Liputan6.com, Jakarta Kunci cara mengatasi jemuran yang apek saat musim hujan adalah membuat pakaian cepat kering sebelum bakteri sempat berkembang biak. Caranya, peras pakaian sampai maksimal, langsung dijemur, beri jarak antarpakaian, lalu bantu dengan aliran udara.
Kalau bau apek sudah terlanjur menempel, Anda cukup mencuci ulang pakaian dengan tambahan cuka putih atau baking soda. Setelah itu, terapkan cara mengatasi jemuran yang apek saat musim hujan di bawah ini supaya bau yang sama tidak muncul lagi.
Bau apek sebenarnya bukan sekadar bau kain basah. Sebagaimana dilaporkan Yahoo Lifestyle, bau lembap ini disebabkan oleh kelembapan yang terperangkap di dalam lipatan dan serat pakaian . Artinya, semakin lama kain dalam kondisi lembap, semakin besar peluang bau tak sedap muncul.
Advertisement
1. Perbaiki Cara Mencuci sejak Awal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342893/original/049175800_1788835974-pexels-rdne-5591578.jpg)
Banyak orang langsung menyalahkan cuaca, padahal cara mengatasi jemuran yang apek saat musim hujan sebenarnya bisa dimulai dari proses mencuci. Sisa deterjen, cucian yang terlalu penuh, dan mesin cuci yang kotor dapat membuat pakaian berbau apek meskipun sudah kering sempurna.
1. Gunakan Deterjen Sesuai Takaran
Hindari menggunakan deterjen atau pewangi secara berlebihan dengan harapan pakaian menjadi lebih wangi. Laura Mountford, kreator konten kebersihan, dikutip dari Yahoo Lifestyle, menjelaskan bahwa penggunaan produk laundry yang terlalu banyak dapat meninggalkan residu pada pakaian karena tidak terbilas sempurna. Residu tersebut kemudian bisa memicu bau apek.
2. Jangan Isi Mesin Cuci Terlalu Penuh
Sisakan ruang di dalam tabung mesin cuci agar air dan deterjen dapat bersirkulasi dengan baik. Sebagai panduan praktis, isi tabung sekitar tiga perempat kapasitasnya supaya pakaian bisa dicuci dan dibilas secara optimal.
3. Tambahkan Baking Soda atau Cuka Putih dengan Tepat
Baking soda dapat membantu mengurangi bau pada cucian. Sementara itu, cuka putih terkadang digunakan sebagai alternatif pelembut dalam jumlah terbatas. Namun, hindari mencampurkan cuka dengan deterjen secara sembarangan atau menggunakan cuka bersamaan dengan pemutih berbahan klorin karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
4. Pastikan Pakaian Terbilas hingga Bersih
Sisa deterjen yang menempel pada serat kain dapat berkontribusi terhadap munculnya bau tidak sedap. Jika pakaian terasa licin atau masih menyisakan busa setelah dicuci, pertimbangkan untuk menambahkan satu siklus bilas, terutama untuk cucian tebal seperti handuk.
5. Bersihkan Mesin Cuci secara Rutin
Tabung mesin cuci yang lembap dan menyimpan sisa deterjen dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme penyebab bau. Bersihkan mesin cuci setidaknya sebulan sekali atau sesuai petunjuk produsen. Setelah digunakan, biarkan pintu mesin cuci terbuka agar bagian dalamnya lebih mudah kering.
Khusus untuk handuk, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Mengutip Homes and Gardens, pelembut pakaian dapat melapisi serat handuk sehingga mengurangi daya serapnya. Ia menyarankan penggunaan setengah cangkir cuka putih pada siklus bilas sebulan sekali sebagai alternatif. Namun, pastikan petunjuk perawatan handuk dan mesin cuci mengizinkannya.
Advertisement
2. Peras Maksimal dan Jemur Secepatnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247734/original/084870700_1749543914-2149117039.jpg)
Langkah ini sering disepelekan, padahal salah satu kunci cara mengatasi jemuran yang apek saat musim hujan adalah mengurangi waktu pakaian berada dalam kondisi basah. Misalnya, kaus yang masih meneteskan air lalu dibiarkan di dalam ember selama satu jam akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kering saat dijemur.
1. Gunakan Putaran Spin Tertinggi yang Aman
Pilih mode spin dengan kecepatan tinggi sesuai jenis kain dan petunjuk perawatan pakaian. Semakin sedikit air yang tersisa setelah proses pencucian, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan pakaian.
2. Tambahkan Satu Siklus Spin untuk Cucian Tebal
Handuk, jaket, dan celana jeans cenderung menyimpan lebih banyak air dibandingkan pakaian tipis. Jika mesin cuci memiliki fitur tersebut, tambahkan satu siklus spin agar kadar air berkurang dan pakaian lebih cepat kering saat dijemur.
3. Peras Pakaian secara Manual jika Tidak Menggunakan Mesin Cuci
Jika mencuci dengan tangan, peras pakaian hingga airnya berkurang, lalu kibaskan sebelum digantung. Untuk kain yang cukup tebal dan tidak mudah rusak, Anda bisa memerasnya kembali jika masih banyak air yang menetes. Hindari memelintir kain terlalu kuat agar seratnya tidak rusak.
4. Segera Jemur Setelah Mencuci
Usahakan langsung menjemur pakaian setelah proses pencucian selesai. Jangan membiarkannya terlalu lama dalam kondisi lembap di dalam mesin cuci atau ember karena dapat memicu bau tidak sedap. Jika belum sempat menjemur, pindahkan pakaian ke keranjang berlubang agar sirkulasi udara tetap terjaga.
5. Kibaskan Pakaian Sebelum Digantung
Kibaskan setiap pakaian sebelum dijemur agar kain tidak menggumpal dan lipatannya terbuka. Cara ini membantu udara mengalir lebih baik di antara serat kain sehingga proses pengeringan berlangsung lebih merata.
Phillips, pakar laundry, dikutip dari Martha Stewart, menyatakan, "Kelembapan yang tertinggal adalah jalan tercepat menuju bau asam itu."
Dalam praktiknya, kebiasaan menunda menjemur adalah pemicu bau yang paling umum. Anda bisa membaca tips lain soal mengeringkan baju saat musim hujan untuk melengkapi langkah ini.
Â
3. Atur Posisi Jemuran dan Pilih Ruangan yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5199994/original/039523300_1745659319-Menjemur_di_bawah_sinar_matahari.jpg)
Saat hujan turun seharian, menjemur pakaian di dalam rumah sering menjadi satu-satunya pilihan. Dalam kondisi ini, cara mengatasi jemuran yang apek saat musim hujan sangat bergantung pada pengaturan jarak antarpakaian dan kelancaran sirkulasi udara di ruangan.
1. Beri Jarak Antarpakaian
Sisakan jarak sekitar 5–10 cm di antara pakaian agar udara dapat mengalir ke seluruh bagian kain. Pakaian yang digantung terlalu rapat cenderung memerangkap kelembapan sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dan berisiko menimbulkan bau apek.
2. Gunakan Hanger, Bukan Melipat Pakaian di Tali Jemuran
Gantung pakaian menggunakan hanger agar kain terbentang dan tidak menumpuk pada satu bagian. Pakaian yang dilipat dua di atas tali jemuran cenderung lebih tebal di bagian lipatan sehingga lebih lama kering.
3. Jemur Pakaian dalam Posisi Terbalik
Balik pakaian dengan bagian dalam menghadap ke luar sebelum dijemur. Cara ini membantu bagian yang bersentuhan langsung dengan kulit, seperti ketiak dan punggung pada kaus, mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik. Trik ini cocok diterapkan pada kaus dan pakaian olahraga.
4. Pilih Ruangan dengan Ventilasi yang Baik
Tempatkan jemuran di dekat jendela, pintu, atau teras yang terlindung dari hujan. Jika memungkinkan, buka jendela agar udara dapat bersirkulasi dan kelembapan tidak terperangkap di dalam ruangan.
5. Hindari Kamar Mandi, Dapur, dan Lemari
Kamar mandi umumnya memiliki kelembapan tinggi, sedangkan dapur dapat menghasilkan uap saat memasak. Kedua kondisi tersebut bisa memperlambat pengeringan pakaian. Hindari pula menyimpan atau menggantung pakaian setengah basah di dalam lemari karena sirkulasi udara yang terbatas dapat membuat pakaian tetap lembap dan berbau.
6. Cuci Pakaian secara Bertahap
Daripada mencuci seluruh pakaian sekaligus, sesuaikan jumlah cucian dengan kapasitas area jemur. Mencuci secara bertahap membantu mencegah jemuran menumpuk dan menjaga kelembapan ruangan agar tidak berlebihan.
Jika rumah memiliki area jemur di bagian belakang, penataannya juga perlu diperhatikan. Anda bisa melihat inspirasi cara membuat area jemuran belakang rumah agar cepat kering dan tidak pengap untuk menciptakan ruang jemur yang lebih lega dengan sirkulasi udara yang baik.
Kalau rumahmu punya area jemur di belakang, penataannya juga berpengaruh. Ide soal area jemuran belakang rumah bisa jadi inspirasi supaya ruang jemur tetap lega dan tidak pengap.
Advertisement
4. Manfaatkan Kipas Angin, Dehumidifier, dan Setrika
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263119/original/022300600_1781859358-Maksimalkan_Sirkulasi_Udara_dengan_Kipas_Angin.jpeg)
Tanpa sinar matahari, alat elektronik bisa membantu menggantikan peran angin dan panas dalam proses pengeringan pakaian. Cara mengatasi jemuran yang apek saat musim hujan dengan bantuan alat ini cocok untuk Anda yang tinggal di kos, apartemen, atau rumah dengan lahan terbatas.
1. Arahkan Kipas Angin ke Jemuran
Nyalakan kipas angin dengan kecepatan sedang dan gunakan mode berputar agar aliran udara menjangkau lebih banyak pakaian. Pergerakan udara membantu mempercepat penguapan air dari kain sehingga pakaian lebih cepat kering dan risiko bau apek berkurang.
2. Nyalakan Dehumidifier di Ruang Jemur
Dehumidifier membantu mengurangi kelembapan udara dengan menyerap uap air dari ruangan. Alat ini berguna saat menjemur pakaian di dalam rumah, terutama ketika udara terasa lembap akibat hujan yang berlangsung sepanjang hari.
Kelembapan relatif sekitar 40 persen dapat mendukung pengeringan pakaian di dalam ruangan. Namun, waktu pengeringan juga dipengaruhi oleh sirkulasi udara, ketebalan kain, dan banyaknya pakaian yang dijemur.
3. Gunakan AC dengan Mode Dry jika Tersedia
Mode dry pada AC dirancang untuk membantu mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan. Fitur ini dapat dimanfaatkan saat menjemur pakaian di dalam kamar atau ruangan tertutup agar kondisi udara tidak terlalu lembap. Meski begitu, pastikan pakaian tetap mendapat aliran udara yang cukup.
4. Hindari Menjemur Pakaian Tepat di Atas Sumber Panas
Jangan meletakkan pakaian langsung di atas lampu, pemanas, atau peralatan elektronik yang menghasilkan panas. Selain berisiko merusak kain dan menimbulkan kebakaran, cara ini juga dapat menghambat sirkulasi udara di sekitar jemuran. Jika menggunakan alat pengering tambahan, ikuti petunjuk penggunaan dan jaga jarak aman sesuai rekomendasi produsennya.
5. Setrika Setelah Pakaian Benar-Benar Kering
Pastikan pakaian sudah kering sebelum disetrika. Panas setrika dapat membantu menghilangkan sisa kelembapan ringan, tetapi menyetrika pakaian yang masih basah bukan pengganti proses pengeringan. Sesuaikan suhu setrika dengan jenis kain agar serat dan warna pakaian tidak rusak.
Tips tambahan: Jika pakaian sudah kering tetapi masih berbau apek, jangan langsung memasukkannya ke lemari. Bau yang menetap bisa menandakan adanya residu atau pertumbuhan mikroorganisme akibat kelembapan. Mengangin-anginkan pakaian saja mungkin tidak cukup untuk menghilangkan sumber bau tersebut.
Sebaiknya, cuci ulang pakaian menggunakan deterjen sesuai takaran, lalu keringkan hingga benar-benar tuntas sebelum disimpan.
Kesalahan Kecil yang Bikin Jemuran Tetap Apek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5014688/original/089970000_1732103816-Screenshot_2024-11-20_130735.jpg)
Kadang, pakaian tetap berbau apek meskipun sudah dijemur dengan benar. Penyebabnya bisa berasal dari kebiasaan kecil sebelum mencuci maupun setelah pakaian kering. Dilansir dari AOL, para ahli menjelaskan bahwa pakaian yang baru dicuci pun dapat berbau apek jika disimpan saat masih sedikit lembap. Berikut beberapa kesalahan yang perlu Anda hindari.
1. Menumpuk Pakaian Kotor Terlalu Lama
Pakaian kotor yang lembap, terutama handuk dan baju olahraga, dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme penyebab bau tidak sedap. Sebaiknya, segera cuci pakaian ketika jumlahnya sudah cukup. Jika belum sempat mencuci, simpan pakaian di keranjang yang memiliki sirkulasi udara baik dan hindari menumpuk pakaian basah dalam wadah tertutup.
2. Membiarkan Cucian di Mesin setelah Selesai
Membiarkan cucian terlalu lama di dalam mesin setelah proses pencucian selesai dapat membuat pakaian kembali berbau tidak sedap. Kondisi tabung yang lembap turut mendukung munculnya bau tersebut. Untuk menghindarinya, segera keluarkan cucian setelah selesai atau pasang pengingat di ponsel agar tidak lupa.
