Sukses

Harga Kripto Hari Ini 6 Februari 2024: XRP dan ETH Pimpin Penguatan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Selasa (6/2/2024). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) masih melemah. Bitcoin turun 0,29 persen dalam 24 jam dan 1,80 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 42.393 atau setara Rp 668,7 juta (asumsi kurs Rp 15.775 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) kembali menguat. ETH naik tipis 0,10 persen sehari terakhir, tetapi masih melemah 1,00 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 36,1 juta per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut terkoreksi. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 1,63 persen dan 3,33 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 4,73 juta per koin. 

Kemudian kripto Cardano (ADA) masih berada di zona merah. ADA turun 1,57 persen dalam 24 jam terakhir dan 6,93 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 7.732 per koin.

Adapun Solana (SOL) turut anjlok. SOL terkoreksi 1,21 persen dalam sehari dan 6,22 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 1,49 juta per koin. 

XRP terpantau kembali berada di zona hijau. XRP naik tipis 0,38 persen dalam 24 jam, tetapi masih melemah 5,59 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 7.982 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) kembali turun. Dalam satu hari terakhir DOGE ambles 0,75 persen dan 4,66 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 1.227 per token.

Harga kripto hari ini yakni stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 1,63 triliun atau setara Rp 25.714 triliun. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Dompet Kripto Milik Salah Satu Pendiri Ripple Diretas, Kerugian Sentuh Rp 1,7 Triliun

Sebelumnya diberitakan, ketua eksekutif dan salah satu pendiri Ripple, Chris Larsen mengungkapkan pada 31 Januari 2024 beberapa akun XRP pribadinya telah diretas. Hal itu disampaikan Larsen melalui sosial media X nya.

“Kemarin, ada akses tidak sah ke beberapa akun XRP pribadi saya kami dengan cepat dapat mengetahui masalahnya dan memberi tahu bursa untuk membekukan alamat yang terpengaruh. Penegakan hukum sudah terlibat,” kata Larsen, dalam postingannya, dikutip dari Coinmarketcap, Senin (5/2/2024).

Larsen menyebut peretasan tersebut sebagai insiden tersendiri dan menegaskan kembali dompet Ripple aman dan belum disusupi. CEO Ripple Brad Garlinghouse turut membuat komentar terkait kejadian ini. Garlinghouse menjelaskan ada beberapa spekulasi dan pelaporan yang tidak bertanggung jawab.

“Saya ingin menegaskan kembali tidak ada dompet yang dikelola Ripple yang disusupi,” jelas Garlinghouse. 

Kepala Analisis dan Kepatuhan di XRP Ledger Foundation. Thomas Silkjaer, memberikan rincian lebih lanjut. Dia mengatakan pertukaran kripto WhiteBit memberi tahu timnya tentang simpanan mencurigakan pada 30 Januari.  Tim Silkjær kemudian memberi tahu Larsen tentang insiden tersebut dan mulai bekerja sama dalam penyelidikan. 

Larsen dan individu terkait Ripple lainnya belum mengonfirmasi jumlah yang dicuri. Namun, detektif blockchain, ZachXBT sebelumnya melaporkan alamat tersebut diretas seharga 213 juta XRP, atau USD 112,5 juta, setara Rp 1,7 triliun (asumsi kurs Rp 15.717 per dolar AS).

Dia juga mencatat dana yang dicuri telah dicuci melalui bursa, termasuk MEXC, Gate, Binance, Kraken, OKX, HTX, dan HitBTC. ZachXBT berspekulasi kunci pribadi Larsen telah disusupi tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana hal ini bisa terjadi.

 

3 dari 4 halaman

India Pertahankan Pajak Kripto Tinggi

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman menyampaikan anggaran tahunan pemerintah untuk mempertahankan kebijakan pengurangan pajak di sumber (TDS) yang kontroversial untuk transaksi kripto. 

Banyak pihak berekspektasi akan ada perubahan pajak, tetapi tidak ada perubahan pajak pada transaksi kripto, termasuk pajak keuntungan sebesar 30% dan TDS sebesar 1% pada semua transaksi.

Hal ini terjadi meskipun ada upaya dari industri kripto dalam negeri dan studi dari lembaga yang berusaha keras untuk mengurangi TDS. Kurangnya perubahan pada kebijakan TDS sangat mengecewakan bagi industri kripto, mengingat hal ini telah menjadi masalah besar sejak diperkenalkan dua tahun lalu. 

Pertukaran kripto India telah berjuang untuk bertahan hidup, dengan banyak yang terpaksa memperluas landasannya sebagai respons terhadap TDS 1%. 

Ketua Bharat Web3 Association, Dilip Chenoy, badan kebijakan yang mengadvokasi sektor Web3 India, menyatakan optimisme yang hati-hati, dengan menyatakan mereka tidak mengharapkan perubahan signifikan dalam anggaran sementara namun sangat menantikan perubahan setelah pemilu. 

Chenoy menyoroti dampak negatif dari tingginya TDS dan tarif pajak penghasilan, yang menyebabkan pembuat dan konsumen pindah dari India, sehingga mempengaruhi prospek Web3 di negara tersebut.

Sebuah studi oleh Esya Center mengungkapkan pajak pemerintah telah mendorong sebanyak lima juta pedagang kripto untuk memindahkan transaksi mereka ke luar negeri, sehingga merugikan potensi pendapatan pemerintah sebesar USD 420 juta atau setara Rp 6,6 triliun sejak Juli 2022.

Meskipun pemerintah belum mengurangi pajak dalam dua tahun terakhir, baru-baru ini pemerintah mengambil tindakan terhadap bursa kripto luar negeri, yang pada gilirannya membawa aktivitas kripto kembali ke bursa India.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

4 dari 4 halaman

Seorang Insinyur di India Jadi Korban Penipuan Kripto Senilai Rp 1,7 Miliar

Sebelumnya diberitakan, seorang insinyur di India berusia 53 tahun baru-baru ini menjadi korban penipuan investasi mata uang kripto yang mengakibatkan kerugian hingga USD 114.230 atau setara Rp 1,7 miliar (asumsi kurs Rp 15.656 per dolar AS).

Dilansir dari Coinmarketcap, Selasa (23/1/2024), korban yang tidak curiga, dibujuk ke dalam penipuan oleh seseorang bernama Sonia Shenoy, yang ia temui di Instagram dua tahun lalu. Shenoy dimaksudkan untuk mewakili perusahaan investasi global yang menangani Bitcoin (BTC).

Insinyur tersebut mempercayai representasi Shenoy dan memutuskan untuk menginvestasikan BTC senilai lebih dari USD 114.000 pada Januari 2023 lalu, menurut laporan. 

Pada Juli lalu, Shenoy, yang menjalin jaringan penipuan, memberi tahu korban keuntungan besar sebesar USD 240.000 atau setara Rp 3,6 miliar menantinya. 

Namun, untuk mendapatkan keuntungan ini ada syaratnya, Shenoy meminta korban membayar sejumlah uang untuk pengurangan pajak di sumber. Korban yang mempercayai Shenoy, mendapatkan jumlah yang diminta dengan mengambil pinjaman dari berbagai bank.

Seiring berjalannya waktu, kenyataan pahit muncul di benak sang insinyur keuntungan yang dijanjikan tidak lebih dari sekedar tipuan. Keuntungan yang diharapkan tidak pernah datang, membuat korban bergulat dengan kesadaran yang menyedihkan ia telah ditipu.

Kasus seperti ini bukan hal baru Bengaluru. Pada 2021, seorang pedagang kripto pemula dan dosen perguruan tinggi yang tinggal di kota tersebut kehilangan USD 12.000 atau setara Rp 184,9 juta karena penipu yang menyarankan agar ia diizinkan mengelola akun perdagangannya. Penipu menjanjikan keuntungan besar.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini