Sukses

17 Hewan yang Bisa Beradaptasi dengan Mudah di Lingkungannya

Makhluk hidup perlu beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah. Inilah beberapa hewan yang mampu beradaptasi dengan mudah, yuk simak!

Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia hewan, kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah-ubah seringkali menjadi kunci kelangsungan hidup berbagai spesies, sehingga ada beberapa hewan yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya, mulai dari gurun tandus hingga hutan hujan tropis yang lebat. 

Hewan-hewan ini tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dengan cara yang menakjubkan dan seringkali membuat manusia kagum dengan ketangguhannya. Adaptasi lingkungan tidak hanya mencakup perubahan fisik, tetapi juga perilaku dan kebiasaan yang memungkinkan hewan-hewan ini untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. 

Maka dari itu, yuk kenali 17 hewan yang bisa beradaptasi dengan mudah di bawah ini, yang telah disajikan dari berbagai sumber pada Rabu (12/06/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 23 halaman

1. Kambing Gunung

Kambing lain menghabiskan sebagian besar waktunya menjelajahi semak-semak di dataran, sedangkan kambing gunung mendaki gunung yang menantang. Kambing gunung secara khusus beradaptasi dengan lingkungan pegunungannya, menjadikan mereka pendaki terbaik di dunia hewan. 

Kambing ini mempunyai kuku yang mencengkeram erat lereng berbatu di habitatnya, yang dapat mencegah mereka terjatuh dari lereng. Kakinya juga memiliki otot kuat yang membantu mereka menyeimbangkan berat badan saat berlari di lereng yang curam.

3 dari 23 halaman

2. Burung Kolibri

Burung kolibri merupakan salah satu jenis burung terkecil, namun ukurannya yang kecil disesuaikan dengan berbagai lingkungan tempat ia bertahan hidup. Paruhnya yang panjang dan sempit memudahkan memakan nektar dari bunga yang berbentuk tabung.  

Lidahnya yang panjang juga membantu mereka menyedot nektar dari dasar bunga. Paruh bawahnya fleksibel untuk menangkap serangga saat berada di udara. Otot sayapnya juga memungkinkan mereka mengepakkan sayap hingga 200 kali setiap detik dan melakukan gerakan cepat dan kecil ke berbagai arah. 

Burung ini dapat bergerak maju dan mundur serta mengubah arah ke samping dengan cepat sambil mengakses banyak bunga untuk mendapatkan nektar. Selain itu, burung kolibri dapat mencapai kecepatan hingga 60 mph saat menyelam, memungkinkan untuk menangkap serangga yang cepat dan melarikan diri dari predator.

4 dari 23 halaman

3. Sigung

Sigung biasanya menyemprotkan cairan berbau busuk dari kelenjar kembar di dekat pangkal ekornya untuk menghalangi predator. Cairan kental berwarna kekuningan dapat menyebabkan predator mengalami kebutaan sementara, sehingga memberikan cukup waktu bagi sigung untuk melarikan diri. 

Selain itu, sigung memiliki cakar yang memungkinkan mereka menggali untuk mencari makanan dan menggali sarang untuk bersembunyi dari pemangsa.  Selain itu, warna bulunya yang putih dan hitam membantu mereka memperingatkan predator agar menjauh.

5 dari 23 halaman

4. Cheetah

Cheetah adalah juara kecepatan yang tak terbantahkan di darat karena tubuhnya secara khusus disesuaikan untuk lari cepat. Kucing ini memiliki tubuh yang relatif ringan untuk tinggi badannya, memungkinkannya untuk menambah kecepatan dan mencapai 65 mph dalam waktu tiga detik.

Selain itu, cheetah memiliki kaki yang panjang, kepala kecil, dan tulang punggung yang fleksibel sehingga membuatnya aerodinamis saat mengejar mangsanya.

Detak jantung cheetah semakin cepat untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke otot. Namun hati mereka tidak dapat mempertahankan kecepatan tinggi dalam waktu lama, hal ini menjelaskan mengapa sprint ini jarang melampaui batas 600 yard.

6 dari 23 halaman

5. Burung Hantu

Burung hantu biasanya dikaitkan dengan kebijaksanaan, tetapi banyak orang tidak tahu bahwa mereka adalah pemburu yang hebat karena sayapnya hampir tidak mengeluarkan suara apapun selama terbang. Seperti burung lainnya, mereka hidup di pepohonan. 

Burung hantu juga beradaptasi untuk berburu karena indera pendengarannya yang luar biasa, memungkinkan mereka menentukan mangsa yang berjarak lebih dari 100 yard dalam kegelapan total.  Burung hantu memiliki leher yang dapat memutar kepalanya 270 derajat dan bulu yang memungkinkannya berkamuflase.  

Karena kemampuannya itu, burung hantu menjadi pemburu yang efektif dan efisien. Burung hantu kemungkinan besar akan melihat mangsanya sebelum mangsanya melihatnya. Sementara itu, penerbangannya yang tenang memberikan sedikit kesempatan bagi mangsanya untuk melarikan diri.

7 dari 23 halaman

6. Gajah Afrika

Gajah Afrika telah mendapatkan gelar hewan darat terbesar yang hidup saat ini. Gajah ini hidup di sabana dan memiliki banyak adaptasi yang membuatnya tumbuh subur di lingkungan tersebut. Misalnya, sabana bisa panas, namun gajah memiliki telinga besar yang membantunya tetap sejuk. Kulitnya yang keriput juga membantu menjaga suhu tubuh tetap rendah.

Gajah memiliki belalai multifungsi yang memungkinkannya mengambil makanan dari pohon, menyedot air dan mengantarkannya ke mulutnya, serta membuang kotoran di punggungnya untuk mencegah hama. Banyak predator berkeliaran di sabana, namun ukuran gajah yang sangat besar dan gadingnya yang menakutkan membuat mereka menjauh.

8 dari 23 halaman

7. Burung Pelatuk

Burung pelatuk mendapatkan namanya dari cara mereka mengebor batang pohon. Burung ini menggunakan paruhnya untuk mematuk dan mengebor batang pohon hingga menemukan makanan atau tempat bersarang yang cukup. 

Burung pelatuk memiliki paruh berbentuk pahat yang memungkinkan mereka menembus punggung pohon saat mematuk. Selain itu, sel-sel di ujung paruh mereka beregenerasi dengan cepat sehingga mencegah paruhnya rusak.

Mereka juga memiliki lidah panjang yang membungkus otaknya dan bertindak sebagai peredam kejut. Selain itu, burung ini juga masih memiliki bulu ekor yang berguna untuk menjaga keseimbangan saat mengebor batang pohon.

9 dari 23 halaman

8. Buaya

Buaya adalah reptil kompleks yang telah berevolusi selama bertahun-tahun untuk memungkinkan mereka hidup di darat dan di air. Buaya menyelam dan tetap berada di bawah air selama lebih dari satu jam ketika mencari makan, menghindari predator, tidur, dan terlibat dalam interaksi sosial. 

Adaptasi dalam metabolisme dan hemoglobin memungkinkan darah mereka hanya mengirimkan oksigen ke otot tertentu yang mereka butuhkan saat berada di bawah air. Adaptasi unik ini memungkinkan mereka menghemat energi dan bertahan di bawah air lebih lama.

Buaya memiliki sekitar 60 gigi dan gigitan kuat yang membantu berburu mangsa besar seperti zebra di air atau di pantai. Kemampuan berenangnya yang luar biasa dan kemampuan untuk tetap berada di bawah air memungkinkan buaya menangkap dan menenggelamkan mangsanya.

10 dari 23 halaman

9. Macan Tutul Salju

Seperti namanya, macan tutul salju hidup di lingkungan yang dingin. Ia telah beradaptasi dengan lingkungannya dengan mengembangkan bulu tebal untuk membantunya menjaga panas tubuhnya di iklim dingin.

Bintik-bintik dan warna bulunya membantu mereka menyatu dengan lingkungannya, sehingga sulit dimangsa untuk menyadari kedatangannya. Macan tutul salju juga memiliki penglihatan yang luar biasa, memungkinkannya melihat mangsanya bahkan saat cuaca buruk.

11 dari 23 halaman

10. Serigala

Serigala sebagian besar hidup di lingkungan dingin dan memiliki banyak adaptasi untuk membantu mereka berkembang di habitat ini. Kulitnya ditutupi oleh bulu tebal yang anti air dan dapat melindungi dari lingkungan dingin. 

Serigala dapat bergerak di salju tanpa terpeleset karena cakarnya memiliki bantalan berdaging untuk daya cengkeram ekstra. Selain itu, jari-jari kakinya lebar untuk menampung beban serigala, memberikan stabilitas saat berjalan atau berlari di atas salju.

Serigala memiliki sistem pencernaan yang sangat baik. Rahang mereka dapat menekan dengan kekuatan 500 PSI atau lebih. Serigala memiliki gigi taring kuat yang mampu menusuk kulit hewan berkuku yang tebal dan merobek daging. Selain itu, gigi belakang serigala dapat meremukkan tulang apa pun. 

Menariknya, seekor serigala bisa makan 20 pon daging dalam sekali makan, tetapi bisa bertahan selama dua minggu tanpa makanan. Sebagian besar makanan ini dicerna di usus kecil, sehingga memungkinkannya untuk menyimpannya dalam jumlah besar di perut.

Serigala memiliki indera penciuman yang kuat, biasanya 100 kali lebih baik dibandingkan manusia. Demikian pula pendengarannya 20 kali lebih baik dibandingkan manusia. Mereka memiliki penglihatan yang bagus, terutama di malam hari. Penglihatannya menangkap gerakan, membuatnya sangat sensitif terhadap gerakan.

12 dari 23 halaman

11. Jerapah

Jerapah hidup di padang rumput sabana Afrika dan memakan daun pohon akasia. Jerapah memiliki leher yang panjang sehingga memungkinkannya meraih dedaunan di puncak pohon. Selain itu, lidahnya yang kasar memungkinkan mereka mengunyah daun tanpa tertusuk duri akasia. 

Lehernya yang panjang juga dapat mengenali predator dari jarak jauh dan melarikan diri sebelum mereka mendekat. Sementara itu, kulitnya yang berbintik membuatnya me

13 dari 23 halaman

12. Bunglon

Bunglon termasuk di antara sedikit hewan yang dapat berbaur dengan lingkungan karena kemampuannya mengubah warna kulit agar menyerupai lingkungannya. Kamuflase ini menyulitkan predator dan mangsa untuk melihat bunglon. Selain itu, memungkinkannya untuk menyembunyikan dan mengejutkan mangsanya. 

Bunglon memiliki lidah panjang dan lengket yang dapat membantu menangkap serangga dari jarak beberapa inci. Bola matanya yang berputar lebih dari 360 derajat memungkinkannya menangkap gambaran lengkap tentang lingkungan sekitarnya

14 dari 23 halaman

13. Singa

Singa memiliki beberapa adaptasi yang meningkatkan rantai makanannya hingga berstatus raja hutan. Singa memiliki otot yang kuat, gigi taring yang tajam, dan cakar yang dapat ditarik, sehingga memungkinkannya menjatuhkan mangsa.

Singa adalah hewan sosial, mereka berburu dalam kelompok dan memiliki peluang lebih tinggi untuk berhasil dalam perburuan. Warnanya yang kecoklatan memungkinkan mereka menyatu dengan rerumputan sabana yang tinggi, sehingga menyulitkan mangsa untuk menemukannya saat berburu.

15 dari 23 halaman

14. Penguin

Penguin adalah burung yang tidak bisa terbang dan sebagian besar hidup di Antartika. Namun, beberapa spesies hidup di daerah hangat, terutama di belahan bumi selatan. Penguin telah beradaptasi dengan lingkungan Antartika yang keras dengan berbagai cara. 

Penguin memiliki sirip yang menjadikan mereka bisa berenang dan memungkinkannya untuk menyelam dan menangkap ikan. Selain itu, keterampilan berenang mereka dapat membantu melarikan diri dari predator seperti hiu.

16 dari 23 halaman

15. Unta

Unta dijuluki kapal gurun karena adaptasinya yang menjadikan mereka salah satu dari sedikit hewan yang dapat bertahan hidup di iklim gurun ekstrem.

Punuk di punggungnya dipenuhi lemak yang dapat mengatur suhu tubuh di bawah panas dan dinginnya gurun. Lemak juga merupakan simpanan energi yang diubah unta menjadi energi, sehingga memungkinkannya bertahan hidup berjam-jam tanpa makanan. 

Mereka juga meminimalkan ekskresinya dengan tidak berkeringat dan mengeluarkan feses kering dan urin yang manis. Unta juga menggunakan hidungnya sebagai alat penurun kelembaban yang mengekstraksi uap air dari udara yang dihembuskannya. Kemudian, ia menyerap kembali air yang diekstraksi.

17 dari 23 halaman

16. Ular Derik

Ular derik berasal dari Amerika dan kebanyakan hidup di daerah kering seperti gurun. Kehidupan di gurun bisa menjadi tantangan karena suhu dan kelangkaan makanan, namun ular derik beradaptasi dengan lingkungan ini. 

Mereka memiliki sensor termal di depan mata mereka, memungkinkan mereka merasakan panas yang dihasilkan oleh mangsanya, terutama hewan pengerat. 

Ular ini memiliki racun yang dapat melumpuhkan mangsanya, sehingga memudahkan perburuan dengan cepat. Racun tersebut juga memungkinkan mereka untuk melumpuhkan dan melarikan diri dari predator.

18 dari 23 halaman

17. Elang

Elang hidup di lingkungan yang berjarak beberapa mil dari perairan, seperti teluk, pantai, danau, dan sungai. Penglihatan elang yang tajam memungkinkannya berkembang di lingkungan seperti ini. Ia dapat melihat mangsanya saat terbang tinggi di atas air atau tanah. 

Elang mempunyai cakar kuat yang dapat memegang dan membawa mangsa ke sarangnya untuk memberi makan anak-anaknya. Elang membangun sarangnya setinggi mungkin untuk menjaga jarak pandang. Sarangnya, yang biasa disebut “eyries”, bisa setinggi 60 hingga 100 kaki dari tanah.

Elang dapat terbang pada ketinggian lebih dari 10.000 kaki dan melayang di udara dalam waktu lama di arus udara panas alami dan arus angin. Selain itu, elang memiliki lebar sayap yang besar sehingga memungkinkannya terbang tanpa harus sering mengepakkan sayapnya, sehingga membantunya menghemat energi saat berburu mangsa.

19 dari 23 halaman

Apakah 4 Contoh Cara Makhluk Hidup Beradaptasi dengan Lingkungannya?

Bersiaplah untuk mendapatkan wawasan baru tentang berbagai bentuk adaptasi luar biasa di dunia hewan. Hewan menggunakan empat strategi adaptasi utama: kamuflase, mimikri, autotomi, dan penggulungan diri.

20 dari 23 halaman

Apa yang Dimaksud Makhluk Hidup Beradaptasi dengan Lingkungannya?

Adaptasi adalah kemampuan organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian ini mencakup perubahan perilaku dan modifikasi bentuk fisik.

21 dari 23 halaman

Adaptasi Tingkah Laku pada Hewan Lumba-lumba?

Beberapa adaptasi perilaku lumba-lumba meliputi pembentukan kelompok, komunikasi, dan struktur keluarga. Lumba-lumba bepergian melintasi lautan dalam kelompok keluarga yang disebut polong. Kelompok ini membantu lumba-lumba bekerja sama dalam mengumpulkan makanan dan menjaga keselamatan dari predator laut.

22 dari 23 halaman

Bagaimana Contoh Manusia Beradaptasi dengan Alam Sekitarnya?

Salah satu contoh dari adaptasi manusia terhadap alam adalah ketika manusia menyesuaikan jadwal penanaman dengan periode hujan dan menyesuaikan jadwal pelayaran dengan kondisi cuaca yang aman. Selain itu, manusia juga menghindari pemukiman di daerah yang rentan terhadap bencana alam.

23 dari 23 halaman

Kadal Beradaptasi dengan Cara Apa?

Kadal lainnya, seperti bunglon dan tokek, memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya agar cocok dengan lingkungan di sekitarnya. Proses menggunakan warna tubuh untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan disebut sebagai kamuflase.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini