Sukses

10 Februari 1840: Ratu Victoria dan Pangeran Albert Menikah, Kisah Cinta Terkenal dalam Sejarah Kerajaan Inggris

Liputan6.com, London - Sudah lebih dari 100 tahun yang lalu sejak Ratu Victoria, nenek moyang Ratu Elizabeth II, dan Pangeran Albert menikah. Namun, kisah cinta mereka masih jadi salah satu yang paling terkenal dalam sejarah Kerajaan Inggris.

Dilansir laman Royal Museums Greenwich, Jumat (9/2/2024), pasangan ini pertama kali bertemu pada ulang tahun Ratu Victoria yang ke-17 pada April 1836. Ketika itu, Victoria menjadi pewaris takhta Inggris.

Keduanya dikenalkan oleh paman mereka, Leopold I (1790 - 1865), Raja Belgia. Dalam memoarnya, baik Pangeran Albert maupun Ratu Victoria mencatat bahwa mereka hampir jatuh cinta pada saat itu juga.

Setelah Victoria naik takhta pada tahun 1837, tradisi menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melamar raja yang sedang berkuasa. Oleh karena itu, Victoria lah yang melamar Albert. Ia melamarnya pada kunjungan keduanya pada bulan Oktober 1839 di Kastil Windsor di Berkshire.

Mereka pun menikah pada 10 Februari 1840 di Chapel Royal, St. James Palace, London, Inggris. Ini adalah pernikahan pertama ratu Inggris yang berkuasa sejak Ratu Mary pada tahun 1554.

Victoria tiba di kapel setelah menjalani prosesi panjang dari Istana Buckingham. Sementara itu, Albert dikawal oleh satu skuadron kavaleri seniornya, dan 12 pengiring pengantin membawa kereta Victoria.

Karena ayah Victoria meninggal ketika dia masih kecil, dia pun didampingi oleh paman kesayangannya, Pangeran Augustus Frederick, Adipati Sussex.

Usai upacara pernikahan, pasangan pengantin baru ini menjalani prosesi menuju kediaman ratu di Kastil Windsor.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Pakai Gaun Putih

Untuk pernikahannya, Victoria memilih mengenakan gaun berbahan satin dan renda berwarna putih, yang dianggap tidak biasa pada saat itu.

Ketika itu, pengantin wanita lebih umum mengenakan gaun dengan warna-warna yang dapat digunakan lagi untuk acara lain. Gaun putih dipilih sebagai simbol kekayaan, kemurnian, dan memastikan ratu akan menonjol dari kerumunan dalam prosesi tersebut.

Gaun sutranya menggunakan bahan tenunan di Spitalfields di London, sedangkan rendanya dibuat di Honiton, Devon, guna mendukung kerajinan Inggris yang saat itu sedang lesu. Gaun itu dirancang oleh William Dyce, kepala Sekolah Desain Pemerintah, yang sekarang dikenal sebagai Royal College of Art.

Meskipun Victoria tidak memulai tradisi 'white wedding', dia membantu mempopulerkan gaun pengantin putih. Saat pernikahan Duke dan Duchess of Cambridge, banyak perbandingan yang dilakukan antara gaun Victoria dan Kate Middleton.

3 dari 4 halaman

Punya Sembilan Anak

Ratu Victoria dan Pangeran Albert memiliki sembilan anak, yang terdiri dari empat laki-laki dan lima perempuan. Mereka adalah:

  1. Victoria Adelaide Mary Louise (1840 -1901)
  2. Edward Albert, yang kemudian menjadi Raja Edward VII (1841 - 1910)
  3. Alice Maud Mary: (1843 - 1878)
  4. Alfred Ernest Albert (1844 - 1900)
  5. Helena Augusta Victoria (1846 - 1923)
  6. Louise Caroline Alberta (1848 - 1939)
  7. Arthur William Patrick Albert (1850 - 1942)
  8. Leopold George Duncan Albert (1853 - 1884)
  9. Beatrice Mary Victoria Feodore (1856 - 1944)
4 dari 4 halaman

Pangeran Albert Meninggal Lebih Dahulu

Victoria dan Albert menikah selama 21 tahun, dan tetap bersama sampai kematian Albert pada tanggal 14 Desember 1861.

Ditinggal suaminya, ratu pun merasa sangat sedih dan mengungkapkan perasaannya melalui buku harian di mana ia menulis betapa bergantungnya pasangan tersebut satu sama lain secara praktis, politis, dan emosional.

Setelah kematian Albert, ratu mengenakan pakaian hitam untuk berkabung selama sisa hidupnya, sehingga mendapat julukan 'janda Windsor'.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.