Sukses

Partai Republik AS Tunjukkan Dukungan ke Industri Kripto

Sepanjang tahun ini, Trump telah berjanji untuk melindungi industri penambangan Bitcoin dan menghentikan senator anti-kripto Elizabeth Warren dan sejenisnya menyentuh aset kripto warga.

Liputan6.com, Jakarta - Partai Republik menunjukkan dukungannya pada aset kripto. Hal ini terlihat dari perilisan Platform GOP 2024 oleh Komite Nasional Partai Republik menjelang pemilu AS tahun ini.

Dalam platform mengadopsi beberapa sikap yang sejalan dengan kebijakan “America First” Donald Trump dan bukan isu-isu sosial tradisional GOP. Hal ini mencakup kebijakan khusus yang didedikasikan untuk melindungi Bitcoin dan kripto sebuah industri yang sangat sejalan dengan Trump tahun ini.

Dedikasi partai terhadap kripto termasuk dalam bab 3 platform, yang berjanji untuk membangun ekonomi terbesar dalam sejarah dengan memperjuangkan inovasi di aset digital.

“Partai Republik akan mengakhiri tindakan keras terhadap kripto yang melanggar hukum dan tidak Amerika oleh Partai Demokrat dan menentang penciptaan Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC),” tulis partai tersebut, dikutip dari Cryptopotato, Selasa (9/7/2024).

Platform GOP juga berjanji untuk membela hak warga negara untuk menambang Bitcoin mereka sendiri, menjaga kripto mereka sendiri, dan untuk memastikan semua orang Amerika dapat bertransaksi bebas dari pengawasan dan kendali pemerintah.

Meskipun belum ada kepastian, platform Partai Republik menandai dukungan resmi pertama Partai Republik terhadap kripto sebagai bagian dari agenda jangka panjangnya, bergabung dengan keberpihakan kandidat Presiden Donald Trump pada sektor ini.

Sepanjang tahun ini, Trump telah berjanji untuk melindungi industri penambangan Bitcoin dan menghentikan senator anti-kripto Elizabeth Warren dan sejenisnya menyentuh aset kripto warga.

Dia juga bersumpah untuk membebaskan Ross Ulbricht, pendiri pasar Darknet Bitcoin Silk Road yang sudah tidak beroperasi lagi dan telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Kripto Tak Dibahas dalam Debat Capres AS Biden Vs Trump

Sebelumnya, kripto tidak menjadi isu yang dibahas pada ajang debat umum pemilihan presiden Amerika Serikat kali ini pada Kamis waktu setempat (27/6). 

Debat Capres AS pertama antara Petahana Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump diadakan pada hari Kamis di Atlanta, dipandu oleh pembawa berita CNN Jake Tapper dan Dana Bash. Debat selama 90 menit tersebut dimulai dengan isu ekonomi namun juga menyentuh isu-isu seperti aborsi, imigrasi dan kebijakan luar negeri.

Sedangkan isu ekonomi hanya dibahas secara singkat, dan perdebatannya hampir tidak membahas kebijakan teknologi, termasuk industri aset digital.

Mengutip Coindesk, Jumat (28/6/2024) seperti diketahui bahwa kripto telah menjadi bahan pembicaraan bagi para kandidat dan anggota parlemen selama siklus pemilu AS tahun ini, namun muncul secara besar-besaran ketika Trump mulai membahas masalah kripto pada jalur kampanye.

 

3 dari 3 halaman

UU Ramah Aset Digital

Sementara itu, tim kampanye Biden belum membuat pernyataan publik apa pun tentang kripto, meskipun pemerintahannya baru-baru ini mengatakan dia ingin bekerja sama dengan Kongres mengenai undang-undang yang menangani kripto.

Sementara itu, industri kripto mengharapkan Kongres dan pemerintahan yang dapat mengesahkan undang-undang yang lebih ramah terhadap bisnis aset digital.

Untuk mencapai tujuan tersebut, para peserta pemilu mengulangi pengeluaran besar-besaran pada pemilu tahun 2022, dengan perusahaan kripto seperti Coinbase, Ripple, dan Andreseen Horowitz masing-masing menyumbangkan dana hampir USD 50 juta atau sekitar Rp.819,4 miliar kepada komite aksi politik seperti Fairshake untuk mendukung kandidat.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.