Cara Memanggil Kucing yang Hilang agar Mau Keluar dan Pulang

Cara memanggil kucing yang hilang dengan suara lembut, bunyi makanan, dan pencarian malam hari, lengkap dengan tips dari pakar pencari hewan.

Liputan6.com, Jakarta Kucing yang biasanya berada di rumah bisa tiba-tiba menghilang tanpa diketahui penyebabnya. Situasi ini tentu membuat pemilik khawatir, terutama jika kucing belum pernah pergi jauh atau terbiasa bermain di sekitar rumah. Mengetahui cara memanggil kucing yang hilang dapat membantu pemilik mengambil langkah tepat untuk menemukannya.

Saat panik, pemilik mungkin tergoda untuk terus berteriak memanggil nama kucing atau mencarinya ke berbagai tempat sekaligus. Padahal, kucing yang ketakutan bisa bersembunyi di sudut sempit dan enggan keluar meskipun mendengar suara orang yang dikenalnya. Kesabaran dan pendekatan yang sesuai sangat diperlukan dalam situasi seperti ini.

Ada beberapa cara memanggil kucing yang hilang agar lebih mudah menarik perhatiannya dan mendorongnya kembali ke rumah. Mulai dari menggunakan suara yang familier hingga memanfaatkan aroma makanan kesukaannya, setiap langkah perlu dilakukan dengan tenang. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk membantu menemukan kucing kesayangan.

1. Panggil dengan Suara Lembut dan Rutinitas yang Familiar

Kucing hilang biasanya sedang ketakutan, jadi kunci cara memanggil kucing yang hilang adalah membuatnya merasa aman saat mendengar suaramu. Intinya, kamu meniru suasana rumah yang ia kenal: suara, kata-kata, dan bunyi saat jam makan. 

  1. Tenangkan diri sebelum memanggil: Kucing sering bersembunyi saat takut dan mungkin tidak mau keluar kalau suaramu terdengar panik. Tarik napas dulu supaya nada suaramu tetap stabil.
  2. Pakai nama dan kata yang biasa ia dengar: Berjalanlah pelan, bicara dengan lembut, dan panggil namanya dengan nada tenang yang familiar. Gunakan kata atau frasa yang biasa kamu ucapkan, misalnya "waktunya makan" atau "sini, sayang."
  3. Tiru rutinitas jam makan: Kalau kamu punya rutinitas makan, ulangi saat mencari di sekitar rumah. Misalnya, jika biasa memberi makanan kaleng di malam hari, bawa kaleng dan sendok, lalu berkeliling sambil memanggil kucing dan mengetuk kaleng dengan sendok.
  4. Bawa makanan beraroma kuat: Camilan atau makanan basah favorit kucing wajib dibawa untuk memancingnya keluar dari persembunyian. Kamu juga bisa membuka kaleng di tempat terbuka atau menggoyang toples camilannya.
  5. Beri jeda dan dengarkan: Setelah memanggil, diam sejenak dan pasang telinga. Kucing yang lapar, takut, atau terluka kadang hanya mengeong pelan, dan suara itu mudah terlewat kalau kamu terus bergerak cepat.

Sebagian pemilik berhasil dengan memanggil keras, sementara yang lain merasa suara bicara biasa lebih efektif. Apa pun pilihannya, jaga suara tetap tenang, karena nada panik tidak akan menarik kucing yang ketakutan.

2. Datangi Titik Persembunyian Terdekat

Suara panggilan saja sering tidak cukup. Cara memanggil kucing yang hilang juga berarti kamu harus mendatangi tempat-tempat yang mungkin jadi persembunyiannya. Bayangkan kucing yang sedang meringkuk di kolong teras: ia mendengar suaramu, tapi terlalu takut untuk bergerak.

  1. Periksa seluruh isi rumah dulu: Kucing kadang bersembunyi di tempat yang aneh, misalnya lemari, tumpukan baju, kabinet, atau mesin pengering. Kucing juga bisa terjebak di kasau atap atau cerobong, atau tidak sengaja terkunci di gudang.
  2. Sisir halaman dan area sempit: Periksa kolong dek, teras, dan celah kecil tempat kucing bisa bersembunyi. Cari juga di garasi dan gudang, termasuk di bawah mobil dan peralatan. Lihat ke atas pohon dan bangunan tinggi, karena kucing sering memanjat supaya merasa aman.
  3. Sejajarkan pandangan dengan kucing: Turunkan badan setinggi kucing dan lihat sekeliling dari sudut pandangnya. Celah yang tampak sepele dari posisi berdiri bisa jadi tempat persembunyian yang ideal.
  4. Cari malam hari dengan senter: Arahkan senter rendah dan perhatikan pantulan cahaya dari mata kucing. Cari larut malam saat aktivitas di luar mulai sepi, karena peluang mendengar suara kucing jadi lebih besar.
  5. Minta izin memeriksa halaman tetangga: Jangan hanya bertanya apakah tetangga melihat kucingmu, tapi minta izin untuk memeriksa sekitar rumah mereka seperti yang kamu lakukan di rumah sendiri. Coba perluas pencarian tiga sampai lima rumah ke tiap arah.
  6. Cek kendaraan di sekitar: Periksa kendaraanmu dan minta tetangga memeriksa kendaraan mereka, siapa tahu ada jendela atau pintu yang terbuka sehingga kucing masuk ke dalamnya. 

Berdasarkan studi University of Queensland tahun 2017, sebanyak 1.210 pemilik yang pernah kehilangan kucing ikut serta, dan metode paling berhasil untuk menemukan kucing hilang adalah pencarian fisik di sekitar lokasi. Berikut ringkasan jarak tempuh kucing dari studi tersebut.

Kondisi Kucing Jarak Median Ditemukan Perkiraan Radius
Kucing rumahan (indoor) yang kabur

 39 meter

 

Sekitar 2,5 rumah dari rumah pemilik

 

Kucing yang biasa keluar rumah

183 meter

 

Sekitar 17 rumah dari rumah pemilik

 

 

Tips singkat: Kalau kucingmu kabur karena kaget suara keras seperti petasan, fokuslah ke halaman tetangga.

3. Perluas Jangkauan Panggilan lewat Bantuan Orang Lain dan Alat

Kalau beberapa hari panggilanmu belum juga dijawab, cara memanggil kucing yang hilang perlu diperluas. Sekarang bukan cuma suaramu yang "memanggil", tapi juga poster, unggahan media sosial, perangkap ramah hewan, dan bantuan banyak orang.

  1. Sebarkan informasi kehilangan: Buat poster dengan foto terbaru, ciri khas kucing, dan nomor kontak, lalu tempel di tempat yang ramai dilalui orang. Unggah juga ke grup warga dan komunitas pecinta kucing di daerahmu.
  2. Hubungi shelter dan klinik hewan: Kucing yang ditemukan orang lain sering dibawa ke penampungan atau dokter hewan. Itulah alasan pakar menganjurkan pemasangan microchip, supaya pemilik bisa dihubungi kalau hewannya berakhir di shelter atau klinik.
  3. Perbarui data microchip: Jika kucingmu memakai microchip, perbarui informasi kontakmu di penyedia layanannya. Chip ini bisa menyatukan kembali pemilik dan kucing, bahkan setelah bertahun-tahun, seperti kisah kucing yang dikenali lewat chip di tubuhnya setelah 13 tahun hilang.
  4. Pasang perangkap ramah hewan: Beli, sewa, atau pinjam humane trap untuk dipasang dekat rumah atau di lokasi terakhir kucing terlihat. Kucing yang takut atau terluka biasanya lebih berani keluar saat gelap dan sepi, jadi memasang perangkap di malam hari bisa membantu.
  5. Manfaatkan kamera: Periksa rekaman kamera pengawas milikmu atau tetangga, termasuk kamera bel pintu. Dalam situasi tertentu, kamera satwa liar digital juga berguna.
  6. Tanggapi laporan secepatnya: Segera tindak lanjuti setiap laporan penampakan, dan minta bantuan ahli kalau kamu tidak yakin cara menangkap kucingmu. Laporan ke pihak berwenang juga bisa membantu, seperti pemudik yang bertemu kembali dengan kucingnya setelah kucing itu ditemukan polisi di rest area Pemalang.

Kesalahan yang Sering Membuat Kucing Hilang Tak Kunjung Keluar

Banyak pemilik sudah berusaha keras, tapi kucing tetap tidak muncul karena ada langkah yang kurang tepat. Supaya cara memanggil kucing yang hilang yang kamu lakukan tidak sia-sia, kenali kesalahan berikut lalu hindari. 

  • Memanggil dengan nada panik: Teriakan keras dan terburu-buru justru terdengar mengancam bagi kucing yang sedang takut. Suara tenang jauh lebih menenangkan.
  • Hanya mencari di siang hari: Variasikan waktu pencarian, karena kucing cenderung paling aktif larut malam dan dini hari saat suasana sepi.
  • Mengira kucing tidak ada karena tidak menjawab: Kucing hilang bersifat teritorial dan nalurinya adalah bersembunyi dalam diam saat panik. Diamnya kucing bukan tanda ia jauh.
  • Terlalu mengandalkan kotak pasir di depan rumah: Cara ini sering disarankan, tapi para pakar pencari hewan tidak menganjurkannya. Aroma tersebut bisa menarik kucing teritorial lain dan memicu perkelahian atau membuat kucing hilang makin terusir; lebih baik habiskan waktu untuk pencarian fisik dengan bantuan tetangga.
  • Hanya memeriksa satu kali: Periksa juga area yang menurutmu mustahil dimasuki kucing, seperti lemari, bawah kasur, dan belakang meja rias. Periksa, lalu periksa lagi, karena kucing bisa berpindah tempat persembunyian.
  • Langsung mencari ke tempat jauh: Melompat ke area yang jauh membuat kamu melewatkan titik paling mungkin, yaitu rumah sendiri dan rumah tetangga di sekitarnya.
  • Menyerah terlalu cepat: Jangan cepat menyerah, karena banyak kucing pulang setelah beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kucing yang Hilang

Kapan waktu terbaik memanggil kucing yang hilang?

Malam hari sampai dini hari biasanya waktu yang paling tepat. Lingkungan lebih sepi, kucing lebih berani bergerak, dan kamu juga lebih mudah mendengar suara mengeong atau melihat pantulan matanya dengan senter.

Apakah kucing hilang bisa pulang sendiri?

Bisa, sebagian kucing akhirnya berani keluar dan pulang setelah beberapa hari. Tapi banyak juga yang tetap bersembunyi karena takut, jadi pencarian aktif di sekitar rumah tetap perlu dilakukan sambil menunggu.

Apa yang harus dilakukan kalau kucing terlihat tapi kabur saat didekati?

Jangan dikejar. Duduk atau jongkok, bicara pelan dengan suara yang ia kenal, letakkan makanan di dekatmu, lalu biarkan ia mendekat sendiri. Kalau kucing tetap takut, pasang perangkap ramah hewan di lokasi itu atau minta bantuan orang yang berpengalaman menangkap kucing.