Sukses

Pasar Kripto Masih Tertekan, Bagaimana Potensi Awal Februari 2024?

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin telah memasuki bulan kedua 2024 dan masih diperdagangkan dalam zona merah. Namun, ada penurunan volume ini yang menunjukkan penurunan volatilitas yang signifikan.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menuturkan, Bitcoin sedang mengalami periode konsolidasi penting di kisaran harga USD 40.000 atau setara Rp 627,7 juta (asumsi kurs Rp 15.694 per dolar AS) hingga USD 45.000 atau setara Rp 706,2 juta. 

“Pasar kripto dan BTC dalam tekanan oleh banyak sentimen negatif belakangan ini. Terbaru, proyeksi pelaku pasar untuk The Fed soft landing pada bulan Maret 2024 kemungkinan besar akan gagal,” kata Fyqieh dalam analisis mingguan, Senin (5/2/2024). 

Dalam pidato terbarunya pada Senin, Ketua The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS, Jerome Powell, komite akan hati-hati dalam menurunkan suku bunga. Risiko geopolitik jadi ancaman terbesar terhadap perekonomian global. 

Menurut Fyqieh ini membuat kecil kemungkinan FED turunkan suku bunga pada bulan Maret mendatang. Menurut Powell, pergerakan terlalu cepat berisiko sebabkan inflasi melebihi target 2%.

Selain itu, pengawasan penambangan kripto AS dan Senator Warren berkontribusi terhadap kerugian akhir pekan ini. Namun, kerangka peraturan pasar kripto AS mungkin bergantung pada Pemilihan Presiden AS. 

"Situasi makroekonomi dan politik di AS belum menguntungkan bagi pasar aset berisiko, seperti kripto,” ujar Fyqieh.

Potensi Kenaikan Kripto

Fyqieh menuturkan, potensi kenaikan pasar kripto pekan ini bisa didorong oleh stimulus ekonomi China. Sebelumnya, Bank sentral China mengumumkan pelonggaran kebijakan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan. 

Bank akan dipotong sebesar 50 basis poin mulai 5 Februari, yang akan menyediakan modal jangka panjang sebesar 1 triliun yuan.

Dampak penurunan suku bunga China pada pasar kripto yang dapat berkontribusi pada peningkatan likuiditas dan sentimen investor. Kemungkinan aliran dana yang besar dapat masuk ke pasar kripto dan meningkatkan permintaan. 

 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Sentimen Pekan Ini

Peningkatan likuiditas sering kali berarti investasi yang lebih besar pada aset berisiko, karena investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan peningkatan nilai Bitcoin.

Sentimen Pekan Ini

Fyqieh mengungkapkan untuk pekan ini data ekonomi AS akan relatif sepi, sehingga memungkinkan investor untuk mencerna rincian laporan ekonomi yang telah diterbitkan. 

“Selain itu, beberapa anggota The Fed dijadwalkan untuk menyampaikan pidatonya, sehingga para pelaku pasar akan mempelajari pernyataan mereka untuk mencari petunjuk tambahan mengenai prospek kebijakan moneter The Fed,” pungkasnya.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi

3 dari 4 halaman

CFTC Peringatkan Investor Kripto Waspadai Skema Perdagangan AI

Sebelumnya diberitakan, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) telah memperingatkan investor untuk mewaspadai perangkat lunak atau algoritma yang diciptakan oleh kecerdasan buatan (AI) yang menghasilkan tingkat kemenangan 100 persen. 

Dilansir dari Bitcoin.com, Sabtu (3/2/2024), CFTC telah mengidentifikasi skema perdagangan aset kripto, strategi sinyal perdagangan, atau algoritme perdagangan otomatis sebagai beberapa perangkat lunak buatan AI yang digunakan penipu untuk menargetkan investor.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan melalui Kantor Pendidikan dan Penjangkauan Pelanggan (OCEO) CFTC, komisi tersebut juga menyuarakan keprihatinannya atas meningkatnya jumlah kasus di mana penjahat menggunakan teknologi AI untuk mencuri dari pengguna yang tidak menaruh curiga.

Menurut pernyataan tersebut, masalah ini semakin diperburuk dengan penyebaran informasi palsu oleh para penipu melalui platform media sosial dan melalui pihak yang disebut influencer. 

Berbeda dengan media konvensional atau perusahaan periklanan, influencer dan platform media sosial tidak tunduk pada aturan pemasaran atau periklanan reguler. Namun pernyataan tersebut mencantumkan beberapa langkah yang harus selalu diambil investor sebelum memberikan dana mereka.

4 dari 4 halaman

Pentingnya Penelitian Latar Belakang

CFTC menjelaskan, salah satu langkahnya adalah melakukan penelitian latar belakang pada perusahaan atau pedagang yang menjanjikan bot investasi atau perdagangan berbasis AI. 

Investor juga dapat meneliti riwayat perdagangan perusahaan yang menjual algoritma buatan AI. Selain itu, investor juga harus mempertimbangkan untuk mendapatkan opini kedua serta memahami risiko yang ada.

Selain memperingatkan investor tentang skema atau promosi investasi yang menawarkan pengembalian di atas rata-rata atau terjamin, nasihat OCEO juga membantu investor mengidentifikasi dan menghindari potensi penipuan. 

Peringatan tersebut juga mengingatkan investor tidak ada alat atau teknologi, termasuk AI, yang dapat memprediksi masa depan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini