Sukses

Yuk Belajar Menulis di Kampung Fiksi

Citizen6, Jakarta: Blog Kampung Fiksi secara resmi mulai berdiri pada Februari 2011. Sesuai dengan entri perdana di blog kami yang bertajuk Tentang Kami: Penulis Kampung Fiksi. Blog ini dibuat setelah beberapa waktu lamanya kami sering berinteraksi di beberapa sosial media seperti Facebook dan blog keroyokan besutan Kompas, Kompasiana.

Saat itu kami berdelapan, yang terdiri dari perempuan semua, dari berbagai latar belakang dan usia, menemukan banyak kesamaan, terutama kesenangan kami menulis fiksi. Maka, kami pun sepakat untuk membuat blog sendiri untuk menampung tulisan-tulisan kami dan saling berkomentar. Awalnya kami masih memakai template dan alamat gratis yang disediakan oleh blogspot. Seiring dengan berjalannya waktu, ide makin berkembang dan follower blog bertambah secara signifikan. Maka di akhir 2011 kami memutuskan sudah waktunya memiliki alamat sendiri yaitu Kampung Fiksi dot com.

Para penggagas Kampung Fiksi adalah Siahaya yang menulis blog sejak 2007. Ia suka menulis cerita pendek dan puisi sekaligus penggagas dan pimpro kegiatan J50K. Januari 50 Kilo, yaitu kegiatan menulis draft novel sebanyak 50.000 kata selama 30 hari setiap Januari, yang tinggal di Jakarta.

Winda Krisnadefa, seorang blogger yang aktif sejak 2008. Ia seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak dan tinggal di Bekasi. Suka menulis fiksi dan mengikuti berbagai lomba dan beberapa kali sudah memenangkan lomba menulis dan menerbitkan beberapa buku antologi dan 2 buah novel (Black book dan Macaroon Love). Novel ketiga dan terbarunya, akan segera dirilis dan diterbitkan oleh Qanita Mizan.

Deasy Maria, seorang ibu dan karyawati swasta. Ia aktif di kepengurusan beberapa komunitas blogger, suka menulis prosa liris dan tinggal di Purwokerto.

Meliana Indie, seorang guru dan kepala sekolah di sebuah sekolah swasta di Kota Medan. Ia suka menulis puisi dan prosa liris dan sudah menerbitkan satu antologi puisi bersama penulis-penulis lainnya. Endah Raharjo, seorang aktivis LSM di Jogjakarta. Aktif menulis dan sudah menerbitkan sebuah novel. Indah Widianto, seorang penggemar postcard dan suka menulis cerita anak dan tinggal di Jakarta.

Sari Novita. Ia seorang karyawati swasta dan blogger yang suka menulis cerpen dan tinggal di Jakarta.

Ria Tumimomor, seorang karyawati swasta di Jakarta. Selain aktif menulis fiksi, ia pun sudah menerbitkan beberapa buah buku antologi bersama penulis-penulis lain.

Pada awalnya kegiatan Kampung Fiksi hanya seputar menulis bersama dan berbagi tips menulis melalui blog dan media sosial.  Kegiatan yang mendapat sambutan ramai yang pertama adalah Januari 50 K atau J50K, yaitu kegiatan menulis fiksi sepanjang Bulan Januari sebanyak 50.000 kata.

J50K diadakan pertama kali oleh Kampung Fiksi dengan cara membentuk grup J50K di Facebook. Kegiatan ini merupakan adaptasi dari Nanowrimo (sebuah ajang menulis novel online internasional) yang diadakan setiap bulan November. Bulan Januari dipilih sebagai ajang pelaksanaan karena biasanya pada awal tahun kebanyakan orang membuat resolusi, dan J50K menyediakan kesempatan bagi mereka yang suka menulis dan membuat resolusi menulis novel, untuk membuka tahun baru mereka dengan melakukan marathon menulis draft novel selama 31 hari. Dari kegiatan inilah jumlah pengikut Kampung Fiksi bertambah secara signifikan.

Setelah itu Kampung Fiksi memberanikan diri untuk mengadakan workshop menulis untuk perempuan pada November 2011 yang disponsori oleh Indosat. Peserta dibatasi karena tempat yang terbatas. Diadakan di Bekasi Cyber Park dengan jumlah peserta 40 orang. Kelanjutan dari workshop tersebut, Kampung Fiksi mengadakan lomba menulis cerpen.

Awal tahun 2012, Kampung Fiksi juga ikut membantu Spasi Media dalam acara launching buku Peri-peri Bersayap Pelangi dan dicetak untuk dibagikan gratis kepada anak-anak tidak mampu di seluruh Indonesia. Bulan Oktober 2012 Kampung Fiksi ikut meramaikan acara Social Media Festival di Jakarta dan bergandengan dengan komunitas film maker Story Lab dari Bandung. Kami mengadakan workshop "Dari Cerpen Menjadi Film Pendek".

Kegiatan-kegiatan Kampung Fiksi lebih banyak dilakukan secara online, melalui blog, facebook dan twitter. Karena melalui kegiatan-kegiatan online inilah kami lebih mudah berhubungan dengan para Fictionholic (sebutan kami untuk para penggemar fiksi) di mana pun mereka berada tanpa repot-repot menyiasati kendala jarak maupun waktu.

Melalui grup dan fanpage di Facebook kami bisa berdiskusi dengan followers kami, serta mengadakan kuis-kuis berhadiah novel. Melalui twitter kami dapat menyajikan tips menulis dan mengumumkan kegiatan-kegiatan kami. Melalui blog kami reportase kegiatan Kampung Fiksi, wawancara-wawancara dengan penulis-penulis novel, resensi buku, dan berbagai kegiatan lain yang kami harapkan berguna bagi siapa saja yang tertarik untuk menulis dan belajar lebih banyak tentang menulis fiksi.

Bagaimana caranya menjadi anggota Kampung Fiksi? Hingga saat ini, kami belum menerapkan sistem keanggotaan karena tujuan kami adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman secara bebas kepada siapa saja yang ingin belajar. Cukup dengan menjadi follower kami di blog atau media sosial, maka status Fictionholic sudah disandang dan sudah menjadi bagian dari kegiatan belajar di Kampung Fiksi. Dengan sistem seperti ini, follower di blog Kampung Fiksi sekarang ini sudah 580 blogger. Followers di Twitter lebih dari 2000-an dan fanpage di Facebook 1400-an. (Kampung Fiksi/Mar)

Kampung Fiksi adalah pewarta warga yang bisa dihubungi lewat akun Twitter: @kampungfiksi, Fanpage Facebook: https://www.facebook.com/KampungFiksiPage, Blog: http://www.kampungfiksi.com, dan email: kampungfiksi@gmail.com

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Mulai 10-20 September ini, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik "Komunitasku Keren!". Ada merchandise eksklusif bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

Loading