Sukses

Ngeri, 117 Kucing Mati Ditemukan dalam Kulkas Milik Pensiunan di Prancis

Liputan6.com, Paris - Sebanyak 117 kucing mati ditemukan di dalam freezer milik seorang pensiunan di Prancis yang mengaku sebagai pecinta kucing.

Dilansir Mirror, Minggu (11/2/2024), pria berusia 66 tahun tersebut meletakkan kucing-kucing itu di dalam freezer (pembeku) di rumahnya, di Kota La Roquette-sur-Siagne, dekat Cannes, di Mediterania Prancis.

Pria yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan hukum, kemudian ditangkap di dalam "rumah horor" tersebut.

"Dia tidak berpikir dia telah melakukan kesalahan apa pun, kecuali menidurkan kucing-kucing itu," kata salah satu sumber.

"Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia mencintai kucingnya dan ingin memberi mereka kehidupan abadi," lanjutnya.

Menurut agen yang bekerja untuk AEPA, kelompok perlindungan hewan Prancis itu mengatakan 38 kucing lainnya, termasuk 12 anak kucing dan satu kucing dewasa hamil, ditemukan dalam kondisi hidup di sekitar rumah pria tersebut. Namun, beberapa dari mereka menunjukkan tanda-tanda penyakit hingga memiliki luka dan mengalami kurang gizi.

"Mereka telah tinggal di rumah kotor pria itu selama bertahun-tahun, dan semuanya berada dalam kondisi yang sangat buruk," ungkap sumber tersebut.

"Itu benar-benar rumah yang mengerikan, bahkan ada kucing lain yang terkubur di taman," sambung dia.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Kondisi Psikis Lemah

Pria yang telah ditangkap itu dilaporkan memiliki "kondisi psikologis yang lemah" sehingga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

AEPA telah menyelidiki rumah tersebut sejak Desember 2023, mengumpulkan informasi hingga dirasa cukup untuk memberi tahu polisi dan menggeledah rumah tersebut.

3 dari 3 halaman

Sudah Dicurigai Sejak Lama

AEPA, kelompok tersebut sudah mengetahui keberadaan rumah tersebut, menyusul keluhan sebelumnya tentang kekejaman terhadap hewan pada tahun 2021 dan 2019, ketika 58 kucing ditemukan.

Seorang juru bicara AEPA mengatakan, "Kami menyelidiki, kami mencium bau yang menyengat, dan mendengar banyak suara mengeong, jadi kami memanggil polisi, yang datang untuk mengamati. Setelah dua bulan, polisi memperoleh surat perintah penggeledahan."

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini