Sukses

Penjualan Novel dan Puisi di Korea Selatan Meningkat Selama Pandemi COVID-19

Liputan6.com, Seoul - Penjualan buku fiksi dan puisi di Korea Selatan (Korsel) meningkat selama pandemi COVID-19. Peningkatan terjadi di saat banyaknya warga yang lebih memilih beraktivitas di rumah saat pandemi.

Laporan Yonhap, Selasa (22/6/2021), situs penjualan buku online populer Yes24 berkata genre yang laris adalah novel, puisi, dan drama. Sejauh ini, peningkatannya mencapai 8,3 persen secara year-on-year.

Pada 2020, total peningkatan mencapai 21,4 persen setelah sempat berkurang 9,6 persen pada 2019. Buku yang populer sebetulnya tidak hanya fiksi, tetapi juga buku bisnis-ekonomi, serta buku anak-anak.

Untuk buku fiksi, novel fantasi Dallergut Dream Departmen Store karya Lee Mi-ye menjadi yang terlaris. Novel ini bercerita tentang toko yang menjual mimpi dan hanya bisa dimasuki ketika seseorang sedang terlelap.

Kumpulan puisi karya penyair dan kritikus sastra Ryu Shiva berjudul Poetry of Mindfulness juga konsisten berada di Top 20 sejak rilis pada September 2020.

Pembaca karya fiksi ternyata tak hanya kawula muda saja. Para wanita berusia 40 tahunan juga banyak yang hobi membeli puisi dan novel.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Covid-19 Naik, Anies Harap Anak Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Terkait COVID-19, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali mengingatkan orangtua agar mengurangi aktivitas anak-anak di luar rumah menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota. Menurut dia, kompleksitas saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Saya berharap kepada keluarga di Jakarta lebih berhati-hati, usahakan di rumah saja. Anak-anak biarkan bermain di rumah saja demi keselamatan semuanya," kata Anies, Selasa (22/6/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menuturkan, data yang dimiliki Pemprov DKI menunjukkan, 16 persen dari total penambahan kasus Covid-19 di Jakarta berasal dari kelompok anak-anak. Anies menegaskan, angka ini cukup tinggi dan memprihatinkan.

Belum lagi jika anak-anak telah terkonfirmasi positif Covid-19, penanganannya tidak biasa lantaran perlu ada pendampingan dari orangtua.

"Untuk anak-anak tentu membutuhkan pendampingan orang dewasa sehingga muncul kompleksitas yang tidak sederhana," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19