Sukses

4 Fakta Menarik keberadaan Lubang Putih, Kembaran Lubang Hitam

Berikut fakta menarik mengenai teori keberadaan white hole atau lubang putih yang masih kontroversial.

Liputan6.com, Jakarta - Istilah black hole atau lubang hitam sudah sering terdengar di telinga. Lubang hitam adalah sisa reruntuhan bintang-bintang secara serempak yang menjadi supernova.

Lubang hitam menyerap segala sesuatu materi disekitarnya. Namun rupanya, Black Hole bukan satu-satunya fenomena menarik di antariksa.

Selain balck hole, white hole juga ditemukan ilmuwan di alam semesta ini. Seperti dua sisi koin, white hole atau lubang putih adalah kebalikan lubang hitam.

Berikut fakta menarik mengenai teori keberadaan white hole atau lubang putih yang masih kontroversial.

1. Serupa dengan Lubang Hitam

Jika lubang hitam menyerap segala macam materi yang berada disekitarnya dan tidak ada yang bisa keluar dari dalamnya. Maka, lubang putih adalah kebalikannya yaitu daerah yang memancarkan materi dan tidak bisa dimasuki oleh apapun.

Dikutip dari laman Space pada Selasa (02/04/2024), lubang hitam menyedot semua materi kosmik ke dalam pusarannnya. Sedangkan lubang putih memuntahkan materi tersebut.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Relativitas Einstein

2. Didasarkan Teori Relativitas Einstein

Lubang hitam ada kaitannya dengan teori relativitas umum ciptaan Albert Einstein. Teori relativitas adalah gravitasi tercipta dari massa yang membelokkan ruang dan waktu.

Lubang putih adalah kebalikan dari lubang hitam. Dari situlah Lubang Putih juga pehitungannya menggunakan teori relativitas.

3. Dianggap Sebagai Kunci Teori Time Traveller

Ada suatu teori yang menjadi kontroversi mengenai lubang hitam dan lubang putih, yaitu lubang cacing. Dalam hipotesa lubang hitam milik Schwarzschild, black hole menyedot materi.

Materi tersebut akan terbawa ke Worm Hole atau lubang cacing. Lubang cacing digambarkan sebagai lorong ruang dan waktu yang digunakan para penjelajah waktu (time traveller).

Melansir laman Science Focus Selasa (02/04/2024), lubang hitam yang menyedot materi dianggap sebagai pintu masuk. Sedangkan lubang putih yang memuntahkan materi dianggap sebagai pintu keluar.

Keduanya membentuk lubang cacing yang memungkinkan manusia untuk menjelajahi ruang dan waktu. Namun, tentu teori tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Apalagi mengingat teori Einstein tidak memungkinkan materi apa pun untuk memasuki lubang putih karena adanya singularitas. Artinya, tidak ada materi yang bisa masuk ke lubang putih karena bagian dalamnya terputus dari masa lalu alam semesta.

Ilmuan bernama Hal Haggard dan Carlo Rivelli menyatakan teori bahwa lubang putih adalah kelahiran kembali dari lubang hitam. Ketika bintang-bintang masif runtuh bersamaan, mereka membentuk supernova yang menjadi lubang hitam.

Singularitas lubang hitam akan terkompresi sekecil mungkin dan kemudian memantul sebagai lubang putih. Lubang putih kemudian memuntahkan seluruh materi bintang yang runtuh tersebut.

Proses peralihan tersebut menghasilkan pelebaran waktu yang sangat besar. Hal ini didasarkan pada teori bahwa lubang hitam dan lubang putih membelokkan ruang dan waktu.

Peristiwa tersebut dapat terjadi dalam waktu yang sangat lama, bahkan hingga miliaran tahun. Teori tersebut juga menuai kontroversi karena menurut teori Stephen Hawking, lubang hitam perlahan dan akan hilang, bukannya berubah menjadi lubang putih.

4. Dianggap Hanya Khayalan Hingga Saat Ini

Lubang putih masih dianggap sebagai konsep matematika yang luar biasa. Beberapa beranggapan lubang putih hanyalah konsepsi matematika yang tidak ada.

Sebagian besar yang lain, menganggap bahwa lubang putih yang besar tidak akan bertahan lama. Bahkan tidak sedikit pula yang setuju lubang putih benar-benar ada di alam semesta.

Meskipun belum bisa dibuktikan kebenarannya, ilmuan terus mempelajari tentang lubang putih. Banyak ilmuan berspekulasi bahwa lubang putih memiliki konsep yang hampir sama dengan big bang.

Penelitian dan observasi lebih lanjut diperlukan untuk menguak rahasia alam semesta yang menakjubkan ini.

(Tifani)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini