Sukses

Kurang Ruangan, Siswa SMPN Curug Terpaksa Belajar Bergantian

929 siswa SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, hingga saat ini belum serentak melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada pagi hari.

Citizen6, Tangerang: 929 siswa SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten hingga saat ini belum serentak melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Alasannya karena kekurangan sarana-prasarana (sapras) sekolah. Akibatnya, 342 siswa kelas 1 yang diterima tahun ajaran 2013-2014 terpaksa bergantian ruangan pada pagi dan sore hari.

Hal ini mengemuka saat rapat Komite atau persatuan orangtua murid dan guru yang berlangsung Sabtu 31 Agustus 2013. Acara tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, guru, wali murid, tokoh masyarakat, penggiat lembaga swadaya masyarakat, dan kalangan jurnalis dari wilayah setempat.

Kepala SMP Negeri 2 Curug, Tubagus Ahmad, mengakui jumlah siswanya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Untuk mengatasinya, terpaksa harus melibatkan segenap stakeholder (pemangku kepentingan) agar sekolah yang dibangun tahun 2007 itu dapat melayani pendidikan dengan prasarana dan sumber daya yang sesuai standar pendidikan.

"Untuk itu, kepala sekolah dan komite telah memetakan dan merancang secara bertahap peningkatan sarana dan prasarana dengan usulan pada pemerintah daerah, provinsi, nasional, dan masyarakat. Hasilnya, sejak awal 2012 bangunan sekolah yang memiliki 11 lokal telah bertambah 3 ruang kelas, 1 laboratorium, dan 1 gedung kegiatan kelompok kerja guru," terang Tubagus dalam sambutan rapat.

Ketua Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG) atau komite sekolah, Wasis Hadi Purwanto juga menyampaikan, karena kondisi kurangnya sarana dan prasarana sekolah dalam rapat bersama orangtua murid tersebut maka perlu adanya penambahan ruang kelas terkait melimpahnya siswa kelas 1 di sekolah yang berdekatan dengan beberapa perumahan warga berpenduduk sangat padat itu.

"Pada 2013, sekolah menerima dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah berkisar Rp 300 juta. Rencananya anggaran ini akan dialokasikan untuk penambahan 3 ruan kelas di atas sebuah ruangan yang sudah ada. Karena dilakukan pengecoran kontruksi untuk bangunan bertingkat yang berbiaya sekitar Rp 600 juta, sekolah perlu melibatkan partisipasi masyarakat untuk menanggulangi kekurangan dana sekitar Rp 300 juta," ujar Wasis.
 
Meskipun diwarnai perbedaan pendapat, namun para orangtua murid menyambut baik rencana peningkatan sapras yang digagas sekolah itu. Mereka sepakat untuk seluruh siswa kelas 7 bersedia membantu dana yang diperlukan secara swadaya.

"Hasil keputusan rapat komite sekolah memerlukan partisipasi wali murid kelas 1 untuk menutupi kekurangan dana pembangunan sejumlah Rp 300 juta. Kami secara bersama-sama akan menyumbang Rp 850 ribu per siswa, dimana bantuan orangtua siswa tersebut bisa dicicil hingga Desember 2013," ujar salah satu orangtua siswa bernama Zalva.

SMP Negeri 2 Curug yang didirikan tahun 2007 telah mengalami kemajuan dalam sarana dan prasarana. Selain meningkatkan pengembangan kurikulum atau akademik, juga telah melakukan pengembangan keahlian tenaga pendidik, sehingga 85% gurunya berpendidikan S2 maupun sedang kuliah. Pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 21 orang pegawai negeri sipil dan 5 orang tenaga honorer tercatat mendapat berbagai pelatihan atau workshop. (EdySyahputraTanjung/Mar)

Edy Syahputra Tanjung adalah pewarta warga.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, Ramadan atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com

Saat ini Citizen6 mengadakan program yang kali ini bertema "Tempat Wisata di Kotaku". Ada merchandise eksklusif bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.



* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.