Sukses

Tentara AL Australia Beri Bantuan Bagi Keluarga Korban KRI Nanggala 402

Liputan6.com, Jakarta - Kunjungan kapal Angkatan Laut Australia HMAS Canberra turut ditandai dengan misi kemanusiaan yaitu pemberian bantuan bagi keluarga korban KRI Nanggala 402.

Kolonel Lusiani P menerima sumbangan secara simbolis yang diberikan oleh pihak Angkatan Laut Australia.

“Mewakili keluarga korban dan seluruh bangga Indonesia kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan, perhatian, doa dan donasi dari Australia,” ujar Kolonel Lusiani P saat menerima bantuan tersebut pada Senin (25/10/2021) pagi di Tanjung Priok Jakarta.

"Bantuan ini akan kami sampaikan kepada yang berhak yaitu ahli waris keluarga korban KRI Nanggala 402."

"Mudah-Mudahan bermanfaat dan kami berharap hubungan Indonesia dan Australia dapat lebih erat."

Pihak Kedubes Australia tidak menjelaskan lebih rinci nominal sumbangan yang diberikan.

Duta Besar Australia Penny Williams juga menyampaikan belasungkawa atas insiden tenggelamnya KRI Nanggala 402 di selat Bali.

Menurutnya, masyarakat Australia turut merasakan kehilangan atas gugurnya lebih dari 50 putra bangsa dalam insiden tersebut.

"Kita sangat sedih dengan insiden KRI Nanggala dengan 55 awak kapal di dalamnya," kata Penny Williams.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Misi HMAS Canberra Australia ke Indonesia

Kapal Angkatan Laut Australia HMAS Canberra merupakan kapal Landing Helicopter Dock (LHD) dan aset pemulihan bencana dan kemanusiaan yang paling mempuni dari Australia.

Kapal HMAS Canberra memiliki berat 27 ribu ton dan panjang 230 meter.

Kapal ini dirancang untuk memberikan bantuan medis dsn kemanusiaan selama keadaan darurat regional dengan satu imah sakit berkapasitas 40 tempat tidur, lengkap dengan dua ruang operasi.

Dek penerbangan milik HMAS Canberra mencapai 200 meter dan mampu membawa hingga 12 helikopter.

Lebih dari 100 kendaraan dan 7.000 ton kargo dapat disimpan di dalamnya.

Indo-Pacific Endeavour 2021 (IPE 2021) merupakan kegiatan Whole of Government ambisius yang terpusat pada kelompok tugas maritim dan punya tugas memperkuat keterlibatan dan kemitraan Australia di kawasan.

IPE21 menyediakan kesempatan bagi Australia terlibat dengan mitra di ASEAN melalui kegiatan militer dengan elemen pendukung dari pemerintah Australia.

Pihak Australia menyebut, terlepas dari pembatasan COVID-19, pihaknya melakukan kegiatan ini tanpa keterlibatan kontak yang bermakna dengan mitra pertahanan.

IPE21 melibatkan personel dari Angkatan Laut, Darat, Udara dan Pemerintah Australia melalui HMAS Canberra, Anzac serta Sirius yang membentuk inti maritim.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.