Sukses

Klasifikasi Autisme Baru: Autisme Profound, IQ di Bawah 50 dan Lebih Sering Terjadi pada Perempuan

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengadopsi klasifikasi autisme baru yang akan membedakan spektrum ringan dan berat.

Dalam sebuah penelitian oleh CDC yang dipublikasikan di jurnal Public Health Reports, ditemukan bahwa 26,7% anak dengan autisme mengalami autisme mendalam atau profound autism.

Istilah autisme mendalam atau profound autism adalah istilah baru yang diusulkan oleh sekelompok ahli internasional dalam sebuah artikel di The Lancet pada akhir 2021.

Menurut penelitian tersebut, anak-anak dengan gangguan perkembangan lainnya memiliki gejala yang lebih ringan, seperti melansir New York Post.

Profound autism merupakan mereka yang tidak bisa berbicara atau hanya sedikit bicara, atau memiliki kecerdasan yang sangat rendah (IQ kurang dari 50).

Mereka berpendapat bahwa kebutuhan orang-orang di spektrum autisme yang membutuhkan perawatan 24 jam sedang terabaikan karena mereka dimasukkan ke dalam kategori yang sama dengan individu yang mampu meraih gelar sarjana.

Menurut presiden Aliansi Autisme Mendalam, Judith Ursitti, orang-orang yang mengalami autisme mendalam memiliki tantangan yang unik dan sangat berat.

"Orang dengan autisme mendalam secara konsisten mengalami tantangan yang unik, berat. Mereka membutuhkan solusi segera, tidak hanya untuk mereka sendiri, tetapi juga untuk para pengasuhnya," kata Ursitti.

Dengan mengakui masalah autisme mendalam secara terus-menerus, akan membantu membuka jalan bagi penelitian yang lebih inklusif seperti yang dilakukan oleh CDC. 

Dengan cara ini, advokasi yang tepat dapat meningkatkan akses ke dukungan dan layanan yang sangat dibutuhkan untuk orang-orang dengan autisme mendalam yang sering terpinggirkan ini.

2 dari 4 halaman

Lebih Sering Terjadi pada Perempuan

Penelitian ini juga menemukan bahwa autisme mendalam lebih sering terjadi pada jenis kelamin perempuan. Umumnya, mereka berasal dari rumah tangga sosioekonomi yang rendah atau dari kelompok etnis minoritas.

Anak-anak dengan autisme mendalam lebih banyak yang terlahir secara prematur atau dengan berat badan yang rendah.

Mereka juga cenderung memiliki perilaku yang menyakiti diri sendiri, gangguan kejang, serta kemampuan adaptasi yang lebih rendah.

3 dari 4 halaman

Jumlah Peningkatan Signifikan pada Kasus Ringan

Penelitian dilakukan dengan melihat data dari Jaringan Pemantauan Autisme dan Gangguan Perkembangan CDC, yang mengumpulkan informasi tentang anak-anak dengan autisme.

Dalam penelitian ini, diteliti 20.135 anak dengan autisme yang berusia 8 tahun di 15 lokasi antara tahun 2000 dan 2016.

Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa jumlah anak dengan autisme meningkat dari waktu ke waktu di seluruh spektrum. Namun, jumlah peningkatan yang lebih signifikan terjadi pada mereka yang mengalami kasus yang lebih ringan.

Epidemiolog National Center on Birth Defects and Developmental Disabilities di CDC yang memimpin studi tersebut, Michelle Hughes, mengatakan "Ini berarti bahwa dari waktu ke waktu, proporsi representasi mereka yang mengalami autisme mendalam lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengalami autisme tidak mendalam,” kata Hughes.

4 dari 4 halaman

Dibutuhkan untuk Merencanakan Kebutuhan Edukasi

Temuan ini penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan perawatan dan perhatian yang mereka butuhkan.

Menurut Presiden dari Autism Science Foundation dan salah satu co-author penelitian, Alison Singer, informasi mengenai autisme mendalam sangat dibutuhkan untuk merencanakan kebutuhan edukasi mereka.

"Kita perlu tahu berapa banyak orang yang mengalami autisme mendalam sehingga kita dapat merencanakan dengan tepat untuk kebutuhan sekolah dan tempat tinggal mereka dan meningkatkan layanan yang mereka terima," kata Singer.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.