3. Merendam Pakaian Terlalu Lama
Merendam pakaian terlalu lama, terutama dalam air yang sudah kotor, dapat membuat bau tidak sedap semakin sulit dihilangkan. Jika perlu direndam, sesuaikan durasinya dengan jenis kain dan petunjuk penggunaan deterjen. Hindari membiarkan pakaian terendam berjam-jam, terlebih saat cuaca lembap.
4. Menyemprotkan Pewangi saat Pakaian Belum Kering
Pewangi pakaian tidak dapat menggantikan proses pengeringan. Menyemprotkannya pada pakaian yang masih lembap hanya menambahkan aroma tanpa menghilangkan sumber bau apek. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum menggunakan pewangi atau menyimpannya di lemari.
5. Menumpuk Pakaian Kering sebelum Benar-Benar Kering
Pakaian yang terasa kering di permukaan belum tentu bebas dari kelembapan pada bagian lipatan atau kain yang tebal. Jika langsung ditumpuk, sisa kelembapan dapat terperangkap dan memicu bau apek. Periksa kembali bagian yang tebal, seperti kerah, ketiak, dan lipatan celana, sebelum melipat atau menyimpan pakaian.
6. Menyimpan Pakaian di Lemari yang Lembap
Lemari dengan sirkulasi udara buruk dapat membuat pakaian menyerap kelembapan dan berbau apek. Untuk mengatasinya, gunakan penyerap kelembapan seperti silica gel atau produk khusus lemari. Sesekali, buka pintu lemari agar udara berganti dan pastikan pakaian yang dimasukkan sudah benar-benar kering.
7. Langsung Menggunakan Pelembut pada Pakaian yang Sudah Apek
Pelembut pakaian tidak selalu efektif mengatasi bau apek, terutama jika sumbernya berasal dari residu deterjen atau kelembapan yang terperangkap dalam serat kain. Ceconi, pakar kebersihan, dikutip dari AOL, menyarankan penggunaan cuka putih untuk membantu mengangkat residu yang menumpuk pada kain.
Ia menyatakan, "Ini akan mengangkat residu yang menumpuk di kain, yang sebagian menjadi penyebab bau apek itu."
Jika ingin mencoba cara tersebut, gunakan cuka putih sesuai petunjuk perawatan pakaian dan mesin cuci. Jangan mencampurkannya dengan pemutih berbahan klorin karena dapat menghasilkan gas berbahaya. Untuk pakaian yang sudah telanjur berbau apek, mencuci ulang dan mengeringkannya hingga tuntas merupakan langkah yang lebih tepat daripada sekadar menambahkan pewangi.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatasi Jemuran yang Apek saat Musim Hujan
Apakah jemuran yang kehujanan harus dicuci ulang?
Sebaiknya iya, terutama kalau pakaian sudah tercium bau. Rendam dalam air hangat dengan 2-3 sendok makan garam selama 30 menit sampai 1 jam, bilas, lalu jemur di tempat yang sirkulasi udaranya baik.
Berapa lama pakaian kering kalau dijemur di dalam ruangan?
Tergantung jenis kain dan kelembapan ruangan. Saat mendung atau di dalam rumah, pakaian bisa butuh 8-24 jam. Bantuan kipas angin atau dehumidifier bisa mempersingkat waktu ini secara signifikan.
Apakah bau apek pada pakaian berbahaya?
Bau apek menandakan ada bakteri atau jamur yang tumbuh di kain. Pada orang dengan kulit sensitif atau alergi, kondisi ini bisa memicu iritasi, jadi pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dipakai atau disimpan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372086/original/078843800_1791867654-01M4SRJAM6SCJ8ECC3SZ6NFVMD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354842/original/018095400_1790065256-RAmNTsMl9plCkvhw50q3YcQlpgpsaYeGjpCKQJV9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3793754/original/097985900_1640255254-pexels-photo-3809002.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361682/original/008171000_1790744288-pexels-rdne-6645921.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374276/original/036826300_1792043404-3bb93a13-56cd-418a-9005-c6fdb5bc509f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365332/original/007146000_1791173454-6rAtJQqYh17LlzUARuDcJhBgxQpUXMjrpGRb4gfn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365617/original/042955600_1791187258-01M45DMPJ8VXV3PRP9N1AFM78Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365337/original/001942200_1791173460-5qpY1s3T0cYSXMnY2ushwsZFqxcd5dvYDyQmuQKt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3336994/original/047244000_1609322346-bin-thi-u-6MJFY84BaSk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372376/original/079614000_1791878107-2149893752.jpg)