Sukses

Penyandang Disabilitas Harus Diberdayakan oleh Teknologi

Liputan6.com, Jakarta Meski menyandang disabilitas, Carolina Ragazzon telah berjasa karena berhasil menyelamatkan beberapa hewan di Argentina.

Carolina menderita psoriasis arthritis. Ia kesulitan menggerakkan tangan, pergelangan tangan, leher, dan pinggulnya. Namun kondisi ini tidak menghentikannya untuk memberi dan memprioritaskan kesejahteraan orang lain-bahkan membantu memotivasi dirinya.

Carolina merupakan insinyur dan analis data untuk tim pelaporan global Lenovo, dan advokat untuk inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) Lenovo. Ia mengerjakan tugas teknis untuk membantu hewan dengan cara apa pun yang dia bisa. 

Dilansir dari Finanz Nachrichten (FN), Carolina menceritakan awal mula ia menjadi penyelamat hewan. Ia bertemu temannya Teté melalui kelompok penyelamat hewan.

Teté kerap memposting foto hewan yang ia selamatkan atau membutuhkan bantuan, tetapi hampir tidak pernah tentang dirinya sendiri. Keduanya lalu menjadi teman baik dan saling mengirimkan email.

"Melihatnya di kursi roda membuatku bingung" kata Carolina. Ia telah menyelamatkan begitu banyak hewan, terutama kucing dan anjing.

"Maksud saya, ia akan pergi ke berbagai tempat dengan kursi rodanya untuk menyelamatkan hewan, tidak peduli apakah itu hujan, panas atau berlumpur," katanya.

Teté sangat bergantung pada kursi roda dan kemana-mana membawa tangki oksigen bersamanya. Ia hanya bisa menggerakkan tangan kanannya, yang ia gunakan untuk bekerja. Selain menjadi penyelamat hewan, ia bekerja sebagai penulis puisi, cerita pendek, dan mengerjakan lukisan dengan indah di komputernya.

"Teté dulu punya komputer yang sudah sangat tua," kata Carolina.

"Ketika saya mendapat bonus dari perusahaan kami, saya membelikannya sesuatu! Saya memilih ThinkPad, yang memiliki aksesibilitas yang bagus. Saya bahkan mengetahui bahwa Lenovo mendesain keyboard khusus untuk orang-orang seperti kami yang mungkin sering menumpahkan air."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Kelas Pemograman

Sekarang Teté memiliki Thinkpad, ia mengambil kelas pemrograman, pengujian perangkat lunak, desain grafis, dan manajemen komunitas. Meskipun ia tidak pernah diberi kesempatan untuk bekerja, dia masih belajar. Dia benar-benar aktif - jauh lebih aktif dari saya!"

Perayaan Lenovo terhadap penyandang disabilitas dan inovasi yang mudah diakses sangat berarti bagi Carolina.

“Bagi saya, aksesibilitas adalah cara hidup. Saya senang cerita ini keluar, tidak lagi disembunyikan. Semakin terlihat kita, para penyandang disabilitas, masyarakat/komunitas akan semakin baik. Saya harap kita mengenali perbedaan dan kebutuhan khusus untuk menyertakan, BUKAN untuk mengecualikan. Undang yang berbeda!"

 

3 dari 3 halaman

Apresiasi Lenovo

Product Diversity Office Lenovo menghubungkan upaya inklusi disabilitas Lenovo dengan teknologi baru dengan bekerja sama dengan tim produk di seluruh bisnis untuk memastikan teknologi baru dapat diakses oleh semua orang - terlepas dari latar belakang atau kemampuan mereka.

Penyandang disabilitas harus diberdayakan oleh teknologi, yang merupakan bagian dari tujuan Lenovo menghadirkan teknologi yang lebih cerdas untuk semua hal yang dicontohkan oleh Carolina.

"Juga, saya ingin menyebutkan kelompok lain yang tidak dipertimbangkan: mereka yang menjalani diet khusus karena masalah kesehatan, penderita diabetes, celiac, vegetarian, vegan, dll. Mereka adalah kelompok lain yang sulit dipertimbangkan karena perbedaan mereka," tulis Lenovo.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS