Bush-Petinggi AS Banyak Terlibat Bisnis Minyak

Presiden Bush adalah pendiri Arbusto Energy, perusahaan pertambangan yang kemudian bekerja sama dengan Harken Oil Company. Wapres Dick Cheney pernah menjabat sebagai kepala eksekutif Halliburton Oil Company.

Diterbitkan 22 Maret 2003, 07:21 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, New York: Banyak kalangan menduga, perang Amerika Serikat-Irak dilatarbelakangi keinginan Presiden AS George Walker Bush buat menguasai kekayaan minyak yang dimiliki Negeri 1001 Malam. Boleh jadi dugaan itu benar. Setidaknya laporan lembaga swadaya di Amerika Office of Government Ethic mendukung tudingan tersebut. Sebab laporan yang diterbitkan 29 Januari 2002 itu menyebutkan sejumlah pejabat tinggi AS termasuk Bush yunior dan Wakil Presiden Dick Cheney, memiliki keterkaitan dengan sejumlah perusahaan minyak di Negeri Paman Sam.

Dalam laporan itu disebutkan Presiden Bush pernah menduduki jabatan sebagai Senior Executive di perusahaan minyak Arbusto Energy dan Harken Oil Company. Bush selaku pendiri Arbusto Energy pada 1977, menjalin kerja sama dengan Harken Oil Company dalam bisnis perminyakan. Sedangkan Cheney tercatat pernah bekerja sebagai kepala eksekutif perusahaan minyak Halliburton Oil Company antara 1995 hingga 2000.

Menteri Perdagangan Donald Evans pun tercatat sebagai pemegang saham di Tombrown Incorporation. Pendapatan yang dimilikinya diperkirakan antara US$ 75 juta hingga US$ 90 juta atau setara dengan Rp 810 miliar per tahun. Nama pejabat tinggi AS yang juga terlibat dalam bisnis minyak adalah Penasihat Keamanan Gedung Putih, Condoleeza Rice. Dia tercatat sebagai direktur Chevron Oil Company, sebuah perusahaan minyak papan atas di Amerika selama sembilan tahun sejak 1991.(DEN/Uri)