Sukses

Kabinet Baru Pimpinan Anwar Ibrahim Resmi Dilantik di Istana Malaysia

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Kabinet baru Malaysia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim dilantik pada Sabtu (3/12) sore.

Susunan  kabinet  termasuk dua wakil perdana menteri - Ahmad Zahid Hamidi dari Barisan Nasional (BN) dan Fadillah Yusof dari Gabungan Parti Sarawak (GPS). 

Dilansir Channel News Asia, Minggu (4/12/2022), Anwar juga memegang portofolio keuangan, sedangkan Bapak Tengku Zafrul Abdul Aziz dari BN adalah menteri perdagangan yang baru. 

Berbicara kepada wartawan setelah mengambil sumpah jabatannya, Ahmad Zahid meminta semua pihak mengesampingkan perbedaan politik mereka sehingga pemerintah persatuan yang baru dapat bekerja untuk melayani rakyat Malaysia.

"Kita perlu memprioritaskan rakyat untuk menciptakan stabilitas di dalam negeri untuk menarik kembali investor asing dan mendorong DDI (investasi langsung dalam negeri)," kata Ketua BN.

Dia menambahkan, para pemimpin BN yang diangkat ke Kabinet dapat membantu memperkuat sistem administrasi dan manajemen Malaysia, karena memiliki pengalaman dalam pemerintahan.

Anthony Loke dari Pakatan Harapan (PH) adalah menteri transportasi sementara Mohamad Sabu (PH) menjabat sebagai menteri pertanian. 

Ahmad Zahid juga akan merangkap sebagai menteri pembangunan pedesaan, sementara Fadillah adalah menteri komoditas pada saat yang sama.

Upacara pengambilan sumpah terpisah diadakan lebih awal di pagi hari untuk para senator yang ditunjuk di Majelis Tinggi. Di antara senator yang terpilih sebagai menteri termasuk mantan menteri keuangan Tengku Zafrul, yang kehilangan kursinya dalam pemilihan umum.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Total 28 Menteri

Tim kepemimpinan Anwar terdiri dari 28 menteri, lebih sedikit dari tim Kabinet baru-baru ini yang dipimpin oleh Ismail Sabri Yaakob dan Muhyiddin Yassin. Sementara untuk daftar wakil menteri masih belum diumumkan. 

Di bawah pemerintahan Ismail Sabri, ada 31 menteri dan 38 deputi.

Muhyiddin, sementara itu, memiliki Kabinet yang terdiri dari 32 menteri dan 38 deputi.

3 dari 4 halaman

Arahan untuk Para Menteri

Dalam mengumumkan susunan Kabinetnya pada Jumat malam, Anwar mengatakan: “Setelah dilantik besok, saya akan mengadakan pertemuan khusus dengan para menteri sehingga beberapa aturan, arahan, metode baru dapat diperkenalkan untuk mempercepat upaya di menjalankan tugasnya." 

Ia menegaskan, dalam pemerintahan persatuannya, persoalan good governance, meringankan beban rakyat dan pembangunan ekonomi akan menjadi prioritas utama. 

4 dari 4 halaman

Terpilihnya Anwar Jadi PM Malaysia

Pemilihan umum 19 November tidak menghasilkan pemenang yang jelas, dengan baik PH Anwar maupun Perikatan Nasional (PN) Muhyiddin mampu mengamankan mayoritas sederhana di Majelis Rendah 222 kursi.

PH memenangkan 81 kursi sementara PN menguasai 73 kursi, menempatkan keduanya pada posisi untuk membentuk pemerintahan berikutnya. Sebuah koalisi perlu didukung oleh setidaknya 112 anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan berikutnya. Kedua koalisi berebut untuk menggalang dukungan dari BN, GPS dan Gabungan Rakyat Sabah (GRS). 

BN yang berada jauh di urutan ketiga berhasil merebut 30 kursi. GPS meraih 23 kursi sementara GRS tampil sebagai pemenang dengan enam kursi.

Raja telah meminta PH dan PN untuk membentuk pemerintahan persatuan, tetapi PN menolak usulan tersebut.

Menyusul pertemuan para penguasa Melayu pada 24 November mengenai kebuntuan politik, Istana Negara mengumumkan bahwa Anwar akan menjadi perdana menteri berikutnya.

Setelah pengambilan sumpahnya pada 24 November, Anwar mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah persatuan terdiri dari PH, BN dan GPS. Pemerintah juga menyertakan Parti Warisan Sabah, Aliansi Demokrasi Bersatu Malaysia dan anggota parlemen independen lainnya.

Sehari kemudian, dia mengumumkan bahwa GRS juga bergabung dengan pemerintah persatuan. 

Anwar telah mengatakan bahwa dia akan menghentikan penunjukan menteri Kabinet sebagai bentuk penghargaan.

Sesi parlemen berikutnya akan berlangsung pada 19 Desember. Anwar mengatakan mosi percaya pada kepemimpinannya akan menjadi agenda pertama.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS