Sukses

Rusia dan Ukraina Kembali Bebaskan Tawanan Perang, Total 200 Orang

Liputan6.com, Moskow - Rusia dan Ukraina kembali melakukan pertukaran ratusan tawanan perang pada Kamis 8 Februari 2024.

"100 anggota militer Rusia ditukar dengan 100 anggota Ukrainian Armed Forces (UAF)/Angkatan Bersenjata Ukraina setelah negosiasi yang dimediasi oleh Uni Emirat Arab," kata Russian Ministry of Defence (Kementerian Pertahanan Rusia) dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN, Jumat (9/2/2024).

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan prajuritnya yang telah dibebaskan akan diterbangkan kembali oleh Angkatan Udara Rusia dan diberikan bantuan medis dan psikologis.

"Adapun warga Ukraina yang dibebaskan termasuk 49 tentara, 25 penjaga perbatasan dan beberapa prajurit dari pasukan pertahanan teritorial," menurut Coordination Headquarters for the Treatment of Prisoners of War (KSHPPV)/Markas Koordinasi Perlakuan terhadap Tahanan Perang Ukraina.

Yang tertua berusia 62 tahun dan yang termuda berusia 20 tahun, rinci KSHPPV.

"Semua tentara yang diselamatkan adalah prajurit dan sersan. 84 tentara yang diselamatkan membela Mariupol (termasuk 82 pembela Azovstal), sisanya melakukan misi tempur di sektor Donetsk dan Luhansk," tutur KSHPPV.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan melalui Telegram bahwa para tahanan yang dibebaskan telah kembali ke Ukraina. "Semuanya milik kami, semuanya sudah kembali ke tanah airnya," kata Zelenskyy.

"Kami sedang mengerjakan semuanya dan tidak akan berhenti sampai kami mengembalikannya!" tambah Zelenskyy.

Sejauh ini CNN tidak dapat memverifikasi secara independen klaim yang dibuat oleh kedua belah pihak.

Pekan lalu, Ukraina dan Rusia menukarkan ratusan tawanan perang dalam apa yang pemerintah Ukraina sebut sebagai "pertukaran besar kedua setelah jeda panjang." Ini adalah pertukaran pertama sejak jatuhnya pesawat IL-76 Rusia secara misterius pada 24 Januari di wilayah Belgorod Rusia, yang bertetangga dengan Ukraina bagian timur.

Moskow mengklaim pesawat itu mengangkut puluhan tawanan perang Ukraina, sementara Kyiv mengatakan pesawat itu membawa rudal Rusia untuk digunakan dalam serangan lebih lanjut ke Ukraina.

Zelenskyy mengatakan 207 anggota militer Ukraina telah dikembalikan pada hari Rabu (7/2), sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 195 personel militer Rusia telah diterima.​

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Pertukaran Tahanan Terbesar di Perang Ukraina dan Rusia, Total 478 Tawanan Dibebaskan

Ukraina dan Rusia sebelumnya juga bertukar ratusan tawanan perang, yang digambarkan oleh pihak berwenang di Kyiv sebagai pertukaran terbesar saat perang.

Ukraina mengatakan 230 tahanan, termasuk anggota angkatan bersenjata dan penjaga perbatasan, telah dibebaskan dari penawanan Rusia. Sebagai imbalannya, 248 warga Rusia dibebaskan oleh Ukraina dalam kesepakatan yang dimediasi oleh Uni Emirat Arab.

Ini merupakan pertukaran tahanan besar pertama sejak Agustus 2023 lalu.

"Rakyat kami sudah pulang," tulis Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di media sosial seperti dikutip dari BBC.

"Hari ini, kami membawa kembali lebih dari 200 prajurit dan warga sipil dari penawanan Rusia". 

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan negosiasi tersebut "sulit".

Kedua negara telah bertukar tahanan dalam beberapa kesempatan sejak dimulainya perang besar-besaran di Rusia pada Februari 2022, namun pemimpin Ukraina mengatakan bulan lalu bahwa proses tersebut melambat karena "alasan yang sangat spesifik" dari Rusia.

Gambar yang menunjukkan pembebasan tahanan diunggah secara terpisah oleh pejabat Rusia dan Ukraina. Sebuah video yang dirilis oleh Moskow menunjukkan beberapa orang Rusia yang dibebaskan tersenyum di dalam bus.

Ukraina mengatakan tentara mereka yang dibebaskan termasuk tujuh pembela Pulau Ular, sebuah pulau berbatu di Laut Hitam.

Pulau Ular menjadi simbol perlawanan Ukraina beberapa jam setelah invasi besar-besaran Rusia, ketika penjaga perbatasan yang ditempatkan di sana menolak menyerah kepada kapal perang Rusia Mosvka.

Orang lain yang dibebaskan termasuk anggota Garda Nasional yang ditangkap di zona eksklusi Chernobyl dan tentara yang ditahan selama pertempuran di pabrik baja Azovstal di Mariupol. Enam dari mereka yang dibebaskan adalah warga sipil, menurut Kyiv.

 

3 dari 4 halaman

Volodymyr Zelenskyy Pecat Panglima Militer Ukraina

Bicara soal Ukraina, Volodymyr Zelenskyy kabarnya memecat komandan tertinggi militernya, Valerii Zaluzhnyi, dalam perombakan militer terbesar di Ukraina sejak invasi Rusia dimulai hampir dua tahun lalu.

Keduanya bertemu pada Kamis (8/2/2024), setelah itu Zelenskyy mengunggah foto bersama yang berisi ucapan terima kasih kepada Zaluzhnyi atas pengabdiannya, namun juga menguraikan perlunya pembaruan dalam angkatan bersenjata.

"Waktu untuk pembaruan seperti itu adalah sekarang. Saya mengusulkan kepada Jenderal Zaluzhnyi untuk tetap menjadi bagian tim," tulisnya di platform X alias Twitter.

Tidak lama setelah itu, Zelenskyy mengumumkan bahwa dia telah menunjuk Oleksandr Syrskyi, komandan pasukan darat Ukraina, sebagai panglima militer Ukraina yang baru.

Pemecatan Zaluzhnyi telah menjadi topik yang banyak dibicarakan di Ukraina selama 10 hari terakhir, sejak rincian pertemuan pekan lalu di mana Zelenskyy meminta Zaluzhnyi mengundurkan diri bocor ke media. Zaluzhnyi menolak untuk berhenti. Demikian dilansir The Guardian, Jumat (9/2).

Keputusan untuk melanjutkan pemecatan dipandang sebagai langkah berisiko bagi Zelenskyy, mengingat tingginya tingkat persetujuan terhadap Zaluzhnyi di kalangan warga Ukraina. Syrskyi, penggantinya, memimpin pertahanan Kyiv yang sukses di awal perang Ukraina dan dipuji karena merencanakan dan melaksanakan serangan balasan yang sukses di wilayah Kharkiv pada tahun 2022. Namun, Syrskyi memiliki reputasi yang beragam di kalangan pasukan garis depan, dengan klaim dia tidak peduli dengan kehidupan prajurit selama operasi tersebut.

Selengkapnya klik di sini...

4 dari 4 halaman

Rudal dan Drone Rusia Serang 6 Wilayah Ukraina, Picu Listrik Padam hingga 3 Orang Tewas

Sementara itu, serangan mematikan di Rabu 7 Februari 2024 pagi melanda Kyiv dan sejumlah kota di Ukraina, menewaskan sedikitnya tiga warga sipil.

"Rusia menembakkan rudal jelajah dan balistik serta drone jenis Shahed ke sasaran di seluruh Ukraina, menewaskan sedikitnya tiga warga sipil dan melukai lebih dari 10 orang," kata pihak berwenang Ukraina seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (8/2/3034).

Rusia menargetkan setidaknya tiga kota besar, menurut militer Ukraina, yang mengatakan pihaknya mencegat 44 drone dan rudal dari 64 yang diluncurkan.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan dua orang tewas di ibu kota Ukraina, Kyiv dan satu orang di Mykolaiv di selatan negara itu.

"Serangan besar lainnya terhadap negara kita. Enam wilayah diserang musuh. Semua layanan kami sekarang bekerja untuk mengatasi dampak teror ini," tulisn Zelenskyy di X.

Listrik padam di beberapa bagian Kyiv, kabel tegangan tinggi rusak, dan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan, kata presiden Ukraina itu.

Menurut Wali Kota Vitalii Klitschko, 13 orang terluka di Kyiv, termasuk seorang wanita hamil. "Gedung apartemen terbakar di beberapa distrik Kyiv," katanya.

Oleksandr Senkevich, Wali Kota Mykolaiv, mengatakan serangan itu telah merobohkan atap 20 rumah dan merusak pipa gas dan air di kota pelabuhan tersebut, serta menewaskan satu orang.

Di Kharkiv, di timur laut Ukraina, seorang wanita berusia 52 tahun mengalami luka ringan akibat serangan rudal S-300, menurut gubernur wilayah tersebut, Oleh Syniehubov.

Rudal menghantam hingga wilayah Lviv di Ukraina barat, tempat terjadinya kebakaran, ungkap pihak berwenang Ukraina.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini