Sukses

Ada Penampakan Bangkai Pesawat MH370 Penuh Lubang Peluru di Google Earth?

Liputan6.com, Melbourne - Seorang insinyur mekanik Australia mengklaim menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang dari radar penerbangan empat tahun silam. Pria itu mengaku mendeteksi keberadaan kapal terbang nahas tersebut menggunakan Google Earth.

"Peter McMahon, yang memiliki latar belakang dalam penyelidikan kecelakaan, mengatakan bahwa dia menggunakan Google Earth untuk menemukan puing-puing pesawat MH370 yang hilang pada tahun 2014," demikian menurut laporan The Daily Star yang dikutip Senin (19/3/2018).

Menurut klaim McMahon, puing pesawat MH370 tersebut terletak 16km arah selatan Pulau Round, yaitu 22,5km utara Mauritius. Kapal terbang itu digambarkan berada di wilayah laut yang belum pernah dicari sebelumnya.

Dia juga mengklaim bahwa pejabat AS menolak untuk melakukan pencarian di daerah tersebut. Meski sebelumnya empat penyelidik dari negara itu telah dikirim ke Australia untuk memecahkan kasus MH370, dia yakin mereka menyimpan informasi penting yang sengaja disembunyikan.

"Mereka telah memastikan bahwa semua informasi yang diterima telah disembunyikan dari publik, bahkan pemerintah kita, tapi mengapa," katanya.

Penampakan diduga MH370 via Google Earth. (Google Earth)

McMahon juga membuat klaim sensasional bahwa puing pesawat itu penuh dengan lubang peluru.

"... (mereka) tidak menginginkan bangkai MH370 ditemukan karena penuh dengan lubang peluru, karena hanya akan membuka penyelidikan lain."

Dalam salah satu dari dua gambar yang didapat McMahon, terlihat salah satunya sebentuk pesawat terbang tepat di bawah permukaan air. Sementara yang kedua menunjukkan bagian ujung depan pesawat.

McMahon mengatakan bahwa dia mengirim informasi tersebut ke Biro Transportasi dan Keselamatan Australia (ATSB), dan mereka tidak dapat mengesampingkan sepenuhnya bahwa itu bukan pesawat nahas yang hilang.

Sejauh ini, teori kuat terkait MH370 adalah pesawat jatuh di Samudra Hindia.

Pencitraan radar pada saat itu menunjukkan pesawat melakukan perubahan tajam dalam jalur kurang dari 60 menit setelah lepas landas, sebelum lenyap tak terpantau.

MH370 membawa 239 penumpang dan awak pesawat saat tragedi itu terjadi 8 Maret 2014.

2 dari 2 halaman

Pencarian Pesawat MH370 Dihentikan Juni 2018

Pupus sudah harapan keluarga korban pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang. Pasalnya, pencarian keberadaan burung besi itu akan dihentikan pada bulan Juni mendatang.

Pemerintah Malaysia berencana menghentikan total pencarian MH370, bersamaan dengan peringatan empat tahun tragedi kecelakaan yang disebut terparah di sepanjang sejarah penerbangan global itu.

Dilansir dari ABC News pada Minggu 4 Maret 2018, Malaysia sempat meneken kontrak kerja sama dengan Ocean Infinity, sebuah perusahaan eksplorasi laut asal Texas, Amerika Serikkat (AS), untuk meneruskan proses pencarian sejak awal Januari lalu.

Kerja sama tersebut diteken setahun setelah aliansi tiga negara, yakni Malaysia, Australia, dan China, menghentikan proses pencarian bersama bangkai MH370 di kawasan selatan Samudera Hindia.

Ocean Infinity memikul kontrak tugas pencarian selama 90 hari hari sejak 22 Januari lalu, di mana Malaysia menyatakan tidak akan membayar penuh jika tidak ada progres temuan yang berarti.

Menurut kepala Departemen Penerbangan Sipil Malaysia, Azharuddin Abdul Rahman, 90 hari pencarian bangkai pesawat MH370 akan 'molor' beberapa waktu, karena harus mengisi bahan bakar secara berkala di Australia dan faktor ancaman badai yang terjadi di Samudera Hindia.

"Untuk seluruh dunia, termasuk eksekutor pencarian selanjutnya, berharap untuk bisa menemukan lebih banyak bukti" ujar Azharuddin di hadapan media.

"Bagi dunia penerbangan, hal ini sangatlah penting, karena kami sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat (MH370) tersebut," lanjutnya.