Sukses

Kemensetneg Buka Peluang Magang bagi Mahasiswa Disabilitas, Simak Rinciannya

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg RI) membuka program magang bagi para mahasiswa termasuk yang menyandang disabilitas.

Pendaftaran program yang disebut #MerdekaBelajar Magang Humas Kemensetneg ini dibuka hingga 13 Januari 2023. Periode magangnya dimulai pada 1 Februari hingga 31 Mei 2023.

“Magang Humas Kemensetneg memberikan pengalaman dalam merancang strategi komunikasi dan pengelolaan konten digital,” seperti mengutip unggahan poster di Instagram resmi Kemensetneg, Jumat (6/1/2023).

Program magang ini juga akan memberikan pengalaman soal monitoring dan analisa digital media. Serta mendokumentasikan dan mendiseminasikan informasi seputar kegiatan Presiden, Wakil Presiden, dan Kementerian Sekretariat Negara.

“Program ini juga memberikan akses inklusif bagi mahasiswa disabilitas, loh.”

Ada tiga bidang yang dapat dipilih sesuai dengan kecocokan jurusan mahasiswa beserta kualifikasinya.

Pertama, Bidang Pengelolaan Informasi Publik dan Diseminasi Informasi (PIP dan DISFO). Bidang ini bergerak dalam pengelolaan konten digital (website dan media sosial) dan pelayanan informasi publik.

Berikut kualifikasi bidang PIP dan DISFO:

- Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi (Kehumasan dan Komunikasi Massa), Ilmu Administrasi Negara/Publik atau Manajemen Kebijakan Publik, Ilmu Hukum, dan Psikologi

- Mempunyai minat untuk membina hubungan eksternal dan internal

- Mahasiswa S1 atau D3 jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Animasi, atau yang relevan menguasai Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bidang Monalisa dan Peldok

Bidang kedua adalah Monitoring dan Analisa Media atau Monalisa. Peserta magang akan diberi pengalaman soal monitoring dan analisis media.

Kualifikasi bidang Monalisa yakni:

- Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi (Jurnalistik dan Komunikasi Massa), Ilmu Ekonomi/Studi Pembangunan, Ilmu Politik/Pemerintahan, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Administrasi Negara/ Publik/ Manajemen Kebijakan Publik

- Tertarik pada isu pemberitaan media dan kebijakan publik

- Mampu mengolah dan menganalisis data isu pemberitaan media

- Mahasiswa D3 sekretaris untuk melakukan pekerjaan kesekretariatan

- SMK jurusan Administrasi Perkantoran.

Bidang ketiga adalah Peliputan dan Dokumentasi atau Peldok. Di bidang ini, peserta akan melakukan dokumentasi dan penyusunan berita, serta mengedit konten video dan foto.

Kualifikasi peserta bidang Peldok adalah:

- Mahasiswa S1 atau D3 jurusan Ilmu Komunikasi (Penyiaran, Komunikasi Massa, Jurnalistik)

- Menguasai Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe Lightroom, dan Adobe Premiere

- Mampu menulis berita sesuai kaidah jurnalistik

- Mampu mengoperasikan aplikasi live streaming (vmix dan obs)

- SMK Administrasi Perkantoran.

3 dari 4 halaman

Persyaratan Administrasi

Adapun persyaratan administrasinya meliputi dokumen-dokumen berikut:

- Surat pengantar dari kampus

- Transkrip nilai akademik

- KTP

- CV dan portofolio (jika ada)

Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengunggah dokumen ke olimpus.setneg.go.id dengan format: Nama Bagian_Nama Dokumen_Nama Pendaftar. Contoh: PIP_Surat Pengantar_Annisa Putri.

Sementara untuk penyandang disabilitas berikut kode penempatannya: D_PIP; D_MON; D_PDK. Contoh: D_PIP_Surat Pengantar_Annisa Putri.

“Lengkapi segera berkas kalian dan daftar sebelum Hari Jumat, 13 Januari 2023 ya!”

Pada 19 Januari 2023 kandidat terpilih akan diwawancarai. Namun, bagi peserta yang tidak dihubungi Kemensetneg berarti tidak dapat melanjutkan proses seleksi.

4 dari 4 halaman

Tak Dapat Mengundurkan Diri di Tengah Magang

Periode magang berlangsung selama 4 bulan yakni dari 1 Februari 2023 hingga 31 Mei 2023. Peserta tidak dapat mengundurkan diri di tengah periode magang.

Peserta magang wajib hadir di kantor Kemensetneg RI, Jakarta Pusat. Artinya, tidak bekerja dari rumah alias WFH.

Dalam pendaftaran administrasi, jika ada persyaratan atau dokumen yang tidak lengkap maka pihak Kemensetneg tidak akan memproses aplikasi peserta lebih lanjut. Hanya peserta yang dinyatakan lolos ke tahap wawancara yang akan dihubungi melalui telepon atau email.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS