Liputan6.com, Jakarta Tidak perlu berusia tua, seseorang bisa memiliki kerutan atau keriput di bagian dahi mereka bahkan saat umurnya masih tergolong muda. Dahi berkerut memang sangat umum dialami lantaran merupakan bagian dari proses penuaan.
Namun, keberadaannya bisa diakibatkan oleh faktor-faktor lain seperti keseringan mengangkat atau menggerakan alis, kebanyakan berpikir, kelamaan begadang atau tidak tidur, dan masih banyak lagi.
Kerutan pada dahi tentunya akan membuat penampilan seseorang berubah menjadi kurang rupawan atau menarik, lantaran garis-garis halus pada kulit tersebut akan membuat wajah terlihat jauh lebih tua daripada aslinya.
Jika hal-hal pemicu kemunculan kerutan pada dahi terus dilakukan, maka kerutan bisa menjadi permanen. Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menguranginya atau menghilangkannya secara permanen, jika dilakukan secara rutin, sering dan sabar setiap harinya. Berikut langkahnya seperti dimuat laman Live Strong, Senin (28/11/2016).
Langkah pertama: Yoga wajah
Cara pertama menghilangkan atau mengurangi kerutan di dahi pada wajah adalah dengan latihan yoga wajah. Ada banyak jenis latihan yoga wajah yang bisa dipraktekkan, namun khusus untuk menghilangkan kerut di bagian dahi, latihan paling tepat adalah gerakan menurunkan dan menaikkan alis sejauh mungkin dan sekuat tenaga selama 5 kali setiap hari.
Latihan menggunakan otot-otot wajah ini diyakini dapat mengurangi kerutan lantaran kulit di bagian tersebut ditarik dari dua sisi secara silih berganti sampai ketat dan tidak lagi kendur.
Langkah kedua: Minum air putih.
Mengonsumsi air putih ternyata manfaatnya lebih dari sekedar mencegah tubuh dari dehidrasi saja. Penelitian yang dilakukan di Leeds University, Skotlandia pada tahun 2008 lalu menunjukan bahwa pengonsumsian air mineral setiap harinya dapat mengurangi keriput pada wajah sebanyak 25%. Kulit yang terhidrasi pun akan membuat kerutan di dahi tersamarkan karena kalau kering, garis-garis tersebut cenderung lebih kelihatan.
Langkah ketiga: Oleskan bahan berefek mujarab.
Ada beberapa jenis bahan tertentu yang bisa dioleskan pada dahi untuk perlahan-lahan mengurangi kekenduran kulit di bagian tersebut. Contohnya, minyak kelapa, minyak jojoba, minyak almond, buah citrus, petroleum jelly dan madu manuka. Masing-masing memiliki kandungan tersendiri seperti antioksidan dalam minyak kelapa, jojoba dan almond, yang mencegah timbulnya kerutan.
Kemudian, vitamin E dan C dalam buah citrus yang menyehatkan kulit dari kondisi mengkerut, dan benzoic acid dalam madu yang membantu regenerasi pada kulit.
Langkah keempat: Pijat.
Pijatan di bagian dahi juga dipercaya akan perlahan-lahan mengurangi kerutan di bagian dahi. Gunakan kemampuan pemijat profesional untuk membantu menghilangkan kerutan membandel di wajah.
Langkah kelima: Kurangi berpikir hingga stres.
Ketika otak dilanda banyak pikiran, maka langkah terbaik adalah mengatur napas sambil menutup mata. Jangan biarkan diri sampai stres dan kerjakan atau selesaikan masalah satu per satu. Jangan menganggap semua hal yang dihadapi itu tantangan atau masalah, karena hal tersebutlah yang memicu kemunculan garis-garis di bagian dahi.
5 Langkah Efektif Menghilangkan Kerutan di Dahi Selamanya
Tidak perlu berusia tua, seseorang bisa memiliki kerutan atau keriput tak menawan di bagian dahi atau kening mereka akibat stres dan lainnya
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
- Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
- Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
- Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378737/original/019231300_1792561477-cpns_honorer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378727/original/040838400_1792560617-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378600/original/015963400_1792553835-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378701/original/053949600_1792559545-IMG_0335.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378588/original/026848100_1792553093-IMG_8103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377611/original/065727200_1792471085-IMG_5844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377540/original/018677800_1792468167-IMG-20261020-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4531145/original/041979500_1691552579-Screenshot_20230809_095647_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2946398/original/079785500_1571738616-20191022-Waspada_-Cuaca-Jakarta-Memanas-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4516753/original/082794300_1690458364-Polusi-Udara-Jakarta-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2914760/original/000288800_1568789374-20190918-Kabut-Asap-Malaysia-Singapura-4.jpg)