Liputan6.com, Jakarta Terapkan pola 20-20-20 agar kita terhindar dari masalah kesehatan mata akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Menurut Dr. Ikhsan Revino, SpM, pola seperti ini akan sangat membantu bila dilakukan setiap hari.
"Artinya, setiap kita melihat gadget selama 20 menit, idealnya beristirahat selama 20 detik. Selama 20 detik ini, harus digunakan untuk melihat sejumlah benda dengan jarak 20 feat (6 meter)," kata Dr. Ikhsan dalam acara `Cek Mata Yuk: Gaya Hidup Modern Versus Mata Kita` di Ruang Ikat, Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, ditulis Rabu (22/10/2014).
Spesialis Mata dari Sumatera Eye Centre (SMEC), melanjutkan, dalam penggunaan gadget, baik itu ponsel atau tablet, usahakan untuk mengatur kontras dari gadget senyaman mungkin. Tidak terlalu terang, tidak juga terlalu gelap.
"Terlalu terang mata akan lelah. Jika terlalu gelap, kita akan cenderung mendekat gadgetnya, yang berakibat pada mata yang semakin lelah," kata Dr. Ikhsan.
Selain waktu penggunaan gadget yang harus diperhatikan, kata Dr. Ikhsan, kita pun harus memerhatikan jarak ideal penggunaan gadget tersebut. "Harus berjarak 30 sampai 50 senti. Itu jarak baca ideal," kata Ikhsan.
Yang paling penting, jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup sehat; tidur yang cukup selama 6 sampai 8 jam, dan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, dan antioksidan.
"Ingat, masalah mata bukan hanya vitamin A saja, melainkan semua vitamin. mata itu berkaitan dengan daya tahan tubuh, karena akan memengaruhi hormon," kata Ikhsan.
`20-20-20` Kunci Rahasia Sehatkan Mata
Kode 20-20-20 untuk mata yang lebih sehat. Apa maksudnya?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/645941/original/Mata-mata%20Inggris.jpeg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon28 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti10 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066076/original/004010200_1656393110-Rampok1.jpg)