Sukses

Deretan Kasus Peretasan Terkait Kripto Sepanjang 2023

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang 2023 industri kripto tak hanya mengalami peristiwa positif, tetapi pelanggaran seperti peretasan masih terjadi yang merugikan banyak pihak. Berikut kasus peretasan yang terjadi di Industri kripto sepanjang 2023.

Conic Finance

Peretas telah menyerang protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Conic Finance pada Juli 2023 dan mencuri 1.700 Ethereum senilai lebih dari USD 3,2 juta atau setara Rp 49,4 miliar (asumsi kurs Rp 15.611 per dolar AS).

Dilansir dari Yahoo Finance, Sabtu (10/2/2024), Conic Finance adalah aplikasi baru yang memungkinkan pengguna menyetorkan token ke dalam "omnipools", yang memungkinkan mereka memperoleh hadiah. Idenya adalah pengguna dapat mendiversifikasi dana di seluruh pertukaran Curve yang terdesentralisasi menggunakan kumpulan likuiditas Conic.

Curve Finance

Protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Curve Finance diretas pada 30 Juli 2023 dan mencuri kripto senilai lebih dari USD 24 juta atau setara Rp 370,6 miliar (asumsi kurs Rp 15.442 per dolar AS).

Dilansir dari Decrypt, penyerang memanfaatkan kerentanan dalam kumpulan likuiditas di Curve, platform pembuat pasar otomatis. 

Cryptocurrency senilai USD 11 juta atau setara Rp 166,1 miliar dicuri dari protokol peminjaman NFT JPEG, menurut perusahaan keamanan keuangan terdesentralisasi Decurity. JPEG adalah yang pertama mengidentifikasi masalah dengan kumpulannya di Curve.

 

 

Peretasan Earning Farm Aave

Pada 9 Agustus, 2023 perusahaan keamanan blockchain PeckShield mengungkap peretasan baru di beberapa proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Dilansir dari Coinmarketcap, Earning Farm Aave, yang mendukung Ethereum (ETH), Wrapped Bitcoin (wBTC), dan USDC, menjadi target dan dilaporkan kehilangan sekitar USD 287.000 dalam ETH atau setara Rp 4,3 miliar.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Peretasan Stake

Peretasan Stake

Platform taruhan kripto Stake.com mengonfirmasi pada 4 September entitas tak dikenal telah melakukan transaksi tidak sah dari ethereum dan hot wallet Binance Smartchain miliknya. 

Namun, platform taruhan kripto bersikeras dana pengguna aman dan dompet panas lainnya tetap beroperasi. Konfirmasi platform taruhan kripto tentang peretasan tersebut terjadi beberapa jam setelah pengguna X (sebelumnya Twitter) mengklaim Stake.com telah kehilangan aset digital senilai jutaan dolar. 

Detektif kripto online yang terkenal, Zachxbt menyatakan peretas awalnya mencuri aset senilai hampir USD 16 juta atau setara Rp 243,7 miliar sebelum menyedot aset lain senilai lebih dari USD 25 juta atau setara Rp 390,3 miliar.

Peretasan Dompet Kripto Mark Cuban

Cryptocurrency senilai ratusan ribu dolar AS telah dicuri oleh peretas dari hot wallet milik pengusaha Amerika Mark Cuban. Miliarder itu mengonfirmasi kepada media kripto dia adalah korban serangan.

Pergerakan dana mencurigakan dari dompet, yang telah tidak aktif selama 160 hari, pertama kali diketahui oleh detektif blockchain Wazz atau yang dikenal @WazzCrypto di X pada Jumat, 15 September 2023. 

Dalam hitungan menit, jumlah dalam berbagai mata uang kripto, termasuk stablecoin dan token, bernilai total USD 870.000 atau setara Rp 13,3 miliar terkuras, menurut riwayat transaksi dompet Metamask yang diidentifikasi sebagai 'Mark Cuban 2' di Etherscan.

 

3 dari 5 halaman

Peretasan HTX

Peretasan Pertukaran Kripto HTX

Pertukaran kripto HTX, sebelumnya Huobi, telah diretas pada September 2023 dengan total kerugian 500 ether (ETH) senilai sekitar USD 8 juta atau setara Rp 123,2 miliar, menurut penasihat HTX dan pendiri Tron Justin Sun.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu dan langsung teridentifikasi. HTX telah sepenuhnya menanggung kerugian, dan dana aman, jelas Sun di platform media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

Dompet yang diretas tampaknya merupakan salah satu dompet panas HTX, yang menerima deposit sekitar USD 500 juta atau setara Rp 7,7 triliun dari Binance sejak dibuat pada Maret, menurut data Arkham.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

4 dari 5 halaman

India Pertahankan Pajak Kripto Tinggi

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman menyampaikan anggaran tahunan pemerintah untuk mempertahankan kebijakan pengurangan pajak di sumber (TDS) yang kontroversial untuk transaksi kripto. 

Banyak pihak berekspektasi akan ada perubahan pajak, tetapi tidak ada perubahan pajak pada transaksi kripto, termasuk pajak keuntungan sebesar 30% dan TDS sebesar 1% pada semua transaksi.

Hal ini terjadi meskipun ada upaya dari industri kripto dalam negeri dan studi dari lembaga yang berusaha keras untuk mengurangi TDS. Kurangnya perubahan pada kebijakan TDS sangat mengecewakan bagi industri kripto, mengingat hal ini telah menjadi masalah besar sejak diperkenalkan dua tahun lalu. 

Pertukaran kripto India telah berjuang untuk bertahan hidup, dengan banyak yang terpaksa memperluas landasannya sebagai respons terhadap TDS 1%. 

Ketua Bharat Web3 Association, Dilip Chenoy, badan kebijakan yang mengadvokasi sektor Web3 India, menyatakan optimisme yang hati-hati, dengan menyatakan mereka tidak mengharapkan perubahan signifikan dalam anggaran sementara namun sangat menantikan perubahan setelah pemilu. 

Chenoy menyoroti dampak negatif dari tingginya TDS dan tarif pajak penghasilan, yang menyebabkan pembuat dan konsumen pindah dari India, sehingga mempengaruhi prospek Web3 di negara tersebut.

 

5 dari 5 halaman

Imbas Pajak Pemerintah

Sebuah studi oleh Esya Center mengungkapkan pajak pemerintah telah mendorong sebanyak lima juta pedagang kripto untuk memindahkan transaksi mereka ke luar negeri, sehingga merugikan potensi pendapatan pemerintah sebesar USD 420 juta atau setara Rp 6,6 triliun sejak Juli 2022.

Meskipun pemerintah belum mengurangi pajak dalam dua tahun terakhir, baru-baru ini pemerintah mengambil tindakan terhadap bursa kripto luar negeri, yang pada gilirannya membawa aktivitas kripto kembali ke bursa India.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.