Sukses

Agar Tak Keliru Saat Memasak, Ini Perbedaan Roasting dan Grilling

Roasting dan grilling termasuk dalam metode memasak panas-kering.

Liputan6.com, Jakarta Roasting dan grilling merupakan istilah memasak makanan yang sudah sering terdengar dalam dunia masak memasak. Roasting dan grilling kerap disamakan dan bahkan sering tertukar penyebutannya. Kedua metode ini banyak digunakan oleh orang yang sadar kesehatan karena teknik ini menghasilkan tidak terlalu banyak lemak saat proses memasak.

Koki profesional mengkategorikan semua metode memasak sebagai metode "panas kering" atau "panas basah". Metode memasak panas-kering merupakan proses memasak tanpa bantuan cairan seperti air atau minyak. Sementara metode panas basah membutuhkan cairan atau uap berbasis air.

Roasting dan grilling termasuk dalam metode memasak panas-kering. Secara harafiah, roasting dan grilling merujuk pada arti "memanggang". Namun, rupanya roasting dan grilling memiliki perbedaan dalam beberapa hal. Berikut perbedaan roasting dan grilling yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu(8/5/2019).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Roasting

Secara tradisional, roasting berarti memasak makanan (biasanya daging) di depan atau di atas api atau hamparan bara. Dalam praktiknya, saat oven mulai digunakan, istilah ini perlahan mulai mencakup daging yang dimasak dalam oven juga. Memanggang melibatkan memasak makanan yang sudah memiliki struktur padat sebelum proses memasak dimulai seperti daging dan sayuran.

Oven pada dasarnya hanya sebuah kotak terisolasi, dan udara di dalam oven dinaikkan ke suhu yang telah ditentukan untuk menyalurkan panas ke makanan. Memanaskan daging panggang, pada suhu hingga 475 Fahrenheit, akan membuatnya memiliki warna kecokelatan.

Roasting merupakan proses memasak yang lambat dan karenanya paling cocok untuk memasak potongan daging atau makanan yang lebih besar selama periode waktu tertentu. Beberapa sayuran, seperti kentang, zucchini, labu, lobak, rutabaga, parsnip, kembang kol, asparagus, labu, dan paprika juga cocok untuk dipanggang dengan metode ini.

3 dari 5 halaman

Grilling

Grilling adalah pemanggangan yang terjadi di atas api gas atau arang. Makanan diletakkan langsung pada api atau bara api hingga matang. Dalam hal ini, makanan ditempatkan di atas panggangan yang terletak beberapa inci di atas api atau bara.

Panggangan panas langsung dapat membuat makanan terkena suhu lebih dari 260 ° C (500 ° F). Daging panggang memperoleh aroma dan rasa panggang yang khas dari proses kimia yang disebut reaksi Maillard. Reaksi Maillard hanya terjadi ketika makanan mencapai suhu lebih dari 155 ° C (310 ° F).

Grilling biasanya dianggap sebagai metode memasak yang sehat dan rendah lemak karena membentuk lemak internal makanan selama proses memasak. Banyak orang menganggap metode ini lebih cocok karena faktor kesehatan tambahan dan juga tidak memerlukan oven.

Grilling dalah metode memasak cepat dan memberikan warna hangus yang bagus pada daging. Paling cocok untuk memasak steak, daging domba dan potongan tipis lainnya karena intensitas api yang tinggi. Grilling menghasilkan permukaan yang kecoklatan, tanda panggangan yang menarik, dan makanan dengan kandungan lemak lebih rendah dari yang seharusnya.

4 dari 5 halaman

Manfaat roasting dan grilling

Salah satu manfaat memanggang adalah mengurangi kadar lemak sat memasak. Lemak bisa memicu banyak masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular dan lainnya. Memanggang makanan akan menghilangkan kelebihan lemak sehingga mengurangi jumlah lemak dalam makanan.

Roasting mungkin memakan waktu lebih lama, tetapi bisa mempertahankan lebih banyak rasa alami makanan. Sementara itu, grilling adalah metode memasak yang mudah karena yang harus Anda lakukan adalah meletakkan makanan di atas perapian di atas api terbuka.

Baik untuk daging maupun sayuran, cara memasak dengan memanggang masakan akan menjaga tingkat nutrisi, vitamin, dan mineral yang ada di dalamnya. Pastikan sayuran tak dipanggang terlalu lama dan tetap segar agar nutrisi terjaga. Sementara untuk daging, memanggang akan menjaga kadar riboflavin dan thiamine yang ada di dalamnya. Keduanya adalah nutrisi yang penting untuk tubuh sehat.

5 dari 5 halaman

Teknik memanggang lainnya

Toasted

Toasted adalah cara memanggang cepat dengan temperatur rendah. Tujuannya untuk mendapatkan warna kecoklatan pada permukaan makanan atau melelehkan keju atau cokelat. Toasted biasanya digunakan untuk membuat roti bakar.

Toasted dapat melibatkan pemaparan langsung dan singkat ke sumber panas oven, atau pemaparan yang lebih lama terhadap panas ringan pada toaster.

Broiling

Teknik broiling merupakan proses memanggang menggunakan panas tinggi dan langsung mengarah ke makanan. Api berasal dari atas makanan. Jika menggunakan teknik ini, kita harus sering membalikkan makanan agar tidak gosong di satu sisi saja. Broiling digunakan untuk mempertahankan sari daging sambil mengembangkan rasa. Broiling tidak melembutkan serat daging yang keras. Paling baik digunakan untuk daging empuk, termasuk unggas.

Broiling akan berfungsi paling baik dengan makanan yang tidak terlalu tebal, karena memanggang dan membakar bagian luar makanan dengan cepat. Teknik ini juga dapat digunakan untuk menambahkan renyah akhir ke makanan yang sudah dimasak melalui metode lain.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini