Sukses

4 Fakta Menarik Voyager Station Hotel Luar Angkasa Pertama

Tak hanya piknik ke luar angkasa, sebuah hotel luar angkasa juga tengah digagas. Hotel antariksa Voyager Station merupakan proyek dari Gateway Foundation bersama timnya, Orbital Assembly Corporation (OAC).

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan ke luar angkasa dapat dilakukan dengan mudah di masa depan. Selain misi pribadi seperti Inspiration4 dan DearMoon, menginap di luar angkasa juga dapat dilakukan.

Tak hanya piknik ke luar angkasa, sebuah hotel luar angkasa juga tengah digagas. Hotel antariksa Voyager Station merupakan proyek dari Gateway Foundation bersama timnya, Orbital Assembly Corporation (OAC).

Voyager Station yang akan menjadi hotel luang angkasa pertama di dunia. Rencananya, Voyager Station akan memulai konstruksi pada 2026 dan menyambut tamu pada 2027.

Dikutip dari laman resmisnya pada Selasa (02/04/2024), berikut fakta menarik Voyager Station hotel luar angkasa pertama.

1. Terinspirasi dari Film

Seorang arsitektur desain di OAC, Tim Alatorre menyatakan jika Voyager Station terinspirasi dari film fiksi ilmiah yang berjudul 2001: A Space Odyssey. Film tersebut merupakan film yang bertemakan evolusi manusia, teknologi, kecerdasan buatan, dan kehidupan luar angkasa yang digarap oleh Stanley Kubrick pada 1968.

Teknologi yang canggih serta kenyamanan kapal luar angkasa dalam film tersebut menjadi inspirasi desain Voyager Station. Tim Alatorre juga mengatakan jika mungkin sebenarnya tujuan Stanley Kubrick menggarap film tersebut yakni untuk menyoroti kesenjangan antara teknologi dan manusia di luar angkasa.

2. Terinspirasi Ilmuwan Wernher von Braun

Proyek Voyager Station sebenarnya sudah direncanakan sejak 2018. Pada awalnya, proyek stasiun antariksa komersil tersebut dinamai 'von Braun Space Station', seorang ilmuwan roket legendaris Jerman-Amerika.

Wernher von Braun adalah sosok yang terkemuka karena pernah terlibat dalam proyek pengembangan teknologi roket di Jerman selama masa Perang Dunia II. Tidak hanya itu, keberhasilan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat di Bulan tak luput dari peran von Braun dalam pengembangan pesawat Apollo 11.

John Blincow, pendiri Gateway Foundation sekaligus pimpinan OAC mengatakan proyek stasiun antariksa komersial Voyager ini terinspirasi dari karya-karya Wernher von Braun. Akan tetapi, mengambil nama von Braun sebagai nama awal proyek Voyager Station dikira kurang tepat karena proyek tersebut sama sekali tak ada kaitannya dengan von Braun.

Oleh karena itu, John Blincow dan timnya sepakat untuk menamai stasiun antariksa komersil mereka dengan nama Voyager Station yang lebih umum.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Dilengkapi Fasilitas Mewah

3. Dilengkapi Fasilitas Mewah

Voyager Station akan menjadi bangunan luar angkasa terbesar yang dibuat oleh manusia dengan daya tampung maksimal 400 orang. Fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan pun tak kalah megah dari hotel-hotel bintang lima di bumi.

Melansir Space pada Selasa (02/04/2024), Voyager Station akan menyediakan ruang untuk restoran, bioskop, perpustakaan, gimnasium, aula, bar, spa, dan ruang khusus untuk menikmati pemandangan luar angkasa. Ada pula ruangan dengan gravitasi bulan yang memungkinkan para wisatawan merasakan sensasi melompat dan berlari seperti di bulan.

Rencananya ada sekitar 24 modul tempat tinggal yang akan dirancang pada Voyager Station dengan panjang 20 meter dan lebar 12 meter. Modul tempat tinggal tersebut tak hanya didesain khusus untuk wisatawan, melainkan juga untuk para ilmuwan, astronot, dan beberapa agensi penelitian ruang angkasa dunia.

4. Dilengkapi Rangka Cincin Berteknologi Canggih

Voyager Station, akan memiliki fitur cincin dengan teknologi canggih. Ada tiga rangka cincin utama, yaitu rangka cincin dalam, rangka cincin luar, dan rangka cincin tempat tinggal.

Rangka cincin dalam dirancang khusus untuk parkir pesawat ruang angkasa yang akan mengangkut dan menurunkan penumpang atau kargo. Rangka cincin ini merupakan rangka cincin tanpa tekanan yang dilengkapi lengan limbung dan stabilisator sebagai pengunci pesawat ketika menepi.

Awalnya hanya akan ada satu parkiran, namun pihak Gateway Foundation telah merencanakan pembuatan parkiran lain, sehingga dua pesawat luar angkasa sekaligus dapat menepi di Voyager Station secara bersamaan. Kemudian ada rangka cincin luar yang terhubung dengan rangka cincin dalam sebagai pintu masuk stasiun.

Rangka cincin ini berbentuk tiang cincin segitiga yang mana difungsikan sebagai penopang utama stasiun. Selanjutnya di bawah rangka cincin luar ada rangka cincin tempat tinggal.

Rangka cincin ini memiliki tekanan dan merupakan yang paling besar dari dua rangka cincin sebelumnya. Hal tersebut karena rangka cincin tempat tinggal akan menjadi area kamar hotel serta ruang lainnya di Voyager Station.

(Tifani)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.