Sukses

Penambang Kripto Global Sedot Listrik Setara Konsumsi Warga Australia

Liputan6.com, Jakarta Laporan terbaru dari Energy Information Administration (EIA) mengungkapkan sepanjang 2023, penambang kripto di seluruh dunia menggunakan listrik sebanyak penggunaan Australia. 

EIA mengatakan penggunaan listrik global dalam penambangan mata uang kripto menyumbang 0,2% hingga 0,9% dari permintaan listrik global. Di AS, penambangan kripto menghabiskan 0,6% hingga 2,3% dari kebutuhan listrik negara tersebut. Jumlah tersebut hampir sama dengan negara bagian Utah atau West Virginia.

“Menambang mata uang kripto seperti bitcoin pada dasarnya memecahkan teka-teki kriptografi yang rumit untuk menambahkan token baru ke dalam blockchain. Masalah-masalah tersebut diselesaikan pada komputer yang besar dan kuat yang menjelaskan mengapa mereka menghabiskan banyak listrik,” kata EIA dalam laporannya, dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (8/2/2024). 

Industri kripto menggunakan kekuatan dalam jumlah besar telah diketahui sejak lama. Pada September tahun lalu, analisis New York Times menemukan penambangan bitcoin menggunakan energi 7 kali lebih banyak daripada yang digunakan Google dalam setahun atau sekitar 91 terawatt per jam. 

Industri penambangan kripto juga tampaknya tumbuh pesat di AS. Menurut perhitungan Indeks Konsumsi Listrik Bitcoin Cambridge, pangsa penambangan bitcoin yang terjadi di negara tersebut meningkat dari 3,4% pada Januari 2020 menjadi 37,8% pada Januari 2022. 

Terdapat total sekitar 137 fasilitas penambangan di 21 negara bagian di AS, menurut EIA, sebagian besar dari mereka berada di Texas, Georgia, dan New York. 

Pemerintah AS nampaknya ingin melihat lebih dekat penggunaan energi industri. Permintaan darurat dari EIA untuk mengumpulkan data dari penambang kripto komersial telah disetujui minggu lalu. Survei ini akan mengharuskan fasilitas yang teridentifikasi untuk melaporkan rincian penggunaan energinya.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini