhadap cuaca dan terlindung dari angin langsung. Kandang juga harus aman dari pemangsa, seperti anjing dan kucing, dengan konstruksi yang kokoh untuk melindungi kelinci dari ancaman luar.
- Pisahkan area tidur dan area kotoran: Kelinci cenderung buang kotoran di satu tempat. Sediakan kotak kotoran di sudut kandang agar area tidur tetap bersih.
- Rutin membersihkan kandang: Kandang yang lembap dan bau amonia bisa memicu gangguan pernapasan. Panduan soal membersihkan kandang kelinci menyarankan pembersihan setiap minggu, mulai dari membuang jerami kotor sampai mencuci dan mengeringkan kandang.
- Sediakan waktu bermain di luar kandang: Sebesar apa pun kandangnya, kelinci tetap butuh bergerak bebas. Ini termasuk langkah dasar dalam cara memelihara kelinci bagi pemula, yaitu menyiapkan kandang yang tepat sekaligus memberi kelinci waktu berolahraga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kandang Kelinci
Bahan apa yang paling murah untuk membuat kandang kelinci?
Bambu dan kayu bekas biasanya paling hemat, apalagi kalau mudah didapat di sekitar rumah. Bagian depan kandang tetap sebaiknya pakai kawat ram galvanis supaya sirkulasi udara lancar dan kelinci aman.
Berapa ukuran kandang kelinci yang ideal?
Ukurannya tergantung jumlah dan jenis kelinci, tapi patokan gampangnya: kelinci bisa melompat tiga kali, berdiri tegak, dan berbaring terentang tanpa terhalang. Kalau lahan terbatas, imbangi dengan waktu bermain di luar kandang setiap hari.
Di mana sebaiknya kandang kelinci diletakkan?
Pilih tempat yang teduh, kering, dan tidak kena sinar matahari langsung sepanjang hari. Jauhkan kandang dari genangan air, hembusan angin kencang, dan jangkauan hewan pemangsa seperti kucing atau anjing.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366712/original/012753800_1759284886-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__79_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379573/original/017422100_1792639063-f7fbcd2d-9449-4478-9870-c6892970c0ad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315870/original/049043400_1785900014-20260805_101903.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291739/original/068539700_1783575979-COver.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153865/original/001824700_1592288896-pexels-photo-1543793.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499639/original/041314900_1770791571-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373998/original/046315700_1792029255-3ce29b47-c007-4a20-96d2-43e9e35b95df.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371964/original/052876500_1791860193-pexels-udoka-gabriel-1914060-20131038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370720/original/039441000_1791685168-tempat_berteduh_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368073/original/003234100_1791376102-Gemini_Generated_Image_h48zdyh48zdyh48z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370261/original/051088200_1791604004-SaveClip.App_809909993_18624635815000448_1967654022540087695_n.jpg)