Sukses

Jurus Petugas Agar Jemaah Haji Tak Terlewat di Miqat Bir Ali Sebelum ke Makkah

Liputan6.com, Jakarta Jemaah dari dua kelompok terbang yakni SOC 1 dan JKG 1 akan diberangkatkan menuju Makkah pada 12 Juni besok. Jemaah haji yang telah mengenakan pakaian ihram akan berangkat ba'da salat Ashar.

Sebelum memulai perjalanan ke Mekkah, jemaah akan singgah beberapa jam di Bir Ali, sebuah kawasan yang berada di perbatasan Madinah dan Makkah. Di Bir Ali, jemaah akan melaksanakan salat sunah dua rakaat dilanjutkan dengan miqat atau niat umrah. Sebab setibanya di Makkah, jemaah langsung melakukan umrah wajib.

Kepala Sektor Khusus Bir Ali, Aruji Maswatu mengatakan, sejumlah persiapan sudah dilakukan. Termasuk memastikan sopir dan bus yang membawa jemaah haji tidak kelewatan.

"Untuk memastikan sopir bus tiba di Bir Ali, kami akan bekali kontak seluruh petugas TPIHI (tim pembimbing ibadah haji Indonesia) atau ketua kloter," kata Aruji kepada Media Center Haji di Bir Ali, Madinah, Sabtu (11/6/2022).

Dia menambahkan, pihaknya akan selalu memonitor keberadaan bus setelah dipastikan berangkat dari pemondokan. Diperkirakan jarak Madinah menuju Bir Ali bila menggunakan bus lebih kurang 30 menit.

"Kalau lebih dari waktu itu, maka kita bisa curigai jangan-jangan dia terlewat, dan harus kembali," jelasnya.

Ditambahkan Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo, bus-bus yang membawa jemaah juga telah dilengkapi GPS. Hal itu diharapkan mempermudah petugas memantau keberadaan bus.

"Sekarang setiap bus ada GPS begitu lewat, akan diingatkan karena terpantau di GPS," tegas Amin.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tahapan Jemaah di Bir Ali

Jemaah diperkirakan berangkat dari pemondokan setelah Salat Ashar. Setibanya di Bir Ali, jemaah diberikan waktu lebih kurang satu jam untuk wudhu, salat sunah dua rakaat dan melakukan niat ihram. Ihram digunakan jemaah sejak dari pemodokan.

Setibanya di Bir Ali, jemaah akan turun bus lalu masuk ke masjid melalui pintu berbeda untuk jemaah laki-laki dan perempuan. Jemaah perempuan masuk melalui pintu 3 dan 4, sementara jemaah laki-laki masuk melalui pintu 5 dan 6.

Sementara untuk pintu masjidnya, jemaah perempuan masuk melalui pintu 6 dan 7. Sementara jemaah laki-laki pintu 1 sampai 5.

"Jadi pintu masuk harus sama dengan pintu keluar," kata Aruji.

Terhadap jemaah yang kemungkinan sakit, akan dilakukan penanganan terlebih dahulu. Tetapi setelah dipastikan cukup baik, jemaah akan tetap melanjutkan perjalanan ke Mekkah.

Reporter: Lia Harahap/Merdeka.com