Sukses

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Mudah dan Tepat, Ketahui Rumusnya

Menghitung usia kehamilan merupakan proses penting dalam pemantauan perkembangan janin selama masa kehamilan.

Liputan6.com, Jakarta Menghitung usia kehamilan adalah proses penting dalam pemantauan perkembangan janin selama masa kehamilan. Usia kehamilan dihitung berdasarkan tanggal pertama hari terakhir haid terakhir (HPHT), yang merupakan titik awal dari siklus menstruasi sebelum kehamilan.

Ibu hamil dapat menghitung usia kehamilannya dengan mengacu pada tanggal pertama hari terakhir haid terakhir (HPHT) dan menggunakan kalkulator kehamilan yang tersedia online atau dari dokter kandungan. Penggunaan kalkulator kehamilan ini memungkinkan ibu hamil untuk memasukkan tanggal HPHT dan menghitung perkiraan usia kehamilan dalam minggu maupun bulan, dari situlah akan mengetahui usia kehamilan.

Selain itu, ada cara lain dalam menghitung  usia kehamilan  yakni dengan melibatkan rumus Naegele, rumus 4 ⅓, pemeriksaan ultrasonografi (USG), dan pengecekan fisik oleh dokter kandungan. Setiap cara menghitung usia kehamilan memiliki keunikan dan tingkat akurasi tersendiri, dan seringkali, kombinasi dari beberapa metode dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai cara menghitung usia kehamilan yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (18/4/2024). 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 7 halaman

1. Metode Kalender Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)

Penghitungan dengan metode ini mengacu kepada hari pertama haid terakhir (HPHT) untuk menentukan usia kehamilan serta hari perkiraan lahir (HPL) atau yang dikenal sebagai rumus Naegele. Dengan kata lain, HPHT dihitung sebagai hari pertama berlangsungnya kehamilan. Dokter akan berpatokan pada asumsi bahwa konsepsi atau pembuahan terjadi pada hari ke-14 dari siklus menstruasi. Dengan mengetahui hari pertama dari periode haid terakhir, dokter pun dapat menghitung usia janin.

Dalam penerapannya Rumus Naegele secara rinci diuraikan sebagai berikut:

Hari Perkiraan Lahir (HPL) = Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) + 1 tahun + 7 hari−3 bulan

Contohnya dapat diambil untuk memahami penggunaan rumus Naegele. Misalkan HPHT pada tanggal 25 April 2023, maka perhitungannya adalah:

HPHT (25 April 2023) + 1 tahun = 25 April 2024

Tambahkan 7 hari = 2 Mei 2024

Kurangkan 3 bulan = 2 Februari 2024

Dengan demikian, HPL yang dihasilkan dari rumus tersebut adalah tanggal 2 Februari 2024.

Meskipun rumus ini tergolong sederhana dan mudah dipahami, namun perlu diperhatikan bahwa metode ini memiliki kelemahan tertentu. Metode ini tidak dapat digunakan pada wanita yang lupa tanggal HPHT mereka. Selain itu, waktu ovulasi setiap perempuan pun bervariasi. Ditambah lagi, sebagian perempuan memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

3 dari 7 halaman

2. Pemeriksaan USG

Penghitungan kehamilan menggunakan alat ultrasonografi (USG) dianggap paling akurat dibandingkan cara-cara lainnya. Tingkat akurasi penghitungan dengan alat USG mencapai 95 persen. Saat ini pemeriksaan menggunakan alat USG pun semakin canggih, dan tersedia dalam pilihan 2, 3, dan 4 dimensi.

Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara, yakni USG transvaginal dan USG transabdominal. USG transvaginal biasanya dilakukan pada awal kehamilan melalui jalan lahir, untuk memastikan keberadaan kantong janin dan lokasi janin. Sementara, USG transabdominal dilakukan melalui dinding perut pada saat kandungan sudah membesar, untuk melihat gambaran maupun pergerakan janin secara lebih jelas.

Untuk mendapatkan hasil penghitungan yang akurat, dokter akan meminta ibu hamil melakukan pemeriksaan USG pada saat kehamilan berusia di antara minggu ke-8 dan ke-18. Penghitungan dilakukan dokter dengan cara:

  1. Mengukur diameter kantong kehamilan (usia kehamilan 6-12 minggu).
  2. Mengukur panjang janin dari kepala sampai bokong (usia kehamilan 7-14 minggu).
  3. Mengukur lingkar kepala janin (usia kehamilan di atas 12 minggu).
4 dari 7 halaman

3. Menghitung Usia Kehamilan dari Tinggi Puncak Rahim

Cara ini dilakukan dengan menghitung jarak dari tulang kemaluan ibu hamil sampai dengan bagian puncak rahim (fundus uteri) yang menonjol di perut. Penghitungan dapat dilakukan menggunakan pita ukur (saat usia kehamilan melewati 22-24 minggu) atau pemeriksaan palpasi (perabaan). Meski terkesan sederhana, namun cara ini termasuk akurat bila dilakukan oleh dokter kandungan atau bidan untuk memperkirakan usia kehamilan.

Angka hasil penghitungan jarak antara tulang kemaluan hingga puncak rahim juga menunjukkan usia kehamilan ibu hamil. Misalnya, setelah diukur, jarak antara tulang kemaluan hingga puncak rahim ibu hamil sekitar 28 cm. Artinya, saat ini ibu hamil sudah mencapai 28 minggu. Jarak yang semakin jauh menandakan  kandungan semakin lanjut dan kian dekat dengan HPL.

5 dari 7 halaman

4. Tanggal Ovulasi

Menghitung usia kehamilan merupakan langkah penting untuk memantau perkembangan janin dan menyiapkan kebutuhan selama proses kehamilan berlangsung. Salah satu metode akurat adalah dengan menggunakan tanggal ovulasi. Ovulasi adalah saat sel telur dilepaskan dari ovarium dan umumnya terjadi di tengah siklus menstruasi atau sekitar hari ke-14 bagi yang memiliki siklus 28 hari.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua wanita menyadari atau mengingat tanggal terjadinya ovulasi. Oleh karena itu, salah satu cara untuk memahami waktu ovulasi adalah dengan memperhatikan perubahan lendir serviks. Pada masa subur, lendir serviks menjadi lebih bening, elastis, dan licin, menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi sperma untuk bergerak menuju sel telur.

Sebagai contoh, apabila seorang wanita memiliki HPHT pada tanggal 25 April 2023, maka perkiraan ovulasi dapat dihitung sekitar 9 Mei 2023. Pada tanggal ini, kemungkinan besar sel telur akan dilepaskan dan dapat terjadi kehamilan jika ada hubungan intim yang melibatkan sperma.

6 dari 7 halaman

5. Rumus 4 ⅓

Salah satu metode yang sering digunakan adalah dengan menggunakan rumus 4 ⅓ atau penanggalan yang dikaitkan dengan siklus menstruasi terakhir. Mari kita ilustrasikan contoh penggunaan rumus 4 ⅓ untuk menghitung umur kehamilan:

Misalkan pada tanggal 15 Februari 2023 (15-02-2023), sementara HPHT terjadi pada tanggal 1 Januari 2023 (01-01-2023).

Dengan menggunakan rumus 4 ⅓, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Hitung selisih hari antara tanggal saat ini dan HPHT: 15 - 1 = 14 hari.

Hitung selisih bulan antara bulan saat ini dan bulan HPHT: 02 - 01 = 1 bulan.

Berdasarkan rumus, perkalian dilakukan pada bulan saja. Sehingga, umur kehamilan = (14 hari + 1 bulan) x 4 ⅓.

Dengan demikian, kita mendapatkan hasil:

Umur kehamilan = (14 hari + 4 minggu) = 6 minggu.

Dalam contoh ini, kita melihat bahwa penggunaan rumus 4 ⅓ memerlukan perhitungan yang cermat, terutama dalam menghitung selisih hari dan bulan antara tanggal saat ini dan HPHT. Meskipun lebih rumit dibandingkan dengan rumus HPHT atau rumus Naegele, metode ini masih dapat menjadi referensi untuk memperkirakan Hari Perkiraan Lahir (HPL).

7 dari 7 halaman

6. Kalkulator Kehamilan

Salah satu metode yang bisa digunakan adalah kalkulator kehamilan. Cara ini tergolong mudah dan cepat. Kalkulator kehamilan mengambil dasar hitungan dari hari pertama menstruasi terakhir (HPMT), yang dianggap sebagai awal dari siklus menstruasi. Setelah memasukkan informasi tersebut, kalkulator kehamilan secara otomatis akan memberikan hasil perhitungan secara instan.

Kelebihan dari penggunaan aplikasi kalkulator kehamilan ini adalah kemudahan dan kecepatan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Selain itu, aplikasi ini juga dapat menyimpan riwayat perkembangan kehamilan sehingga pengguna dapat memantau perubahan dari waktu ke waktu. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.