Sukses

Jangan Sembarangan, Ini 3 Cara Aman Membuang Obat Kedaluwarsa

Jangan buang obat kedaluwarsa di sembarang tempat.

Liputan6.com, Jakarta Obat memiliki peranan penting untuk menyembuhkan berbagai kondisi dan penyakit. Maka tak heran kalau sebagian orang kerap menyimpan beberapa jenis obat di rumah jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 

Namun, karena terlalu lama disimpan hingga tidak digunakan, tanpa sadar kondisi obat yang disimpan sudah tidak layak untuk dikonsumsi atau kedaluwarsa.

Tentunya dengan begini kamu harus segera untuk membuang obat kedaluwarsa. Namun kamu enggak boleh membuang obat kedaluwarsa secara sembarangan. Pasalnya, jika dibuang ke sembarang tempat bisa mengakibatkan beberapa gangguan atau kerusakan lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya.

Berikut ini Liputan6.com, Sabtu (24/8/2019) telah merangkum dari berbagai sumber beberapa cara membuang obat kedaluwarsa dengan aman tanpa mengganggu dan membahayakan makhluk hidup di sekitarnya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Membuangnya di Toilet

Pada beberapa jenis obat-obatan tertentu ada yang disarankan untuk dibuang ke toilet. Ya, ada beberapa obat resep yang mengandung zat yang dikendalaikan seperti opiat (fentanyl, morfin, diazepam, oxycodone, buprenorphine) yang tidak boleh dibuang langsung ke dalam tempat sampah. Metode ini mungkin masih memberikan kesempatan bagi anak atau hewan secara tidak sengaja menelan obat-obatan tersebut.

Namun metode ini merupakan hasil pertimbangan antara Badan Pengawas Obat dengan pabrik pembuat obat. Cara ini dipilih dengan pertimbangan bahwa metode tersebut dianggap yang paling tepat dengan tingkat keamanan yang paling optimal.

Misalnya saja pada obat golongan narkotik tempel seperti koyo, disarankan untuk membuangnya di toilet. Baik koyo bekas pakai atau tidak terpakai, karena obat ini bila terlalu banyak dapat mengakibatkan gangguan pernapasan berat dan dapat mengakibatkan kematian pada bayi, anak, hewan, atau orang dewasa.

Pasalnya koyo tersebut setelah dipakai masih mengandung kandungan aktif obat, sehingga berbahaya bila dibuang di tempat sampah karena masih mengandung golongan narkotik yang berpotensi membahayakan orang lain.

3 dari 4 halaman

Mengembalikannya ke Apotek

Obat kedaluwarsa yang dibuang sembarang tempat bisa membahayakan orang lain dan lingkungan. Selain mungkin dimanfaatkan oleh orang lain dengan tujuan tertentu, obat-obatan kedaluwarsa yang dibuang sembarangan bisa berakhir membahayakan lingkungan.

Pada sebuah studi juga menyebutkan bahwa obat kedaluwarsa tertentu berisiko menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Antibiotik yang sudah melalui masa berlakunya bisa gagal mengobati infeksi, serta dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan resistensi antibiotik.

Oleh karena itu, cara aman membuang obat kedaluwarsa adalah untuk membawanya ke apotek terdekat untuk dihancurkan atau dibuang dengan aman sesuai prosedur lembaga kesehatan setempat.

4 dari 4 halaman

Membuangnya Sendiri di Rumah

Apabila di tempat kamu tinggal tidak ada program penitipan obat-obatan bekas yang resmi, kamu bisa melakukan beberapa cara sederhana untuk membuang beberapa obat kedaluwarsa sendiri di rumah.

Cara pertama, campurkan obat (tetapi jangan menggerus obat tablet dan membuka isi kapsulnya) dengan substansi atau benda yang menjijikkan seperti sampah makanan, debu, kotoran hewan peliharaan, atau ampas kopi. Hal ini perlu dilakukan agar obat-obatan ini tidak disalahgunakan oleh orang lain.

Kedua, kamu bisa memasukkan campuran sampah tersebut ke dalam tempat khusus seperti wadah kedap udara untuk menghindari kebocoran dan letakkan wadah tersebut di tempat sampah di rumah yang kamu miliki.

Ketiga, sebelum membuang botol obat atau kemasan obat kosong lainnya, pastikan untuk merusak tampilan fisiknya. Kamu bisa melakukannya dengan mencabut kemasan yang berisi data pribadi (jika ada) dan gunting kemasan karton untuk membuatnya sulit dibaca. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya tindak pemalsuan kemasan atau isi ulang ilegal.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.