Sukses

Indonesia dan AS Perkuat Komitmen Pendidikan Via Pembaruan Program Beasiswa Fulbright

Liputan6.com, Magang - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat memperkuat komitmen kemitraan pendidikan dengan memperbarui Kesepakatan Fulbright pada 13 September 2022.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia Suharti dan Asisten Menteri Luar Negeri AS Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Lee Satterfield menandatangani kesepakatan implementasi Program Fulbright di Indonesia tersebut di sela-sela Pertemuan Menteri Kebudayaan G20 di Magelang.

"Selama 70 tahun program Fulbright di Indonesia, saya senang melihat program ini terus tumbuh dan mempererat ikatan akademik dan budaya antara Amerika Serikat dan Indonesia," ujar Asisten Menteri Satterfield tentang penandatanganan tersebut seperti disampaikan dalam pernyataan tertulis dari Kedutaan Besar AS di Jakarta yang dikutip Rabu (14/9/2022).

Kesepakatan bilateral ini merupakan perluasan dari Nota Kesepahaman Kerja Sama dalam bidang pendidikan yang ditandatangani pada Desember 2021 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia Nadiem Makarim dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Kesepakatan ini membuka jalan bagi peneliti dari AS yang akan melakukan perjalanan ke Indonesia untuk mengajar di universitas-universitas di Indonesia (U.S. Fulbright Scholars), dan mahasiswa dari AS yang akan mengajar bahasa Inggris di sekolah menengah Indonesia bersama guru bahasa Inggris Indonesia (U.S. Fulbright Student English Teaching Assistants).

Program-program Fulbright lainnya yang akan terus didukung untuk masyarakat Indonesia termasuk beasiswa bagi guru dari Indonesia untuk mengajar bahasa Indonesia di universitas-universitas AS, bagi siswa Indonesia untuk mengejar gelar magister dan doktoral di AS, bagi profesional karier menengah untuk mengikuti Hubert Humphrey Fellowships, dan bagi peneliti tamu (Visiting Scholars) pascadoktoral untuk melakukan penelitian di berbagai bidang di universitas dan institusi ternama AS.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Sekilas Program Fulbright, Sudah 70 Tahun Kerja Sama dengan Indonesia

Program Fulbright adalah program pertukaran akademik unggulan pemerintah AS dan aktif di 160 negara di seluruh dunia, termasuk 49 negara yang memiliki Komisi Fulbright.

Di Indonesia, program ini dimulai 70 tahun yang lalu pada 1952 dan telah membantu lebih dari 3.000 orang Indonesia dan 1.500 orang Amerika untuk belajar, mengajar, atau melakukan penelitian di negara lain.

AMINEF (Yayasan Pertukaran Amerika-Indonesia), sebagai Komisi Fulbright di Indonesia, telah mengelola program-program di Indonesia selama 30 tahun terakhir.

Peserta Fulbright dari AS datang ke Indonesia sebagai mahasiswa atau peneliti untuk melakukan penelitian disertasi atau menjalankan proyek penelitian independen atau kolaboratif, bekerja sama secara erat melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan rekan-rekan sejawat di Indonesia.

 

3 dari 4 halaman

Alumni Fulbright Indonesia Berkontribusi untuk Tanah Air

Alumni Program Fulbright Indonesia kembali ke Tanah Air dan berkontribusi melalui karier mereka dalam berbagai bidang studi akademik, seni, dan sains untuk membangun pengetahuan dan membina pengertian antarmasyarakat Indonesia dan AS.

Alumni terkemuka Fulbright dari Indonesia di antaranya adalah Haji Agus Salim, Affandi, Harkristuti Harkrisnowo, Mochtar Kusuma-atmaja, Syafi'i Ahmad Ma'arif, Juwono Sudarsono, Melani Budianta, Putu Wijaya, Pratiwi Sudarmono, Ayu Kartika Dewi, dan Anies Baswedan; sedangkan dari AS adalah William Liddle, Danilyn Rutherford, Celia Lowe, Robert Hefner, Anne Rasmussen, Don Emmerson, Barbara Harvey, James Castle, Anna Tsing, dan Direktur Eksekutif AMINEF petahana Alan Feinstein, serta banyak lainnya.

4 dari 4 halaman

Selamat, 47 Mahasiswa Berprestasi dari Indonesia dan Timor Leste Raih Beasiswa Chevening dari Inggris

Sebelumnya, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menggelar acara penghargaan Beasiswa Chevening kepada 47 mahasiswa berprestasi dari Indonesia dan Timor Leste.

Beasiswa bergengsi ini diberikan kepada mereka yang dapat menunjukkan potensi kepemimpinan yang hebat dan yang bercita-cita untuk menjadi pengambil keputusan utama dan pembentuk opini di masa depan. Penghargaan ini memungkinkan penerima untuk belajar program pascasarjana di institusi Pendidikan Tinggi di Inggris.

"Saya senang mempersembahkan penghargaan ini kepada kelompok penerima beasiswa Chevening terbaru kami. Mereka semua telah berhasil dengan sangat baik mendapatkan beasiswa Chevening melalui persaingan yang ketat," ujar Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Matt Downing seperti dikutip dalam keterangan tertulis dari Kedubes Inggris di Jakarta, Jumat (26/8/2022).

"Program Chevening menunjukkan kekuatan hubungan bilateral antara Inggris dan Indonesia dan keinginan kami untuk mendukung siswa Indonesia yang berbakat untuk belajar di universitas terkemuka di Inggris. Sungguh luar biasa melihat alumni Chevening Indonesia berkontribusi begitu banyak untuk negara mereka di berbagai bidang – mulai dari bisnis hingga pemerintahan, masyarakat sipil, pendidikan, media, kesehatan, iklim, seni, mode, dan banyak lagi," paparnya.

"Saya menantikan untuk melihat hal-hal menakjubkan lainnya yang dapat dicapai oleh kelompok penerima beasiswa Chevening terbaru ini!" ucapnya lagi.

Turut hadir dalam acara yang digelar di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada 24 Agustus, adalah sejumlah alumni Chevening yang telah menerima Beasiswa Chevening selama 39 tahun program beasiswa tersebut berjalan. Jaringan alumni menawarkan kesempatan eksklusif bagi para sarjana Chevening yang telah kembali ke tanah air untuk mengakses acara-acara networking Kedutaan Besar Inggris.

Selengkapnya di sini...

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.