Sukses

Rangkaian Gempa Picu Islandia Darurat Gunung Fagradalsfjall Meletus, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

Islandia telah mengumumkan a state of emergency atau status keadaan darurat setelah serangkaian gempa bumi yang menimbulkan kekhawatiran akan letusan gunung berapi.

Liputan6.com, Grindavík - Islandia telah mengumumkan a state of emergency atau status keadaan darurat setelah serangkaian gempa bumi yang menimbulkan kekhawatiran akan letusan gunung berapi.

Mengutip BBC, Sabtu (11/11/2023), pihak berwenang bahkan telah memerintahkan ribuan orang yang tinggal di kota barat daya Grindavík untuk mengungsi sebagai tindakan pencegahan.

The Icelandic Met Office (IMO) atau Kantor Meteorologi Islandia mengatakan pihaknya khawatir sejumlah besar magma – batuan cair – menyebar di bawah tanah dan mungkin muncul ke permukaan di sana.

Ribuan guncangan telah tercatat di sekitar gunung berapi Fagradalsfjall di dekatnya dalam beberapa pekan terakhir. Mereka terkonsentrasi di Semenanjung Reykjanes di Islandia, yang tidak aktif akibat aktivitas gunung berapi selama 800 tahun sebelum letusan tahun 2021.

Pada Kamis 9 November, peningkatan aktivitas seismik di daerah gunung berapi Fagradalsfjall, mendorong penutupan landmark Blue Lagoon di dekatnya. Lebih dari 20.000 gempa susulan tercatat di barat daya Islandia sejak akhir Oktober.

Badan Perlindungan Sipil Islandia mengatakan keputusan untuk mengungsi terjadi setelah IMO tidak dapat mengesampingkan "terowongan magma yang saat ini sedang terbentuk dapat mencapai Grindavík".

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, badan tersebut mengatakan orang-orang harus meninggalkan kota tersebut, namun juga menekankan bahwa ini bukan "evakuasi darurat" – menyerukan mereka untuk “tetap tenang, karena kita memiliki banyak waktu untuk bereaksi”.

"Tidak ada bahaya langsung yang akan terjadi, evakuasi terutama bersifat preventif dengan keselamatan seluruh penduduk Grindavík sebagai tujuan utama,” tambah badan tersebut.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Jalanan Ditutup, Kecuali untuk Keadaan Darurat

Semua jalan menuju kota berpenduduk sekitar 4.000 orang ditutup kecuali untuk keadaan darurat, untuk memastikan lalu lintas dapat masuk dan keluar.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, IMO mengatakan "perubahan signifikan telah terjadi dalam aktivitas seismik", dengan getaran yang bergerak menuju Grindavík sepanjang hari.

IMO menambahkan bahwa magma kemungkinan besar meluas ke bawah kota dan "tidak mungkin untuk menentukan secara pasti" apakah atau di mana magma itu bisa muncul.

“Jumlah magma yang terlibat secara signifikan lebih banyak dibandingkan apa yang teramati pada intrusi magma terbesar yang terkait dengan letusan di Fagradalsfjall,” kata IMO.

 

3 dari 4 halaman

Islandia Dikelilingi 30 Situs Gunung Berapi Aktif

Islandia adalah salah satu wilayah paling aktif secara geografis di dunia, dengan sekitar 30 situs gunung berapi aktif.

Letusan gunung berapi terjadi ketika magma, yang lebih ringan dari batuan padat di sekitarnya, naik ke permukaan Bumi dari bawah.

Pada bulan Juli, Litli-Hrutur, atau Little Ram, meletus di daerah Fagradalsfjall, menarik wisatawan ke lokasi "gunung berapi 'bayi' terbaru di dunia".

Situs tersebut tidak aktif selama delapan abad hingga terjadi letusan pada tahun 2021, 2022, dan 2023.

4 dari 4 halaman

Masih Sama Sejak 2008, Islandia Jadi Negara Paling Damai di Dunia Nomor Wahid

Salah satu negara asal Eropa Islandia masih bertahan jadi negara paling damai di dunia, menurut Indeks Perdamaian Global 2023.

Indeks Perdamaian Global 2023 telah merilis peringkat tahunan terkait daftar negara paling damai di dunia.

Studi Institute for Economics and Peace 2023 mengukur tingkat perdamaian negatif suatu negara menggunakan tiga domain kedamaian. Ketiga donain tersebut antara lain konflik domestik dan internasional yang sedang berlangsung, keselamatan dan keamanan masyarakat, dan militerisasi.

Secara keseluruhan indeks menyatakan bahwa dunia sedikit kurang aman dibandingkan tahun lalu. Hal itu akibat dampak pandemi COVID-19, yang tidak berubah dari hasil survei 2022.

Sementara itu, Denmark berhasil menjadi negara paling damai kedua di dunia.

Islandia tetap menjadi negara paling damai di dunia sejak penelitian pertama kali dirilis pada 2008.

Selain itu, negara di Eropa ini pun menjadi negara paling bahagia ketiga di dunia setelah Finlandia dan Denmark. Lebih dari 60 persen populasi negara tinggal di ibu kota Reykjavik, menurut National Geographic.

Di Islandia, sekolah gratis untuk semua orang Islandia hingga perguruan tinggi. Setiap siswa diajar untuk berbicara bahasa Denmark dan Inggris.

Bagi yang ingin tahu, berikut ini 10 negara paling damai di dunia seperti melansir CNBC, Rabu (5/7/2023).

1. Islandia

2. Denmark

3. Irlandia

4. Selandia Baru

5. Austria

6. Singapura

7. Portugal

8. Slovenia

9. Jepang

10. Swiss

Negara Lainnya

Negara paling damai kedua dalam daftar adalah Denmark.

Ibu kota Denmark, Kopenhagen menjadi rumah bagi institusi seperti Bursa Efek Kopenhagen dan berfungsi sebagai penghubung yang menghubungkan Eropa Utara dengan seluruh dunia, menurut US News and World Report.

Meskipun orang yang tinggal di Denmark membayar sebagian dari pajak tertinggi di dunia, hingga setengah dari pendapatan mereka, itu karena suatu alasan.

Karena pajak yang tinggi, Denmark dapat menawarkan kepada warganya sebagian besar pilihan perawatan kesehatan tanpa biaya, mahasiswa tidak membayar uang sekolah dan menerima hibah untuk membantu menutupi biaya selama belajar, pengasuhan anak disubsidi, dan orang tua menerima pensiun dan diberikan pembantu perawatan yang kunjungi mereka di rumah, menurut situs web negara.

Selanjutnya ada Irlandia yang menjadi negara paling damai ketiga di dunia.

Setelah Britania Raya, Irlandia adalah pulau terbesar kedua di Eropa. Irlandia terkenal dengan ladangnya yang subur dan hijau sehingga julukannya, Emerald Isle, menurut National Geographic.

Populasi Irlandia telah meningkat 10 persen dalam dekade terakhir, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat Statistik. Menurut penulis laporan tersebut, pertumbuhan populasi negara itu termasuk yang tercepat di Uni Eropa.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.