Liputan6.com, Seoul - Hari awal musim panas yang gerah baru saja mulai berlalu, ketika suara dentuman yang memekakkan telinga bergema di seluruh Gangnam, Seoul, Korea Selatan. Setengah dari Sampoong Department Store, kompleks dua gedung berwarna merah muda yang dulunya merupakan bangunan penting di kawasan Seocho-gu yang makmur, telah lenyap, meninggalkan reruntuhan, puing, dan debu.
Runtuhnya gedung pada 29 Juni 1995 menewaskan 502 orang dan melukai 937 lainnya, mengutip Korea Herald, Sabtu (26/6/2025), menjadikannya peristiwa dengan korban jiwa terbesar di masa damai dalam sejarah modern Korea Selatan — sebuah rekor yang belum terpecahkan hingga hari ini.
Runtuhnya Sampoong Department Store terjadi hanya berselang delapan bulan setelah runtuhnya Jembatan Seongsu, yang menewaskan 32 orang dan melukai 17 orang, Sampoong menimbulkan trauma kolektif pada warga Korea.
Advertisement
Peristiwa itu adalah peringatan pahit bagi mereka untuk merenungkan budaya kerja keras dan obsesi bangsa itu dengan pencapaian yang cepat, yang telah membantu Korea Selatan bangkit dari kemiskinan pascaperang.
Kronologi Sampoong Department Store Runtuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076500/original/004014500_1735885889-000_32XK6HY.jpg)
Mengutip situs Brittanica, disebutkan bahwa pada 29 Juni 1995, ketika retakan muncul di langit-langit lantai lima Sampoong Department store, area tersebut hanya ditutup begitu saja.
Hari itu toko sangat ramai, dan pihak manajemen tidak mau mengosongkan seluruh gedung. Menjelang makan siang, retakan melebar dan langit-langit lantai empat mulai melengkung ke bawah, sehingga lantai atas akhirnya ditutup.
Staf baru membunyikan alarm pada pukul 17.50, dan beberapa menit kemudian, atap ambruk, tiang-tiang penyangga rubuh, dan dalam kurang dari 20 detik, sebagian besar gedung lima lantai itu runtuh ke basement, menimpa pembeli dan karyawan yang terjebak di dalamnya.
Berkat efisiensi tim penyelamat, ratusan korban selamat berhasil dievakuasi dari reruntuhan, dengan penyintas terakhir ditemukan setelah 17 hari.
Awalnya, bencana ini dikira disebabkan oleh kebocoran gas atau aksi terorisme, tetapi investigasi membuktikan bahwa gedung telah kelebihan beban dan dibangun dengan beton berkualitas rendah. Lee Joon dihukum penjara tujuh setengah tahun, begitu pula putranya, Lee Han-Sang, serta beberapa pejabat kota yang terbukti menerima suap.
Pasca-tragedi Sampoong, perhatian lebih besar diberikan untuk meningkatkan standar konstruksi bangunan serta memperkuat dan menegakkan kode keselamatan. Banyak bangunan di ibu kota Korea Selatan akhirnya dikecam, dirubuhkan, dan dibangun ulang.
Kini, di bekas lokasi Sampoong Department Store berdiri sebuah kompleks apartemen mewah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5267571/original/067563100_1751122143-sampoong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381001/original/013284900_1792748649-Untitled_Design__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380873/original/066686100_1792741949-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3522657/original/065387600_1627377386-bendera.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4661488/original/022203100_1700802003-conflict-3036173_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376358/original/056487700_1792333707-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1554701/original/067388600_1491198222-lotte.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3125871/original/024061900_1589278707-minoo.jpg)